Sifat Perfeksionis Bisa Jadi Bumerang dan Hambat Karir, Kenapa?
Minggu, 19/11/2017 - 10:02 WIB
images-artikel/kecil/perfeksionis.jpg
Sumber: Bing.com
 
 
Jakarta -

Sebagai kaum profesional di dunia kerja, pasti punya keinginan besar dalam menciptakan karya yang berkualitas seoptimal mungkin. Jika Sobat Souja adalah tipe pekerja yang perfeksionis, maka sifatmu sangat dibutuhkan di dunia kerja, bahkan berguna dalam banyak situasi. Akan tetapi, harus digarisbawahi bahwa sifat perfeksionisme berlebihan bisa menjadi bumerang yang malah mengancam karir dalam jangka panjang. Mengutip Qerja.com, inilah beberapa alasan jika perfeksionisme bisa menghalangi kesuksesan karir, apa saja? 


Perfeksionisme mendorong seseorang jadi ragu mencoba tantangan baru
Si Perfeksionis akan memastikan segala yang dilakukan menghasilkan hal positif, ingin semuanya berhasil. Pemikiran ini bisa jadi membatasi lingkup tanggung jawab yang berani diemban. Jika tidak merasa bisa unggul di bidang ini, biasanya Si Perfeksionis akan meninggalkannya. Memang, tidak ada seorangpun yang menginginkan kegagalan, namun menolak peluang baru juga menutup kesempatan untuk belajar hal baru dan bertumbuh secara profesional dan pribadi. 


Terlalu fokus hingga mengabaikan hal lain
Melakukan segala sesuatunya dengan sempurna memang menjadi ciri khas Si Perfeksionis, namun berpotensi mendekati perilaku obsesif. Yakni, fokus memperbaiki hal-hal kecil yang sebetulnya tidak terlalu signifikan, sampai-sampai lupa mempertimbangkan hal lain yang lebih penting. Menghabiskan waktu dan energi mendalami detail yang kurang penting berarti kamu tidak punya sumber daya tersisa untuk memikirkan ide unik, mengerjakan proyek sampingan, atau bahkan menghabiskan waktu dengan kolega. 


Memunculkan ketidaksukaan publik
Hanya karena Si Perfeksionis selalu ingin mengejar hasil 100 persen bukan berarti semua orang juga punya sentimen yang sama. Lagipula, perfeksionis biasanya juga adalah sosok gila kontrol yang mengharapkan standar yang sama dari orang di sekelilingnya. Dengan begitu, tidak ada yang senang bekerja dengan rekan yang kelewat perfeksionis dan gila kontrol, apalagi jika memaksakan standar tinggi pada orang lain. Resikonya, rekan kerja bisa kesal! Padahal, untuk bisa sukses dalam karir tentu membutuhkan campur tangan orang lain meski secara tidak langsung. 

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-
 
           
Senin, 12/01/2015 - 08:46 WIB
Sabtu, 03/01/2015 - 15:55 WIB
Senin, 19/01/2015 - 13:27 WIB
Jumat, 02/01/2015 - 18:20 WIB
Sabtu, 03/01/2015 - 09:08 WIB
Rabu, 28/01/2015 - 15:18 WIB
Kamis, 22/01/2015 - 09:25 WIB
Sabtu, 03/01/2015 - 09:04 WIB