Wanita Ini Menjadi Korban Operasi Plastik Di Korea Selatan
Selasa, 16/12/2014 - 10:04 WIB
images-artikel/kecil/kimboksun.png
Sumber: usa.chinadaily.com
 
 
Jakarta -

Jika sobat Souja pergi ke Kota Seoul, akan banyak beragam iklan operasi plastik tersebar. Sebagian besar iklan itu ditujukan untuk kaum wanita, mulai dari membesarkan payudara, membesarkan kelopak mata, hingga mengubah bentuk rahang.

 

Di Korea Selatan, bedah plastik sudah sangat biasa dan lumrah. Bahkan di Korea sana orang tua memberikan operasi plastik itu sebagai hadiah ulang tahun untuk anak perempuannya agar matanya tidak terlihat sipit seperti mata orang asia.

 

Kenyataannya, operasi-operasi yang dilakukan tidak selalu berjalan mulus.

 

Seorang perempuan, kepada BBC, mengaku dagunya terasa sakit jika turun hujan. Awalnya, dia pergi ke sebuah tempat operasi untuk melakukan operasi bedah hidung - tapi kemudian dia dibujuk agar bentuk dagunya diubah. Hasilnya, dia mendapatkan bentuk dagu yang lebih indah tapi juga menyakitkan.

 

Janji-janji palsu iklan bedah plastik menimbulkan reaksi dari para pasien. Mereka menggugat sejumlah dokter bedah ke pengadilan. Para dokter itu dituduh telah mengubah bentuk wajah mereka dengan cara yang tidak baik. Salah satu korban datang dengan menggunakan perban dan mengatakan, "Ini bukan wajah manusia. Ini lebih mengerikan daripada monster atau makhluk luar angkasa."

 

Bisnis bedah plastik di Korsel sangat besar. Harga-harganya pun lebih rendah dari bedah plastik di Amerika Serikat dan Eropa.

 

Di kawasan elite Gangnam, Kota Seoul, biaya operasi membentuk mata selama 30 menit dikenai tarif sebesar 1,7 juta Won atau Rp19,2 juta. Biaya naik menjadi 12 juta Won atau Rp135,4 juta jika ingin melakukan operasi pengangkatan kulit wajah.

 

Karena bisnis bedah plastik begitu besar di Korsel, ada saja pengusaha yang nakal.

 

Mereka memakai jasa sejumlah dokter yang tidak mempunyai pengalaman bedah plastik. Bahkan, ada operasi plastik yang dilakukan "dokter-dokter hantu".

 

Hal ini membuat Asosiasi Bedah Plastik Korea menyerukan aturan ketat bagi para dokter dan pemasang iklan.

 

Mereka khawatir bahwa citra yang buruk dapat merusak reputasi industri yang sebagian besar dikelola dengan baik.

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-
 
           
Jumat, 01/02/2019 - 09:32 WIB
Kamis, 07/02/2019 - 09:17 WIB
Jumat, 01/02/2019 - 09:33 WIB