Terlalu Sering Komentar di Medsos Bikin Kecerdasan Menurun?
Selasa, 14/11/2017 - 11:58 WIB
images-artikel/kecil/top-internet-comments-390x285.jpg
Sumber: bing.com
 
 
Jakarta -

Sobat, kemajuan era telekomunikasi dewasa ini menuntut agar seseorang menunjukkan eksistensinya di dunia maya, terutama buat para generasi milenial. Namun ternyata, semakin sering kamu ngeksis di dunia maya dan media sosial justru menunjukkan kebodohanmu sendiri! Ya, temuan tersebut diperoleh melalui penelitian yang dilakukan oleh Universitas Southern, California. Apalagi jika kamu terlalu sering melibatkan diri dalam sebuah topik kontroversial. 


Alih-alih menimbulkan kesan sebagai pribadi yang kritis dan intelek, semakin sering intensitas kita berkomentar di sosial media hanya akan membuat kita memberi komentar yang semakin terlihat bodoh dan tidak selaras dengan topik yang sedang dibahas. Para peneliti di University of Southern California melihat lebih dari 40 juta komentar di media sosial dan menemukan bahwa pengguna yang menghabiskan lebih dari satu jam berkomentar cenderung untuk memasukkan tanggapan yang lebih pendek dan kurang berbobot. Initinya, useless dan buang-buang waktu! 


"Kami menganalisis sebuah fenomena dimana para pengguna yang menghabiskan waktunya lebih dari 1 jam hanya untuk mengomentari sebuah topik, cenderung mengetik sesuatu yang tidak bermuatan (tidak berbobot)," ungkap Profesor Emilio Ferrara, salah seorang peneliti dalam tim tersebut di atas. 


Bahkan, penelitian sebelumnya mengungkap fakta lebih mencengangkan dimana semakin sering intensitas berkomentar di dunia maya malah akan menurunkan kualitas pribadi tersebut. Ya, siapapun sependapat bahwa pada dasarnya internet bersifat adiktif, sehingga seseorang harus mengelola manajemen waktu berinternet secara sehat dan proporsional. Sudah banyak kasus dimana seseorang yang tidak mampu melepaskan diri dari kecanduan internet, maka kehidupan di dunia nyata akan terbengkalai. 


Tidak ada yang bisa menahan laju kemajuan internet di dunia. Setiap orang bisa menerima derasnya informasi di internet, apalagi saat ini sebagian besar anak muda akan menggunakan waktunya untuk mengaktualisasikan diri di media sosial. Sejak masyarakat mulai dengan mudahnya menerima derasnya arus informasi dalam satu waktu,  akhirnya otak dipaksa bekerja lebih untuk menyerna informasi. 


Eksis di medsos di boleh, tapi jangan keterusan ya Sobat! 

 
 
Artikel Terkait:
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-