Wanita Ini Akan Menjadi Pengganti Albert Einstein
Minggu, 24/01/2016 - 07:58 WIB
images-artikel/kecil/sabrina.png
Sumber: okezone.com
 
 
Jakarta -

Sabrina Gonzalez Pasterski, saat berusia 14 tahun dapat memasui kampus teknik elite di dunia yaitu Massachusetts Institute of Technology (MIT).

 

Dengan persaingan yang ketat dalam penyeleksiannya, gadis yang merupakan turunan Amerika-Kuba ini berhasil masuk daftar tunggu MIT.Namun nasibnya berubah ketika dua profesor di MIT, Allen Haggerty dan Earll Murman melihat video yang memperlihatkan aksi Pasterski membuat pesawatnya sendiri.

 

Pasterski pun diterima MIT. Bahkan dia lulus dengan IPK 5.00, alias nilai tertinggi yang bisa diberikan kampusnya.

 

Saat ini dia berusia 22 tahun, Pasterski merupakan kandidat doktor di Harvard University. Dosen pembimbingnya, Andrew Strominger, pun sangat mengagumi Pasterski. Striminger sendiri merupakan profesor dari Harvard University dan pernah menulis jurnal ilmiah bersama fisikawan Stephen Hawking.

Gaya hidup Pasterski pun sangat unik tidak seperti kebanyakan anak muda masa kini. Dia tidak memiliki telefon seluler, apalagi smartphone. Tidak hanya itu, cewek yang mendapat kucuran beasiswa dari berbagai donor seperti Hertz Foundation, Smith Foundation dan National Science Foundation itu juga tidak mempunyai akun media sosial. Pasterski hanya memiliki website, PhysicsGirl, yang rutin di-update-nya.

 

Sejak kecil, Pasterski memang tertarik untuk mengurai berbagai masalah dan pertanyaan seputar fisika paling kompleks. Tidak heran, studinya saat ini berfokus pada eksplorasi lubang hitam serta ruang dan waktu dengan fokus pada penjelasan teori gravitasi melalui konteks mekanika kuantum. Kecerdasan dan minat Pasterski pada bidang tersebut membuatnya disebut-sebut sebagai penerus fisikawan Albert Einstein .

 

Berbagai prestasi dan potensi Pasterski membuat berbagai perusahaan dan lembaga meminangnya sebagai pegawai. Tawaran kerja di antaranya datang dari Jeff Bezos, pendiri Amazon.com, pengembang dan produsen industri luar angkasa Blue Origin, bahkan badan antariksa nasional Amerika Serikat, NASA. Begitulah seperti yang dilansir dari Okezone, Minggu (24/1/2016)

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-
 
           
Jumat, 01/02/2019 - 09:32 WIB
Kamis, 07/02/2019 - 09:17 WIB
Jumat, 01/02/2019 - 09:33 WIB