Ternyata : Sel - Sel Kanker Paling Takut Dengan Rasa CINTA KASIH
Kamis, 20/09/2018 - 21:01 WIB
images-artikel/kecil/400 x 400.jpg
Sumber: soulofjakarta
 
 
jakarta -

Ilmuwan USA, Professor David Hawkins, merilis hasil risetnya yg paling mutakhir yg menggemparkan, tentang Manusia. Penelitiannya juga temukan bahwa banyak orang sakit karena kekurangan cinta kasih.

Professor David Hawkins adalah dokter terkenal, dia telah mengobati banyak orang sakit dari berbagai belahan dunia. 
Begitu memeriksa seorang pasien, dia sudah tahu mengapa orang itu sakit. 
Karena di dalam tubuhnya TIDAK DITEMUKAN sedikitpun cinta kasih dalam dirinya, yg ada hanya penderitaan, keluhan & deraian air mata yg menyelimuti seluruh tubuhnya. 

Professor Hawkins mengatakan : "Kebanyakan orang sakit karena di dalam dirinya tidak ada hati yg penuh dgn CINTA KASIH YG TULUS & IKHLAS.
Yang ada hanya kesedihan & deraian air mata.

Getaran magnet kasih di bawah 200 hertz menyebabkan seseorang mudah terserang penyakit.

David Hawkins mendapati bahwa kebanyakan orang sakit SELALU menggunakan pikiran negatif.
Jika frekuensi cinta kasih seseorang di atas 200 hz maka dia tidak akan sakit. 

Pikiran atau emosi negatif mana yg ada di bawah getaran 200 hz?
Yaitu:
• suka mengeluh
• suka menyalahkan orang lain
• dendam pada orang
Jika pikiran itu yg menguasai pikiran seseorang berarti magnet cinta kasihnya hanya ada di sekitar 30-40 hz saja. 

Proses tidak putus-putusnya menyalahkan orang lain telah menguras sebagian besar energi kehidupannya (Life force energy), sehingga frekuensi cinta kasihnya berada di bawah 200 hz. 

Orang seperti itu SANGAT MUDAH mengidap berbagai jenis penyakit. 
Frekuensi paling tinggi ada di angka 1000 dan yg paling rendah berada di angka 1 

Beliau mengatakan di dunia ini dia telah melihat orang yg punya frekuensi positif di atas 700 hz maka kekebalan tubuh & vitalitasnya sangat tinggi.

Jika orang  seperti itu tampil di suatu tempat maka ia bisa mempengaruhi frekuensi positif di daerah itu. 

Seorang yg berkebajikan tinggi, jika muncul di suatu tempat maka frekuensi di tempat itu pun menjadi positif & sangat tinggi.

Semua orang yg hadir di tempat tersebut akan merasakan getaran cinta kasihnya yg sangat tinggi, semua orang meraasa nyaman & sangat tergugah di dekatnya. 

Pada saat orang yg memiliki getaran aura positif tampil di suatu tempat, maka dia akan menggerakkan semua orang, & seluruh makhluk hidup yg ada di tempat itu menjadi tenteram, nyaman, &  damai. 

Namun saat orang  memiliki pikiran negatif muncul di suatu tempat, bukan saja akan mencelakai dirinya sendiri tetapi juga bisa menyebabkan AURA POSITIF ditempat tersebut memburuk & berubah menjadi negatif pula.

Professor Hawkins telah melakukan berpuluh kali riset kasus & penelitian pada orang yg berbeda namun jawabannya serupa,  yaitu :
Asal getaran frekuensinya berada di bawah  200 hz maka orang itu pasti sakit.
Tapi jika berada di atas 200 hz maka orang itu sehat. 

Mereka yg di dalam dirinya dipenuhi dengan hati yg welas asih, cinta kasih, suka beramal, gemar sedekah, mudah memaafkan, lemah lembut, santun, terbukti frekuensi magnetiknya berada pada kisaran 400-500 hz. 

Sebaliknya, mereka yg suka membenci, emosional, menyalahkan orang lain, marah, dendam, iri hati, menuntut orang lain, egois dalam semua hal, hanya memikirkan kepentingan pribadi, tidak pernah memikirkan perasaan orang lain; orang seperti itu punya frekuensi magnetik yg paling rendah. 
Hal inilah yg jadi penyebab awal timbulnya penyakit kanker, sakit jantung & penyakit kronis lainnya. 

Professor Hawkins memberitahukan kepada kita dari sudut pandang medis bahwa pikiran itu sangat luar biasa pengaruhnya terhadap kesehatan & penyakit  seseorang.
Marilah kita perpikiran positif dan Jauhkan.. Sejauh jauhnya fikiran negatif

 "Sobat Souja jangan lupa untuk selalu bahagia, penuh cinta kasih dan berpikiran positif" 

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-
 
           
Minggu, 14/10/2018 - 21:57 WIB
Senin, 01/10/2018 - 10:43 WIB
Senin, 01/10/2018 - 08:44 WIB
Sabtu, 06/10/2018 - 08:13 WIB
Rabu, 03/10/2018 - 07:34 WIB
Senin, 01/10/2018 - 01:50 WIB