Untung-Rugi Ikut Arisan, Simak Dulu Baru Ikutan
Senin, 11/03/2019 - 09:08 WIB
images-artikel/kecil/d5ee41a9-f762-4acb-aee7-3388ed386187_169.jpeg
Sumber: Berbagai Sumber
 
 
Jakarta - Sobat souja, mungkin ada yang sudah berumah tangga dan bisa hitung, ada berapa arisan yang diikuti saat ini? Mulai dari arisan keluarga, arisan RT/RW, hingga arisan sekolah anak.

Wah, banyak ya. Tapi tenang, ternyata apa yang sobat lakukan itu umum kok diterapkan oleh perempuan Indonesia. Menurut studi yang dikeluarkan CBNC Indonesia, diketahui 46,87 persen dari 941 perempuan di Tanah Air berusia 23 - 45 tahun ikut arisan.

Motivasi ikut arisan itu pun berbeda-beda. Sebanyak 61,45 persen perempuan mengaku ikut arisan karena hadiah uang, sedangkan 33,33 persen lagi punya alasan menjalin pertemanan.

"Rp100 ribu - Rp500 ribu itu adalah uang iuran terbanyak di kelompok arisan yakni sebanyak 53,3 persen," demikian bunyi hasil studi yang dilansir program Exist in Exist dalam program Investime CNBC Indonesia.



Namun demikian, riset ini juga memaparkan untung dan rugi Bunda ikut arisan. Keuntungan dari arisan adalah:

1. Bersosialisasi
Cocok untuk yang sedang mencari support system dan pertemanan.

2. Promosi
Keuntungan ini akan sangat dirasa untuk yang sedang merintis usaha. Di mana bisa mempromosikan produk-produk yang ditawarkan.

3. Menabung
Arisan juga bermanfaat secara finansial karena memang kegiatan utamanya adalah mengumpulkan uang. Kita akan 'dipaksa' menyisihkan uang untuk membayar kewajiban arisan.

275

Masih dalam hasil riset yang sama, poin nomor tiga (3) di atas ternyata dianggap kontroversi. Sebab, ketika kita menang arisan, uang yang didapat tidak seberapa dibanding dengan biaya yang kembali kita keluarkan sebagai tuan rumah arisan berikutnya. Maka itu, dipaparkan kembali kerugian ikut arisan, yaitu:

1. Boros
Apabila uang hasil arisan tidak diatur dengan baik, secara tidak sadar malah lebih boros saat menjadi tuan rumah.

2. Tidak terikat hukum
Arisan selama ini hanya berwujud kesepakatan bersama mengenai sebuah nominal. Tapi, tidak ada payung hukum yang mengikat hak dan kewajiban anggota-anggotanya. Sehingga, ketika amit-amit uang arisan dilarikan oleh oknum, maka tidak ada ikatan hukum yang menjamin.

3. Ajang pamer
Jika berkumpul dengan kelompok yang menjadikan arisan sebagai ajang pamer, biasanya akan ada desakan agar kita ikut memamerkan materi yang dimiliki. Jika diteruskan, bahkan memaksakan diri, bisa-bisa pengeluaran untuk arisan malah lebih boros dibanding pengeluaran keluarga deh. Duh, jangan sampai ya Bunda.
 
 
Artikel Terkait:
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-