Tips Sukses Berinovasi dalam Bisnis Kuliner Menurut Pakarnya, Yuk Cari Tahu!

  • Kamis, 10/06/2021 - 09:07 WIB
Hai, Sobat Souja! Melakukan inovasi dalam berbisnis kuliner memang sangat penting. Hal ini dilakukan tak hanya untuk mempertahankan eksistensi, melainkan juga menarik minat pelanggan. Tapi, bagaimana cara berinovasi yang tepat?

Kumparan pun berbincang dengan Lucky Suherman, founder Komunitas Pelaku Kuliner (KPK). Laki-laki yang juga berprofesi sebagai juru masak ini menegaskan, sejatinya dalam dunia bisnis kuliner ada pasang-surut. Kendati hal ini bisa dicegah salah satunya dengan berinovasi.

“Hal ini memang sangat normal, dan ini hasil seleksi alam, karena semua orang mencoba membuat. Tinggal dilihat, yang mana yang bisa bertahan. Yang bertahan itu dia yang persisten, membuat inovasi,” ujarnya kepada kami melalui sambungan telepon, Jumat (4/6).

Chef Lucky pun memberikan beberapa tips agar inovasi yang kamu lakukan bisa sukses. Salah satunya dengan membuat produk yang eye-catching.

"Tips membuat inovasi yang sukses itu buat mata pelanggan tertarik dulu. Inovasi yang sukses yang bisa terlihat mata," tuturnya.

Kemudian, lanjut Chef Lucky, sebagai pebisnis kuliner penting untuk selalu memperhatikan rasa makanan. Ia pun menyarankan untuk melakukan uji coba; dengan syarat, hasil kenikmatan rasa makanan telah teruji hingga 85 persen.

"Kemudian, rasanya teruji, 85 persen orang bilang enak dan enak banget itu kalian sudah menang. Bukan lumayan rasanya, tapi enak dan enak banget. Inovasi enggak ada survei itu sama saja bohong," tegas Chef Lucky.

Sementara, soal persaingan harga, menurut Chef Lucky tak perlu terlalu dikhawatirkan. Lantaran berbisnis makanan yang terpenting adalah rasa dan tampilan. Perang harga, menurutnya bukan persiangan yang sehat. Sepatutnya, kita menyesuaikan harga dengan kualitas makanan yang disajikan.

Terakhir, Chef Lucky juga mengutarakan bahwa nilai tambah (value added) juga penting untuk mempertahankan konsistensi bisnis.

“Sama seperti di Makassar, tukang pisang epe sederet. Ada yang sepi, ada yang ramai. Nah, yang ramai itu dia punya value added, dengan menyediakan tambahan topping beragam. Atau, misal orang lain menjual es kepal dengan berat 500 gram, kamu bisa menambahkan 100-200 gram, jadi pelanggan tertarik,” tutupnya.

Semoga informasi itu membantumu, ya, Sobat Souja!

Sumber: kumparan.com

About

CKH Group is Indonesian MICE company based in Central Jakarta. Driven by our core values and with our own vision to bring more good managements and idea in order to support the MICE industry demand that getting higher not only in Jakarta, but also other cities in Indonesia.