Rilis Karya Tanpa Izin, Sam Smith Tuntut Label Rekaman ini

  • Jumat, 18/05/2018 - 08:51 WIB
 
Lama tak terdengar kabarnya sejak merilis album baru tahun 2017 lalu, kini Sam Smith diguncang rumor kurang mengenakkan. Sam menuntut label lamanya, Flipbook Music agar tidak merilis lagu-lagu yang dikerjakan sebelum ia terkenal. Dilansir NME pada Selasa (15/5), pelantun Stay With Me ini menuntut Flipbook Music untuk tidak merilis dua album yang direkamnya dulu. Di tahun 2016, Flipbook Music mengumumkan bahwa pihak mereka akan merilis album debut tak resmi Sam yang berjudul Diva Boy dan single pertamanya, Momentarily Mine.


Kabarnya, Flipbook Music melakukannya tanpa izin terlebih dahulu kepada Sam, sehingga tak mengherankan jika pelantun Stay With Me itu pun murka. Selain itu, seorang sumber juga mengatakan jika Sam dulu belum berpengalaman dalam membuat lagu, dimana karyanya terkesan murahan serta tidak sesuai dengan konsep imej yang dibawakannya saat ini.


"Sam telah bekerja tanpa lelah pada citra pop-nya saat ini, menuangkan hati dan jiwanya ke dalam dua album resmi yang dibanggakannya. Sekarang dia takut akan menjadi bahan tertawaan jika karyanya (di masa lalu) dirilis," ujar sumber tersebut. 


Ya, Sam Smith memang mati-matian bekerja keras hingga berbuah manis. Album debut resminya yakni In the Lonely Hour yang dirilis pada tahun 2014, lalu album kedua berjudul The Thrill of It All mendulang kesuksesan. Bahkan ia juga sukses menyabet piala Oscar berkat Writings On The Wall, OST James Bond, Spectre. Sementara itu, ini bukanlah pertama kalinya Sam terlibat masalah hukum. Pada tahun 2015, salah satu lagu yang melambungkan namanya, Stay with Me menuai kontroversi karena mirip dengan I Wont Back Down yang dirilis pada 1989.


About

CKH Group is Indonesian MICE company based in Central Jakarta. Driven by our core values and with our own vision to bring more good managements and idea in order to support the MICE industry demand that getting higher not only in Jakarta, but also other cities in Indonesia.