Namaku Pram: Catatan dan ARSIP - Mengenal Lebih Dekat Sosok Pramoedya Ananta Toer Dalam Keseharianny

  • Selasa, 08/05/2018 - 10:19 WIB
 
Sebagai upaya dalam melihat lebih dekat Pramoedya Ananta Toer, seorang sastrawan besar yang pernah dimiliki Indonesia, Titimangsa Foundation bekerjasama dengan Dia.Lo.Gue, dan didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation, menggelar pameran bertajuk Namaku Pram: Catatan dan Arsip. Pameran ini menampilkan sosok Pram yang bukan hanya sebagai penulis, tetapi lebih sebagai manusia dalam kesehariannya dan dokumentator Indonesia.

Pameran ini resmi dibuka tanggal 17 April 2018 di Galeri Indonesia Kaya dengan menampilkan Slamet Rahardjo, Najwa Shihab, Ratna Riantiarno dan Ananda Sukarlan. Penikmat seni juga dapat menyaksikan mini pamerannya yang akan diselenggarakan di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia pada tanggal 17 April – 2 Mei 2018 mendatang, sedangkan pameran yang menampilkan lebih banyak catatan dan arsip Pram ini juga dapat dilihat di Dia.Lo.Gue Kemang pada 17 April – 20 Mei 2018.

Namaku Pram: Catatan dan Arsip merupakan sebuah pameran yang menampilkan barang-barang keseharian Pram dan kegiatannya yang suka sekali mencatat dan mengarsipkan segala sesuatu. Pameran ini tercetus setelah suksesnya penyelenggaraan pementasan Bunga Penutup Abad di tahun 2016 dan 2017 silam. Naskah pementasan yang diprakarsai oleh Titimangsa Foundation dan didukung Bakti Budaya Djarum Foundation ini, merupakan adaptasi dari novel Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa karya Pramoedya Ananta Toer.

Pramoedya Ananta Toer merupakan satu-satunya penulis Indonesia yang berkali-kali menjadi kandidat peraih Nobel Sastra. Pramoedya Ananta Toer dan karya-karyanya lebih dari sekedar hadiah Nobel atau sejumlah penghargaan lainnya yang ia terima dari dunia internasional. Karya-karya Pramoedya tak pernah berhenti menjadi inspirasi banyak orang demi memaknai sejarah perjuangan kemanusiaan di tengah berbagai penindasan. Terutama lewat empat novelnya yang terpenting yang ditulisnya semasa menjalani tahanan di Pulau Buru. Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah dan Rumah Kaca, merupakan empat novel yang dikenal dengan tetralogi Pulau Buru. Pameran ini didukung oleh tim kolaborasi yang bekerja dengan solid dan profesional yaitu Keluarga Besar Pramoedya Ananta Toer, Studio Dasar, LeBoYe, Table Six, RIOP, Visual Journal dan Serrum. 

Untuk mengapresiasi pameran Namaku Pram: Catatan dan Arsip ini, para penikmat seni sastra Tanah Air dapat mengunjungi:

Dia.Lo.Gue
Jalan Kemang Selatan No. 99A
mulai 17 April - 20 Mei 2018
pukul 09.30 – 18.00 WIB (Senin – Kamis)
dan 09.00 – 21.00 WIB (Jumat – Minggu)
 
 
  

Namaku Pram: Catatan dan ARSIP 
Mengenal Lebih Dekat Sosok Pramoedya Ananta Toer Dalam Kesehariannya
Tanggal : 17 April 2018 s/d 20 Mei 2018
Lokasi : Jalan Kemang Selatan No. 99A


Serta mini pameran di:
Galeri Indonesia Kaya
Grand Indonesia West Mall Lantai 8
mulai hari 17 April - 2 Mei 2018
Pukul 10.00 – 22.00 WIB.


More info:
Email : info@titimangsa.or.id
telephone : 0812 1030 9889

About

CKH Group is Indonesian MICE company based in Central Jakarta. Driven by our core values and with our own vision to bring more good managements and idea in order to support the MICE industry demand that getting higher not only in Jakarta, but also other cities in Indonesia.