Cara Meningkatkan Mood Selama Pandemi Corona Covid-19

  • Minggu, 03/05/2020 - 07:39 WIB
 

Tetap menjadi pribadi yang positif dan ceria di tengah pandemi corona Covid-19 memang bukanlah perkara mudah. Ada begitu banyak pergeseran mulai dari perekonomian yang jatuh hingga pola gaya hidup.

Kendati demikian, penting untuk menjaga hingga meningkatkan mood atau suasana hati di masa krisis. Ada beberapa cara sederhana yang harus dilakukan setiap hari untuk menjaga semangat tetap stabil.

Lalu, apa saja langkah untuk meningkatkan mood di masa pandemi ini? Yuk, simak rangkuman selengkapnya seperti dilansir dari Health di bawah ini.

1. Tahu apa yang membuat diri bahagia dan lakukan lebih sering

Hal ini menjadi sangat sulit untuk dilakukan, namun dapat membantu untuk mengingat kembali ke rutinitas normal Sobat Souja sebelum pandemi, lalu mempertanyakan apa yang membuat Sobat Souja bahagia. Contohnya bisa menghabiskan waktu dengan anggota keluarga, berolahraga, atau lebih rajin dalam beribadah.

Setelah Sobat Souja mengidentifikasi apa yang membuat Sobat Souja bahagia, buat rencana untuk lebih banyak melakukannya.

"Kedengarannya sederhana, (tetapi) ini adalah jenis perawatan," kata Shannon O'Neill, asisten profesor psikiatri di Mount Sinai Hospital di New York.

2. Ingat bersyukur

Di masa pandemi corona Covid-19, ada begitu banyak berita kurang menyenangkan beredar. Meski begitu, Sobat Souja dapat menyeimbangkan skala berita positif dan negatif dalam hidup Sobat Souja. Selain itu, penting untuk tetap bersyukur setiap hari dengan apa yang kita miliki.

3. Perlakukan diri Sobat Souja spesial, terutama di pagi hari

Terjebak dalam karantina dapat menyebabkan Sobat Souja mengembangkan rasa pengulangan yang menyebalkan. Bangun dan melakukan hal yang sama persis hari demi hari bisa melelahkan, terutama di pagi hari, ketika Sobat Souja bangun dengan kenyataan ini lagi.

Cara yang baik untuk mengatasi hal ini mungkin dengan memanjakan diri Sobat Souja dengan sesuatu di rutinitas pagi.

4. Gunakan energi untuk kreativitas

Melakukan sesuatu yang kreatif benar-benar dapat membantu Sobat Souja melewati masa sulit karena itu mengganggu Sobat Souja, terutama jika memilih latihan kreatif yang memaksa Sobat Souja untuk mempelajari keterampilan baru.

"Kreativitas membantu Anda fokus pada sesuatu yang menarik perhatian Anda," kata Dr. O'Neill. Karena itu, jangan membuat aktivitas kreatif apa pun yang Sobat Souja coba menjadi latihan yang kompetitif.

Ketika mencoba hal-hal baru dapat menjadi gangguan yang menyegarkan, penting untuk tidak terjebak dalam perangkap membandingkan bagaimana Sobat Souja menghabiskan waktu karantina Sobat Souja dengan cara orang lain menghabiskan waktu mereka.

Prioritas nomor satu Sobat Souja saat ini harus menjaga diri Sobat Souja sehat, jangan berlomba untuk menjadi yang terdepan.

5. Jadwalkan waktu untuk khawatir

Menjadwalkan waktu untuk khawatir adalah praktik berbasis bukti yang digunakan oleh beberapa pasien dengan kecemasan, kata Dr. O'Neill. Tapi, ini tidak berarti Sobat Souja bisa memilih waktu acak sepanjang hari untuk terjebak dalam berita buruk yang Sobat Souja dengar.

Pilih slot waktu 20 menit setiap hari untuk membuat Sobat Souja khawatir. Dapatkan sedetail mungkin, bahkan hingga merencanakan kursi yang akan Sobat Souja duduki dan apa yang akan Sobat Souja lakukan selama waktu ini.

Gunakan waktu khawatir yang dialokasikan untuk khawatir tentang segala sesuatu yang membuat Sobat Souja gugup, tetapi atur timer agar Sobat Souja tahu untuk mematikannya ketika waktu khawatir sudah berakhir.

Kuncinya adalah hanya khawatir pada saat khawatir, ini tidak akan membantu Sobat Souja jika Sobat Souja membiarkan diri tetap khawatir selama sisa hari itu.

Itulah beberapa cara yang bisa Sobat Souja lakukan untuk meningkatkan mood selama masa pandemic ini. Selamat mencoba!

Sumber Artikel: liputan6.com


About

CKH Group is Indonesian MICE company based in Central Jakarta. Driven by our core values and with our own vision to bring more good managements and idea in order to support the MICE industry demand that getting higher not only in Jakarta, but also other cities in Indonesia.