7 Rekomendasi Buku Para Pemenang Nobel Sastra

  • Minggu, 17/10/2021 - 08:53 WIB
Hai, Sobat Souja! Nobel Sastra diberikan kepada para penulis, penyair atau mereka dengan karya penulisan yang dianggap luar biasa. Sejumlah karya para pemenang Nobel Sastra ini bisa berupa novel, kumpulan puisi, hingga biografi.

Beberapa dari karya di bawah ini adalah fiksi. Namun karya tersebut membutuhkan riset hingga pendalaman yang amat intens sehingga membuahkan karya literasi yang mengagumkan.

Berikut 7 rekomendasi buku dari para pemenang Nobel Sastra.

1. Paradise (1994) - Abdulrazak Gurnah

Penulis kelahiran Zanzibar, Afrika, Abdulrazak Gurnah mendapatkan Nobel Sastra 2021. Ia dikenal salah satunya berkat novel karangannya, Paradise, yang rilis pada 1994.

Novel Paradise mengisahkan cerita Yusuf, seorang bocah laki-laki kelahiran di Tanzania saat peralihan abad 20. Bapaknya petugas hotel yang terlilit utang pada pengusaha asal Arab.

Yusuf kemudian digadaikan oleh ayahnya sendiri ke pedagang itu sebagai pengganti utang yang belum terbayar. Yusuf kemudian terlibat perjalanan ke Afrika Tengah yang berakhir dengan dirinya terjebak di tengah Perang Dunia I.

Buku ini mendapatkan nominasi Booker Prize dan Whitbread Prize for Fiction.

2. The Buried Giant (2015) - Kazuo Ishiguro

Kazuo Ishiguro mendapatkan Nobel Sastra pada 2017. Salah satu karya yang dikenal dari penulis kelahiran Nagasaki, Jepang, tapi tinggal di Inggris ini adalah The Buried Giant.

Novel The Buried Giant mengisahkan pasangan tua Axl dan Beatrice yang tinggal di Inggris pada era pasca-Arthur. Kala itu, tak ada yang bisa mempertahankan memori jangka panjang.

Namun setelah samar-samar mengingat pernah memiliki seorang putra, Axl dan Beatrice memutuskan untuk pergi ke desa tetangga guna mencari buah hati mereka.

Buku ini mendapatkan sejumlah nominasi, seperti pada World Fantasy Award 2016 untuk Best Novel, dan Mythopoeic Award 2016 untuk Adult Literature.

Kazuo Ishiguro mendapatkan Nobel Sastra pada 2017.: (AFP/JONATHAN BRADY)

3. An Area of Darkness (1964) - VS Naipaul

An Area of Darkness merupakan buku karya peraih Nobel Sastra 2001, VS Naipul, yang diterbitkan pada 1964. Buku ini sejatinya adalah catatan perjalanan.

Melalui buku ini, VS Naipaul merinci perjalanan dirinya menyusuri India pada awal dekade '60-an. Buku ini menyampaikan kekecewaan akut yang dialami penulis pada kunjungan pertama ke tanah leluhurnya.

Buku anekdot dan deskriptif ini merupakan saga pertama dari trilogi India karya Naipaul yang mencakup India: A Wounded Civilization (1977) dan India: A Million Mutinies Now (1990).

Kala dirilis, buku ini sempat dilarang di India karena dianggap menggambarkan secara negatif negara dan rakyat India.

4. Faithful and Virtuous Night (2014) - Louise Gluck

Faithful and Virtuous Night adalah buku berisi kumpulan puisi karya peraih Nobel Sastra 2020, Louise Gluck. Gluck mengomposisikan buku ini dengan puisi tradisional dan puisi prosa panjang berparagraf.

Racikan tersebut menjadikan Faithful and Virtuous Night sebagai buku pertama yang menyertakan puisi prosa oleh Gluck.

Boston Review menggambarkan buku ini "...mungkin karya Glück yang paling aneh, yang paling sulit untuk digambarkan atau disamakan dengan yang lain."

5. The Books of Jacob (2014) - Olga Tokarczuk

Olga Tokarczuk meraih Nobel Sastra pada 2018. Salah satu buku yang dikenal sebagai karyanya adalah novel sejarah wiracarita bertajuk The Books of Jacob yang rilis pada 2014.

The Books of Jacob merupakan novel kesembilan Tokarczuk dan merupakan produk dari penelitian sejarah yang ekstensif dan membutuhkan tujuh tahun untuk menulis buku ini.

Karya ini terdiri dari 912 halaman yang terbagi dalam tujuh buku. Kisah dimulai pada 1752 di Rohatyn dan berakhir di Korolowka semasa kejadian Holocaust.

Sesuai namanya, novel ini berpusat pada Jacob Frank, seorang Yahudi Polandia yang mengaku sebagai mesias. Novel ini menggabungkan puluhan perspektif orang ketiga yang terhubung dengan Jacob.

6. My Early Life (1930) - Winston Churchill

My Early Life merupakan autobiografi yang ditulis oleh mantan Perdana Menteri Inggris, Winston Churchill, dan terbit pada 1930. Buku ini berlatar semenjak dirinya lahir pada 1874 hingga 1902.

Dalam buku ini pula, Churchill yang mendapatkan Nobel Sastra 1953 menjabarkan soal pernikahannya pada 1908 dan menyebutkan bahwa ia hidup bahagia semenjak peristiwa tersebut.

My Early Life juga menggambarkan pengalaman Churchill dalam Perang Boer Kedua pada 1899-1902. Ia sebelumnya pernah menyebutkan hal itu dalam buku London to Ladysmith via Pretoria dan Ian Hamilton's March. Kedua buku itu rilis tahun 1900.

Penulis naskah pementasan Elfriede Jelinek meraih Nobel Sastra pada 2004. (AFP/HERBERT PFARRHOFER)

7. Lust (1992) - Elfriede Jelinek

Penulis naskah pementasan Elfriede Jelinek meraih Nobel Sastra pada 2004. Salah satu karya yang dikenal darinya adalah novel bertajuk Lust yang rilis pada 1989.

Lust mengisahkan seorang manajer pabrik kertas, Hermann, dan istrinya yang bernama Gerti. Hermann menganiaya Gerti secara seksual setiap hari. Meski begitu, mereka memiliki seorang anak.

Pada suatu kali, Gerti kabur ke resor ski terdekat dan bertemu seorang pria karismatik bernama Michael. Gerti sempat dekat dengan Michael, namun kembali mendapatkan perlakuan tak mengenakkan dari Michael hanya karena pria itu tertarik dengan perempuan yang lebih muda.

Namun Gerti tak kapok. Ia masih berusaha menarik perhatian Michael, hingga kemudian pria itu melecehkan Gerti di depan umum

Sumber: CNN Indonesia

About

CKH Group is Indonesian MICE company based in Central Jakarta. Driven by our core values and with our own vision to bring more good managements and idea in order to support the MICE industry demand that getting higher not only in Jakarta, but also other cities in Indonesia.