Yuk, Kenali 5 Mitos Keliru Tentang COVID-19!

  • Minggu, 29/03/2020 - 08:30 WIB
Wabah Virus Corona atau COVID-19 saat ini membuat masyarakat dunia dilanda kekhawatiran. Bagaimana tidak, dalam waktu tiga bulan sejak pertama kali merebak di Wuhan (Tiongkok) pada Desember 2019, tercatat 189 Negara kini tengah berjuang mengatasi pandemi ini. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, sejauh ini telah melaporkan angka pasien yang terus bertambah setiap harinya. Penting bagi Sobat Souja untuk menyaring segala informasi terkait COVID-19, jangan mudah percaya pada berita yang kamu terima dari media sosial, utamanya grup Whatsapp. 


Kepala Departemen Penyakit Menular dari University of Maryland Upper Chesapeake Health, dr. Faheem Younus, MD, lantas menyampaikan beberapa mitos Virus Corona yang ternyata sangat menyesatkan. Apa saja? Simak yuk! 


Fungsi Indera Penciuman Menurun Menandakan Virus Corona
 
  
 
Belum tentu seseorang yang terganggu fungsi indera penciumannya, otomatis dikatakan sebagai pasien COVID-19. Kehilangan indera penciuman sementara karena infeksi alergi atau virus adalah hal yang wajar, jadi sebaiknya hal tersebut segera dikonsultasikan pada dokter untuk dilakukan tes lebih lanjut. 


Pesan dari Dokter Italia dan Tiongkok
 
  
 
Banyak pesan berantai yang saat ini beredar dengan mengatasnamakan dokter dari Italia dan Tiongkok. Dokter sungguhan menerbitkan penelitian mereka dalam jurnal ilmiah, bukan di media sosial. Ada banyak penelitian-penelitian bagus terpercaya yang telah dipublikasikan. Jadi jangan mudah percaya pada penelitian yang hanya dipublikasikan di media sosial dan memicu informasi yang salah.


COVID-19 akan Berakhir Saat Musim Panas Tiba
 
  
 
Wabah Virus Corona tidak mengikuti pola perubahan cuaca, karena sifatnya sangat gobal. Sementara anggapan lain mengatakan jika COVID-19 akan semakin tak terkendali lewat gigitan nyamu, dr. Faheem pun membantah. Menurutnya, Infeksi wabah ini menyebar melalui tetesan pernafasan (droplets), bukan darah. Dengan kata lain, nyamuk tidak akan meningkatkan penyebaran. 


Minum Air Putih dalam Jumlah Banyak, Ampuh Mengatasi COVID-19
 
  
 
Ternyata, COVID-19 memang masuk lewat tenggorokan akan tetapi ia akan menembus ke dalam sel inang. Jadi, Sobat tidak bisa hanya menyiram virusnya dengan air karena partikelnya masih tetap bertahan. Cara terbaik untuk memecah partikelnya adalah lewat mencuci tangan dengan sabun antiseptik. 


Menahan Napas 10 Detik
 
  
 
Berita yang beredar menyebutkan bahwa menahan napas selama 10 detik bisa membuktikan seseorang terinfeksi COVID-19 atau tidak. Lagi-lagi, dr. Faheem membantah! Ia mengatakan jika sebagian besar pasien yang terbukti positif masih bisa menahan napas selama 10 detik. Jadi hal tersebut tidak bisa dijadikan standar baku. 


So, Stay Healthy and Stay Sane ya Sobat Souja



About

CKH Group is Indonesian MICE company based in Central Jakarta. Driven by our core values and with our own vision to bring more good managements and idea in order to support the MICE industry demand that getting higher not only in Jakarta, but also other cities in Indonesia.