Sosok Wanita Inspirasi 'Isabella Weems'
Rabu, 26/08/2015 - 16:37 WIB
 
 
Jakarta -

Di mana ada kemauan, di sana ada jalan." Pepatah ini pantas dialamatkan kepada seorang remaja berusia 17 tahun asal Arizona, Amerika Serikat, Isabella Weems . Dari mimpi memiliki sebuah mobil, kini gadis remaja yang akrab disapa Bella itu menjadi seorang miliuner.
 

 

Pada awalnya, Isabella adalah seorang gadis biasa berusia 14 tahun, yang memimpikan sebuah mobil sebagai hadiah ulang tahun ke-16-nya. Sebagai anak muda yang masih bergantung pada orangtuanya, Bella—panggilan akrabnya—menyampaikan impiannya itu kepada kedua orangtuanya, Chrissy dan Warren.



Bukannya menjanjikan mewujudkan impian dengan berbagai syarat—seperti pada umumnya orangtua—mereka malah langsung “menantang” Bella. Dalam kisah yang dituturkan Bella dalam website resminya, www.origamiowl.com, ia diminta untuk membeli mobil dengan uangnya sendiri. Caranya, kedua orangtua Bella mendorongnya untuk berbisnis.


Sebagai anak usia belasan, permintaan itu seolah tak wajar. Apalagi, ia belum bekerja. Tapi, sebagai anak yang kerap dididik untuk mandiri, kelahiran Arizona Amerika ini lantas berpikir keras. Ia percaya, orangtuanya pasti punya maksud baik dengan tidak serta-merta mengabulkan keinginannya punya mobil sendiri.


Di Amerika Serikat, seorang anak memang tak jarang sudah menghasilkan uang sendiri dari pekerjaan membantu orang lain. Mulai dari jadi loper dadakan, hingga membantu membersihkan garasi rumah orang. Bella terkadang juga dapat uang sendiri dari pekerjaan membantu menjaga bayi.


Dari uang itulah, ia mencoba menjajal bisnisnya sendiri. Kebetulan, Bella hobi aksesoris. Ia senang mengombinasikan aksesoris tertentu sehingga jadi beragam hiasan unik yang menempel di tubuhnya. Saat itu—seperti dikutip dari kisahnya di Forbes—Bella berpikir bahwa salah satu bentuk aksesoris yang disukai oleh hampir semua orang adalah liontin. Maka, ia pun memutuskan untuk berkreasi dengan uang senilai US$350—hasilnya bekerja sebagai babysitter—untuk membuat aneka liontin dengan berbagai bentuk unik dan menarik.


Sebagai merek dagang, ia dan ibunya memilih nama “Origami Owl”. Nama tersebut dipilih Bella dan ibunya karena sejak kecil Bella suka menempel origami—mainan kertas lipat—di kamarnya. Sedangkan owl atau burung hantu dipilih karena berkonotasi sebagai hewan yang bijak, kuat, dan memiliki keberanian.


Bella tak berpikir terlalu jauh bagaimana menjual aneka aksesoris buatannya. Ia hanya berpikir praktis. Maka, ia jualan ke teman-teman terdekat dan relasi yang kerap datang ke pesta-pesta. Selain itu, untuk memperluas pasar, ia beberapa kali ikut menjual produknya ke berbagai pameran perhiasan atau menitip ke butik-butik. Tak disangka, produknya laku keras. Maka, di tahun awal berdirinya saja, ia sudah bisa menyewa sebuah kios di Mal Arizona, dalam sebuah acara yang digelar setiap Jumat, sehingga produknya menyebar ke mana-mana.


Dengan konsep aksesoris yang bisa didesain dan dikombinasi sesuai dengan selera pemakainya, produk buatannya jadi disukai orang-orang. Promosinya menyebar dari mulut ke mulut dengan cepat. Pada tahun 2011, usaha aksesoris Origami Owl itu sudah mengantungi omzet mencapai US$280 ribu! Sebuah angka yang sangat besar untuk anak seusia Bella.


Melihat perkembangan yang makin menggembirakan, keluarganya turun tangan. Hampir semua anggota keluarganya jadi ikut dilibatkan. Selain itu, perusahaan Origami Owl juga dikembangkan dengan konsep bisnis yang lebih profesional. Salah satunya, produk itu ditawarkan dengan konsep direct selling.


Orang yang tertarik untuk ikut berbisnis Origami Owl bisa mendapatkan paket perhiasan dan aksesoris dengan nilai tertentu. Paket itu kemudian dijual dalam acara pesta atau acara lain dengan nilai tertentu. Dengan cara itulah, banyak orang yang ikut menikmati keuntungan berbisnis dengan berjualan Origami Owl. Mereka juga bebas berkreasi dengan bentuk yang disukai, sehingga menjual produk itu pun makin mudah dan menyenangkan. Dengan konsep kerja sama direct selling itu, menurut catatan di website Origami Owl, saat ini sudah lebih dari 60 ribu orang desainer—sebutan bagi partner bisnis Origami Owl—yang ikut bergabung. Jika ditotal, nilai omzet Origami berhasil mencapai US$24 juta atau Rp300 miliaran di tahun 2012. Tahun 2014, diperkirakan omzet Origami Owl sudah mencapai angka sekitar Rp2,9 triliunan.


Dengan pendapatan sebesar itu, Bella tetap tumbuh jadi remaja biasa. Ia masih bersekolah dan baru mengunjungi pabriknya setelah pulang. Ia pun sebenarnya bisa memilih untuk memiliki mobil yang sangat mahal sekali pun. Tapi, ia “hanya” memilih sebuah jip putih yang dinamainya Alice.


Dengan kesuksesannya saat ini, serta strategi bisnis dan manajemen yang baik, Bella dan timnya mampu mengajak lebih banyak orang untuk berjuang mewujudkan impian seperti yang dilakukan Bella.

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-
 
           
Jumat, 01/02/2019 - 09:32 WIB
Kamis, 07/02/2019 - 09:17 WIB
Jumat, 01/02/2019 - 09:33 WIB