Jelang Produksi, Publik Penasaran dengan Sosok Sutradara Film Bond 25

  • Rabu, 28/02/2018 - 08:36 WIB
 
Jelang masa produksi, publik dan fans bertanya - tanya mengenai siapa sosok sutradara yang akan menakkodai film James Bond ke-25. Berbagai spekulasi pun menyeruak, mulai dari Christopher Nolan hingga Guy Ritchie. Lantas beberapa saat kemudian, Nolan mengonfirmasi bahwa dirinya tak akan terlibat. Tentu saja publik semakin dibuat penasaran, clue selanjutnya menyatakan jika Bond 25 akan menggaet sutradara baru. 


Nah, baru-baru ini, kabarnya sutradara Slumdog Millionaire, Danny Boyle, menjadi pilihan utama MGM untuk mengarahkan Bond 25. Apalagi Danny mengaku sudah lama tertarik untuk menggarap salah satu franchise James Bond. Hal ini terbukti saat Danny menyutradarai sebuah film pendek tentang agen 007 yang dimainkan saat upacara pembukaan Olimpiade 2012. 


Sementara itu, Danny sendiri saat ini diketahui tengah mengembangkan sebuah proyek yang belum memiliki para pemeran. Proyek yang dimaksud tersebut diduga adalah film Bond 25 yang dikerjakan secara diam-diam. Selain Danny, beberapa nama sutradara seperti White Boy Rick dan Yann Demange juga menjadi pilihan utama untuk menggarap film ini. Namun seperti biasanya, MGM tentunya mencari nama yang lebih terkenal untuk mengarahkan Bond 25. 


Di sisi lain, kabar penggantian sutradara ini menyebar setelah Daniel Craig mengumumkan bahwa dirinya akan melanjutkan peran James Bond. Seperti diketahui, Daniel sempat mengatakan enggan melanjutkan peran James Bond jika Sam Mendes masih menjadi sutradaranya. Film Bond 25 sendiri rencananya akan dirilis pada 8 November 2019 mendatang. Selama 19 tahun terakhir, Neal Purvis dan Robert Wade kembali dipercaya menulis naskah setiap film Bond, mulai dari The World Is Not Enough hingga Spectre pada tahun 2015 silam. 


About

CKH Group is Indonesian MICE company based in Central Jakarta. Driven by our core values and with our own vision to bring more good managements and idea in order to support the MICE industry demand that getting higher not only in Jakarta, but also other cities in Indonesia.