Tertawa Tidak Melulu Berarti Bahagia. Ini Faktanya
Tertawa Tidak Melulu Berarti Bahagia. Ini Faktanya
Kamis, 10/01/2019 - 11:59 WIB
images-artikel/kecil/25B16376-F69E-4D95-81E9-BD9D36698220.png
Sumber: Soulofjakarta
 
 
Jakarta -

Tawa dan senyuman nggak selalu merefleksikan perasaanmu sendiri, pernah ngga dalam sebuah situasi, ketika kamu menatap orang lain dan ia berekspresi senyum padamu, kamu pun kontak membalas dengan senyuman? 

Padahal bisa jadi diwaktu yang sama kamu sedang muram. Maka kamu merasa harus menyingkirkan kesedihanmu dan menunjukkan positif. Dalam situasi seperti ini, tersenyum menjadi sebuah fungsi adaptif.

Rasanya senang jika melihat orang lain tersenyum dan tertawa. Namun jika mengingat penelitian-penelitian di atas, orang yang menunjukkan tawa senyumnya padamu nggak selamanya memiliki rasa bahagia dalam dirinya.
Boleh jadi ia hanya menutupi perasaan sebenarnya dalam dirinya, atau merasa harus ikut tertawa karena orang-orang di sekitarnya melakukan hal itu.

Banyak diantara kita yang punya alasan tersendiri untuk tidak menangis meskipun hatinya sedang bersedih dan terluka. Sehingga untuk menutupi kesedihan itu, tertawa adalah cara terbaik yang bisa dilakukan.

Tertawa juga merupakan cara terbaik agar mereka yang disayang tidak khawatir dan tetap bahagia. Karena melihat orang lain yang kita sayangi bersedih, tentu akan ikut memikirkan dan merasakan penderitaan kita. Tak selamanya menyenangkan.
 
Apalagi jika orang orang itu adalah orang yang berharga dalam hidup kita. Biarlah hanya kita sendiri yang bersedih, sehingga hanya kebahagiaan yang ingin kita tunjukkan kepada mereka. 
Sepelik apapun masalah yang kita hadapi. Kita akan tetap bisa tertawa lepas dan menunjukkan senyum terbaik dihadapan mereka.

Sobat souja, orang yang selalu bahagia, tertawa bukan berarti mereka tidak selalu ada masalah. Namun mereka tidak pernah mengeluh dan selalu bersyukur.
Boleh ya, ditiru.

 
 
Artikel Terkait:
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-