Terlibat Kasus Penggelapan Dana, Leonardo DiCaprio Kembalikan Piala Oscar
Minggu, 18/06/2017 - 16:49 WIB
images-artikel/kecil/leonardo-dicaprio-to-present-the-golden-globe-awards-2017-06-1483703942.jpg
Sumber: bing.com
 
 
Jakarta -

Berita kurang mengenakkan datang dari aktor kawakan, Leonardo DiCaprio. Pemeran Jack Dawson di film Titanic tersebut terpaksa harus mengembalikan Piala Oscar kepada Pemerintah AS. Eits, bukan Oscar yang didapatkannya di tahun 2016 lalu sebagai aktor terbaik lewat peran cemerlangnya di film The Revenant, melainkan Oscar milik aktor legendaris Marlon Brando yang dihadiahkan kepada DiCaprio oleh perusahaan film, Red Granite. 


Kondisi tersebut masih berkaitan dengan kasus pengegelapan dana yang menyeret nama Leo di dalamnya. Red Granite, studio film yang didirikan oleh Riza Aziz ini dituduh menjadi biang keladi penggelapan dana dan korupsi bersama perusahaan investasi pelat merah, 1MDB. Di sisi lain DiCaprio aktif bekerjasama dengan Red Granite, sehingga ia turut diperiksa karena diduga menerima aliran dana. Dalam beberapa bulan terakhir, Leo secara kooperatif bekerja sama dengan pihak penyidik agar kasus tersebut segera menemui titik terang. 


"Dia juga telah mengembalikan piala Oscar yang awalnya dimenangkan Marlon Brando dan diberikan kepadanya sebagai hadiah oleh Red Granite sebagai tanda terima kasih kepada DiCaprio atas kerjanya dalam The Wolf of Wall Street," kata perwakilan dari Leonardo DiCaprio. 


Mengutip wowkeren, pada Juli tahun lalu, Kementrian kehakiman Amerika Serikat menuduh rumah produksi, Red Granite yang dimiliki oleh anak tiri Perdana Menteri Najib Razak itu menggunakan uang sebesar USD 100 juta dari dana IMDB. Dana tersebut digunakan untuk membiayai film The Wolf of Wall Street yang dibintangi DiCaprio pada 2013. Juru bicara Red Granite juga mengeluarkan pernyataan bahwa pihaknya telah bekerja dengan pihak penyidik untuk menyelesaikan kasus tersebut. 


"Seperti yang telah kami ungkapkan sebelumnya, Red Granite secara aktif terlibat dalam diskusi dengan Departemen Kehakiman yang bertujuan menyelesaikan kasus perdata ini dan sepenuhnya bekerja sama. Sementara itu, Red Granite tetap menjadi perusahaan produksi yang aktif, dan sedang merampungkan post produksi sebuah film berikutnya" ujarnya. 

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-