Profil Tommy Hilfiger, Pendiri Brand Fashion Terkemuka

  • Minggu, 11/10/2015 - 11:48 WIB
 
Buat kamu yang menyukai dunia fashion , tentu tidak asing dengan brand Tommy Hilfiger. Yup, brand ini sudah mendunia dan terjamin mutunya. Dari mana brand ini berasal? Tommy Hilfiger berasal dari sosok pria yang merintis bisnisnya dari nol, seorang fashion designer yang telah mampu mendirikan Tommy Hilfiger Corporation dan menjual produknya hingga ke seluruh penjuru dunia. Tak kurang dari Rp 30 Triliun omzetnya pertahun menjadikan Tommy salah satu sosok di dunia fashion yang terbilang sukses. Lantas, bagaimana rekam jejak pria murah senyum ini dalam membangun kerajaan bisnisnya?


Hilfiger lahir pada tanggal 24 Maret 1951. Saat kecil, anak kedua dari sembilan bersaudara yang selalu bercita-cita dan bermimpi bekerja di bidang fashion. Meski kedua orangtuanya hanya menginginkan menjadi insyinyur, Hilfiger tetap bersikukuh dengan impiannya tersebut. Saat masuk sekolah SMA, Hilfiger sudah mulai berjualan celana cutbrai. Dari sinilah celana yang melebar dari dengkul hingga bawah itu dikenal Elmira, New York, tempatnya tinggal. Dari Sekolah Tinggi Seni & Desain untuk SMA, Hilfiger kemudian melanjutkan pendidikannya di GST BOCES Bush, sebuah kampus di Elmira untuk toko mesin perdagangan.


Saat berusia 18 tahun, setelah menyelesaikan studinya di perguruan tinggi, Hilfiger mulai bekerja di industri ritel. Dalam perjalannnya ke New York City , ia membeli celana jeans dan celana bell-bottom untuk disesuaikan dan dijual kembali. Dengan modal $ 15, Hilfiger sudah berani membuka toko sendiri di sekitar blok di pusat kota Elmira yang diberi nama People’s Place atau yang berarti Tempat Rakyat. Karena kemudian banyak toko yang tutup karena efek dipindahnya jalur lalulintas belanja ke Arnot Mall baru di Horseheads, New York, Hilfiger kemudian memindahkan tokonya ke ruang bawah tanah pada sebuah bangunan komersial di Elmira. Pada Juni 1927 Tempat Rakyat mengalami kehancuran dan kebangkrutan akibat banjir dan badai Agnes.


Meski demikian ia tidak menyerah, Hilfiger beralih untuk mendesain pakaian dengan merancang untuk sisa toko di bagian utara New York. Meskipun pernah ditawari sebagai asisten desain di Calvin Klein dan Perry Ellis, ia menolak tawaran tersebut dan lebih memilih pindah ke New York City dengan istrinya Susie. Hilfiger juga kemudian bekerja di raja tekstil asal India, Mohan Murjani, yang saat itu terkenal dengan jins Gloria Vanderbilt di Amerika Serikat. Dengan dukungan dari Mohan Murjani Group, Hilfiger mendirikan Tommy Hilfiger Corporation pada tahun 1985. Ketika pakaian buatannya diluncurkan tahun 1986, perusahaan itu mampu meraup US$ 5 juta. Setahun kemudian, penjualannya meningkat dua kali lipat.


Sejak itu brand Tommy Hilfiger mulai dikenal publik. Pada tahun 1998, Hilfiger meninggalkan manajemen Mohan Murjani untk kemudian bergabung dengan perusahaan pakaian Hong Kong, Silas Chou. Perusahaan ini juga antara lain memproduksi pakaian Ralph Lauren dan Liz Claiborne. Brand Tommy Hilfiger pun makin dikenal dan berkembang pesat. Tahun 1992, brand Tommy Hilfiger akahirnya bisa go public dengan memperkenalkan koleksi busana pria signature-nya. Pada tahun 2004, perusahaan Hilfiger telah mampu mempekerjakan 5.400 karyawan serta mendapatkan penghasilan lebih dari $ 1,8 miliar.


Dengan semua prestasinya ini akhirnya pada tahun 1995, Hilfiger dinobatkan sebagai pria Designer of the Year oleh Dewan Fashion Designers of America. Pada awal tahun 2010, produk terbarunnya yang dikelola Apax Partner menjual pengelolaan merek Tommy Hilfiger ke Phillips-Van Heusen Corporation (pemilik Calvin Klein) dengan nilai fantastik, Rp 30 triliun.


About

CKH Group is Indonesian MICE company based in Central Jakarta. Driven by our core values and with our own vision to bring more good managements and idea in order to support the MICE industry demand that getting higher not only in Jakarta, but also other cities in Indonesia.