Rajut Band - Eliminasi 100 Besar Nusantara Virtual Band Competition

  • Minggu, 29/11/2020 - 01:51 WIB
Rajut, mungkin bagi sebagian orang nama band ini terdengar unik. Band asal Cirebon yang terbentuk sejak 22 Oktober 2017 ini mengusung genre Pop. Namun dengan sentuhan nada miringnya membuat banyak yang menilai bahwa band ini bergenre RnB. Memang sebenarnya Rajut pun masih mencari jati diri mereka. Dan mereka berpikir, apa yang orang lain dengar dari mereka, biarkan orang itu sendiri yang menilai.

Nama "Rajut" sendiri dipilih karena penyebutan namanya yang mudah, dan jika dikaitkan dengan filosofi, ada makna di dalam nama tersebut. "Di balik hasil rajutan yang indah dan bernilai, ada sebuah proses yang sangat luar biasa". Artinya, untuk bisa menjadi band yang berkualitas, mereka harus mampu melalui suatu proses yang tidak mudah, harus tekun, telaten, pantang menyerah dan tanpa terburu-buru.

Bagi mereka, nama Rajut juga dipilih karena mereka ingin nama bandnya itu menggunakan bahasa Indonesia dan penyebutannya yang mudah. Mereka berpikir, karena mereka adalah warga negara Indonesia, jadi pemilihan kata Rajut sebagai nama bandnya adalah alasan yang sangat tepat, sebagai bentuk rasa bangga mereka sebagai warga Indonesia. Menurut mereka, mereka tak ingin terlalu bergaya dengan menggunakan nama kebarat-baratan.

Selain memiliki nama yang unik, Rajut juga dikenal memiliki bassist yang unik, karena permainan bass-nya yang kidal tanpa mengubah senar bass-nya, dalam artian, bass itu dapat pula digunakan oleh orang non kidal.

Rajut terbentuk dengan formasi awal yang berjumlah lima orang lelaki yaitu Daus (Vocal), Azat (Guitar), Bono (Bass), Dede (Drum) dan Ivan (Keyboard). Awal mula Rajut terbentuk setelah band yang sebelumnya sempat digawangi oleh keempat personil Rajut yaitu Daus, Azat, Dede dan Ivan itu bubar. Sebelum bubar, Daus yang lebih memilih mundur dari band tersebut. Pada akhirnya, Azat, Dede dan Ivan sepakat untuk tetap berjalan dengan Daus hingga mereka membentuk band baru bernama Rajut.

Rajut dahulu hanya band kecil yang sangat bersyukur bisa tampil di khalayak ramai, meskipun mereka dibayar hanya dengan nasi kotak. Nama Rajut terangkat setelah acara JazzPhoria 2018 yang di adakan di Coffee 'N Friends, Cirebon. Setelah itu, Rajut mendapat tawaran main di Mall dan beberapa Cafe yang ada di kota Cirebon. Karena rumah personil Rajut yang berada di Cirebon bagian Timur dan memakan waktu perjalanan kurang lebih dua puluh hingga tiga puluh menit, membuat Rajut memutuskan memiliki basecamp di kota. Rajut menyewa kos, dalam rangka mempersingkat waktu perjalanan jika ada jadwal manggung di kota. Tetapi namanya juga anak kos, pasti merasakan pahitnya di saat tidak ada uang. Sehingga pengalaman yang tidak akan pernah mereka lupakan saat mereka pernah merasakan minum air rasa beras. Karena, saat mereka sedang makan dan kehausan, mereka kehabisan air minum dan mereka tidak ada uang kala itu. Tidak mungkin jika mereka langsung meminum air keran dikarenakan alasan utamanya adalah air mentah yang banyak kuman dan air tersebut juga berbau tidak enak. Oleh sebab itu mereka berinisiatif memasak air tersebut menggunakan rice coocker. Sayangnya, ketika sudah matang, air itu terasa seperti air beras.

Lika-liku dunia band memang sangatlah menjadi alasan utama bagi sebagian band untuk memutuskan bubar, atau bahkan berganti personil. Karena meredam ego sangat diperlukan untuk bisa dapat terus sejalan dan memiliki rasa kekeluargaan yang erat. Sama halnya dengan Rajut. Bahkan sebelum genap berumur satu tahun, Rajut kehilangan sosok keyboardistnya, Ivan. Ivan memilih hengkang karena mengaku tak sanggup dan tak sejalan dengan Rajut. Tahun pun akhirnya berganti. Rajut sempat mengisi acara malam tahun baru di Hotel Metland Cirebon. Awal tahun 2019 sangatlah tidak menguntungkan bagi Rajut. Dan lagi, Rajut kehilangan sosok drummernya. Pada Februari 2019, Dede memutuskan hengkang dari Rajut karena konflik internal. Rajut tetap berjalan dengan formasi yang tersisa yaitu Daus, Azat dan Bono. Pada bulan Juni 2019, Aziz yang hengkang dari band yang telah membesarkan namanya itu bergabung dengan Rajut sebagai drummer. Sehingga, dimulai pada pertengahan tahun 2019, Rajut memiliki formasi baru yakni Daus (Vocal), Azat (Guitar), Bono (Bass) dan Aziz (Drum). Dan hingga saat ini, Rajut masih terus bereksistensi di dunia permusikan Cirebon dengan formasi barunya itu. Tak terasa tahun telah berganti, pada Februari 2020, Rajut telah memiliki video klip dari single mereka yang berjudul Bukan Yang Dulu. Dan kini, Rajut telah meluncurkan mini album dengan nama Rajut yang berisikan tiga single mereka yaitu Bukan Yang Dulu, Mengertilah dan Don’t Wanna Loose You.

Nah, buat kalian yang mau nonton reaction dari special judges untuk Band Rajut. Yuk, nonton Podcast Swara Nusantara Eps. 1 di Youtube Channel CKH Entertainment atau bisa melalui link ini :

Jangan lupa untuk selalu dukung Band Rajut di event Nusantara Virtual Band Competition dengan cara kirimkan Vote SMS sebanyak-banyaknya ke 99117 dengan format NVBC (spasi) Nama Band, khusus untuk pengguna Telkomsel dan XL. Kalau kamu capek buat kirim SMS satu-persatu, kalian juga bisa gunakan Bulk SMS loh! Caranya gampang banget, kirimkan SMS ke 99117 dengan format:

NVBC5 (spasi) NAMA BAND
*Untuk 5 kali SMS

NVBC10 (spasi) NAMA BAND
*Untuk 10 kali SMS

NVBC20 (spasi) NAMA BAND
*Untuk 20 kali SMS

NVBC50 (spasi) NAMA BAND
*Untuk 50 kali SMS

Hanya berlaku untuk pengguna Telkomsel dan tarif SMS akan diakumulasikan sesuai dengan jumlah SMS yang kalian kirimkan.

Selain itu kalian juga bisa likes video cover dari band favorit kalian di Youtube Channel CKH Entertainment.


About

CKH Group is Indonesian MICE company based in Central Jakarta. Driven by our core values and with our own vision to bring more good managements and idea in order to support the MICE industry demand that getting higher not only in Jakarta, but also other cities in Indonesia.