Mengenal Gig Economy, Pola Kerja di Rumah Saja yang Menghasilkan Uang

  • Kamis, 06/05/2021 - 09:10 WIB
Hai, Sobat Souja! Gig economy menjadi istilah yang tepat untuk menggambarkan fenomena dunia kerja yang terjadi belakangan. Seseorang tak perlu keluar dari rumah untuk bisa menghasilkan uang, bahkan dalam jumlah berlimpah. 

Media sosial belakangan dihebohkan dengan kabar seorang ibu yang menuding tetangganya menjadi babi ngepet. Alasannya, si tetangga dianggap hanya bermalas-malasan di rumah namun bisa memiliki banyak uang. 

Tuduhan ini sekilas mungkin terasa konyol namun sekaligus bisa dipahami. Bagi banyak orang, bekerja sama artinya dengan melangkahkah kaki ke luar rumah untuk pergi ke kantor atau berbisnis. 

Namun dengan perkembangan teknologi saat ini, ada banyak cara untuk menghasilkan uang dari rumah. Misalnya saja dengan menjadi content creator, trader saham, makelar online atau graphic designer. 

Mereka adalah orang-orang yang menukar keahliannya dengan uang sehingga tak perlu berlelah-lelah menghadapi macet atau panas matahari untuk bekerja. 

Hal ini memang masih terasa asing bagi banyak generasi terdahulu. Banyak orangtua yang kesulitan memahami bahwa hal tersebut sekarang mungkin dilakukan. 

Hal tersebut adalah wujud dari praktik gig economy yang membuat batas-batas dunia kerja menjadi jauh lebih fleksibel. 

Istilah gig economy sendiri berasal dari kata gig yang sebelumnya sering dipakai dalam industri hiburan dan kesenian. 

Umumnya ini digunakan untuk menyebutkan suatu proyek yang sedang dikerjakan artis tersebut misalnya konser, pertunjukan atau pameran. 

Sistem kerja para seniman, yang dibayar berdasarkan jumlah pekerjaan yang diselesaikan, menjadi inspirasi istilah ini, begitu pula metodenya.

Kini orang bisa bekerja dengan perusahaan yang ada di seberang lautan dan tetap mendapatkan penghasilan.  

Dalam prinsip gig economy, seseorang dibayar berdasarkan pekerjaan yang mereka selesaikan. Bukan mendapatkan gaji rutin bulanan yang besarannya tetap seperti kebanyakan orang di generasi sebelumnya. 

Contoh yang amat sederhana adalah pengendara ojek daring yang dibayar untuk setiap pengantaran makanan yang sukses dilakukan. 

Dalam level lebih canggih, seorang UX Writer di Temanggung, Jawa Tengah, bisa bekerja untuk startup di Silicon Valley, Amerika Serikat. 

Unsur sementara atau memiliki jangka waktu tertentu menjadi salah satu faktor penting. Pola kerja ini menawarkan fleksibilitas waktu dengan target akhir yang pasti dan tentunya menuntut kemandirian. 

Bagi beberapa orang, cara ini memberikan kontrol atas berapa banyak waktu yang dapat mereka gunakan untuk bekerja. Dengan demikian, mereka dapat mengatur prioritas lain dalam hidupnya.

Sumber: Kompas.com

About

CKH Group is Indonesian MICE company based in Central Jakarta. Driven by our core values and with our own vision to bring more good managements and idea in order to support the MICE industry demand that getting higher not only in Jakarta, but also other cities in Indonesia.