Sobat Souja tau gak sih? Disinfektan adalah bahan kimia yang digunakan untuk membersihkan permukaan benda dari mikroorganisme yang tumbuh di atasnya. " />

DIY : Coba Buat Disinfektan Sendiri Di Rumah Yuk!

  • Senin, 04/05/2020 - 07:15 WIB
 
Sobat Souja tau gak sih? Disinfektan adalah bahan kimia yang digunakan untuk membersihkan permukaan benda dari mikroorganisme yang tumbuh di atasnya. Berbagai jenis disinfektan digunakan untuk alasan yang berbeda. Disinfektan dapat secara umum diisolasi sebagai tiga jenis utama, yaitu desinfektan udara, air, dan permukaan. Berbagai macam bahan kimia dikeluarkan dalam proporsi yang beragam dalam produksi disinfektan yang sesuai untuk fungsi berbeda. Saat ini disinfektan kerap sekali digunakan untuk mencegah penyebaran virus corona. Pasalnya virus ini dapat menempel pada sebuah media, salah satunya benda mati. Penyemprotan cairan ini guna untuk menjaga lingkungan dari paparan virus corona. Apabila Sobat Souja ingin memastikan lingkungan rumahnya aman dari paparan virus corona, semprotkan cairan disinfektan secara rutin. Cairan disinfektan juga bisa Sobat Souja buat sendiri di rumah loh, asalkan ikuti beberapa langkah di bawah ini dengan benar ya!
 
Diperhatikan Tidak Mencampurkan Ketiga Bahan Ini Dengan Cairan Pemutih :
1. Amonia yang dicampur dengan pemutih mengubah klorin menjadi pemutih menjadi gas kloramin. Menghirup asap dapat menyebabkan batuk, sesak napas, dan radang paru-paru.
2. Senyawa asam seperti cuka atau pembersih jendela menghasilkan gas klor ketika dicampur dengan pemutih. Paparan berlebihan dapat menyebabkan nyeri dada, muntah, dan bahkan kematian.
3. Alkohol dikonversi menjadi kloroform bila dicampur dengan pemutih. Menghirup kloroform dapat menyebabkan kelelahan, pusing, dan pingsan.

Alat dan Bahan :
1. Botol semprot plastik atau botol kaca dengan penutup
2. Gelas ukur
3. Kain lembab
4. Sarung tangan karet
5. Pemutih rumah tangga (terdapat di supermarket)
6. Air bersih
7. Alat Pelindung Diri ( Sarung tangan karet, masker, kacamata safety)
 
Disinfektan DIY
 Source : verywellhealth.com
 
Beberapa aturan yang perlu diperhatikan sebelum membuat disinfektan adalah mencari ruangan yang berventilasi baik, idealnya dengan jendela terbuka. Cairan pemutih dengan konsentrasi tinggi akan mengeluarkan asap beracun, oleh sebab itu jangan lakukan di ruangan kecil atau tertutup. Kemudian, jangan lupa untuk menggunakan alat pelindung diri lengkap seperti sepatu, sarung tangan karet, masker, dan kaca mata safety agar tidak terciprat cairan pemutih. Jika cairan pemutih mengenai kulit Sobat Souja, segera bersihkan menggunakan kain lembab.
 
Cara Pencapuran Bahan Sesuai Kebutuhan :
1. Untuk membersihkan permukaan yang keras seperti piring dan permukaan meja, campur 1 cangkir (240 mililiter) pemutih dengan 5 galon (18,9 liter) air.
2. Untuk membuat untuk mendisinfeksi fasilitas kesehatan yang mungkin telah tercemar oleh penyakit menular, Sobat Souja membutuhkan 1 bagian pemutih untuk setiap 9 bagian air.
3. Tuang pemutih dengan hati-hati ke dalam botol semprotan plastik atau kaca terlebih dahulu, lalu tambahkan air. Mencampur larutan dalam urutan ini akan mencegah pemutih memercik pada Sobat Souja. Jika Sobat Souja terkena pemutih di kulit, segera bersihkan dengan kain lembab.
4. Setelah bahan dicampur, tutup botol dengan rapat pada wadah dan aduk perlahan dengan mengocoknya. Setelah cairan sudah tercampur sempurna, Sobat Souja bisa memindahkan ke dalam botol yang lebih kecil agar mudah digunakan.
5. Disinfektan siap digunakan. Sobat Souja dapat mencuci permukaan benda padat dengan sabun dan bilas dengan air panas terlebih  dahulu sebelum menyeprotkan cairan disinfektan.

Perlu diperhatikan dengan cermat ya, Sobat Souja untuk beberapa langkah di atas. Agar dalam proses pembuatan berjalan aman, karena ini merupakan cairan kimia. Tetap selalu utamakan keselamatan dan selalu waspada terhadap virus Covid-19 ya!
 
Sumber Artikel : Kiddo.id

About

CKH Group is Indonesian MICE company based in Central Jakarta. Driven by our core values and with our own vision to bring more good managements and idea in order to support the MICE industry demand that getting higher not only in Jakarta, but also other cities in Indonesia.