Film yang Terkenal Lebih Dulu di Luar Negeri

  • Selasa, 19/05/2020 - 08:17 WIB
 
Sobat Souja, kualitas film dalam negeri mulai meningkat dan mulai dikenal di kancah internasional. Beberapa sineas memang ada yang sengaja membuat film untuk diikutsertakan dalam festival film internasional. Usaha ini ada yang membawa pulang piala penghargaan ataupun membuat filmnya berkesempatan ditayangkan pada festival film bergengsi.

Filmnya pun terkenal lebih dulu di luar dan di antara sineas yang hadir pada festival film. Setelahnya, kabar tersebut menyebar melalui berita di media atau melalui media sosial. Dari permintaan yang datang, film ini pun diputar di bioskop dalam waktu yang terbatas.

Berikut adalah film yang terkenal lebih dahulu dikenal dunia baru tayang di Indonesia:

1. A Copy of My Mind

cuplikan a copy of my mind
source: tabloidbintang.com
 
A Copy of My Mind tayang di bioskop 11 Februari 2016. Film ini menggambarkan bagaimana kehidupan masyarakat jakarta sehari-hari. Ceritanya adalah tentang Sari (Tara Basro) dan Alek (Chicco Jerikho). Sari seorang pegawai salon yang mempunyai mimpi sederhana memiliki sebuah home theater. Mereka bertemu ketika Sari mengeluh teks Dvd bajakan yang Alek buat salah. Kisah mereka pun berlanjut manis, namun tak lama setelah itu mereka harus menghadapi suatu persoalan.

Film Karya Joko Anwar ini ditayangkan lebih dulu di Contemporary World Cinema section of the 2015 di Toronto Internasional Film Festival, Busan Internasional Film Festival, dan Venice Film Festival. Selain itu, film ini juga memenangkan tiga piala di Festival Film Indonesia 2015 yaitu, Sutradara Terbaik, Sound Editing dan Mixing Terbaik, dan Pemeran Wanita Terbaik atas peran Tara Basro.

2. Siti

cuplikan film siti
source: motasefilm.com
 
Siti menggambarkan kehidupan perempuan yang menjadi pemandu karaoke kelas bawah di sekitar Parangtritis, Yogyakarta. Saat Siti bekerja, suami Siti merasa keberatan dengan pekerjaannya dan tidak mau berbicara dengannya. Siti yang tengah frustasi dan bimbang kedatangan seorang polisi dan mengajaknya menikah.

Film buatan Eddie Cahyono meraih penghargaan sebagai sinematografi terbaik dan naskah film terbaik untuk kategori New Asia Talent Competition di Festival Film Internasional Shanghai 2015. Film ini tidak berniat untuk ditayangkan di bioskop Indonesia tetapi karena menang sebagai Film Terbaik Festival Film Indonesia 2015, akhirnya film ini tayang di beberapa bioskop.

3. Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak

cuplikan film marlina
source: beritasatu.com
 
Film ini bercerita tentang Marlina yang hidup tenang di Sumba, sampai pada suatu hari seorang pria bernama Markus dan gengnya mencoba merampok rumahnya. Marlina membunuh Markus dan sejak saat itu, hidup Marlina tidak lagi sama. Film ini adalah karya Mouly Surya.

Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak awalnya tayang di Cannes Film Festival 2017, Amerika Serikat. Lalu, film ini juga tayang Festival International de Films de Femmes de Creteil 2018 dan bioskop di Amerika Serikat. Film ini mendapar penghargaan Asian World Film Festival (AWFF) 2018 di Amerika, film ini juga mewakili Indonesia pada Academy Awards 2019 kategori Best Foreign Language. Pada Festival Film Indonesia 2018, Film ini mebawa pulang piala Film Cerita Panjang, Pemeran Utama Wanita, Sutradara, Penulis Skenario Asli, Penata Suara, Penata Musik, Pemeran Pendukung Wanita, Pengarah Sinematografi, Pengarah Artistik, dan Penyunting Gambar.

4. Kucumbu Tubuh Indahku

cuplikan film kucumbu
source: detik.net.id
 
Kucumbu Tubuh Indahku bercerita tentang Juno, penari Lengger yang menjadi gemblak seorang warok dalam tradisi klasik penari Reog. Film ini terinspirasi dari pengalaman hidup Rianto; Rianto sendiri juga turut serta berperan dalam film ini.

Film besutan Garin Nugroho ini tayang perdana di Festival Film Internasional Venesia ke-75 tahun 2018. Kucumbu Tubuh Indahku  pun meriah penghargaan Bisato D'Oro Award 2018 dari Venice Independent Film Critic dan Best Film pada Festival Des 3 Continents di Perancis tahun 2018. Film ini tayang di Indonesia tepatnya di Jogja NETPAC Asian Film Festival. Penghargaan lain diraih oleh film ini yaitu Cultural Diversity Award di Asia Pasific Screen Awards ke-12 di Australia, dan ditayangkan di markas UNESCO di  Paris.

Film ini tayang di bioskop Indonesia pada 18 April 2019, tapi menuai kontroversi di beberapa kalangan masyarakat sehingga tidak lama. pada Festival Film Indonesia 2019, Kucumbu Tubuh Indahku meraih delapan piala dan masuk nominasi Best International Feature Film di Academy Awards 2020 bersama Parasite.

5. 27 Steps of May

cuplikan 27 steps may
source: medium.com
 
27 Steps of May berkisah tentang May (Raihaanun) yang menjadi korban pemerkosaan Kerusuhan Mei 1998 dan ayahnya (Lukman Sardi) yang menjadi petinju untuk menyalurkan emosinya akibat trauma dari kerusuhan tersebut.
Film ini tayang pertama kali di Busan International Film Festival pada tahun 2018. Kemudian, tayang pula di Capee Town International Film Market & Festival, Goteborg Film Festival, Bengaluru International Film Festival. Setelah antusiasme besar dari penonton di Jogja-NETPAC Asian Film Festival dan Plaza Indonesia Film Festival, film ini pun tayang di bioskop pada 27 April 2019.

Nah, itu dia film-film yang terkenal terlebih dahulu di luar negeri baru di negerinya sendiri. Film-film ini pun mengharumkan Indonesia dengan penghargaannya dan sineas Indonesia mengenal film karya anak bangsa. pada beberapa layanan streaming, beberapa film ini sudah bisa ditonton di sana. Sobat Souja, kalau ada yang belum menonton boleh menonton karya bangsa yang tak kalah dengan film luar negeri.

source: https://www.antaranews.com/berita/1390222/lima-film-indonesia-yang-lebih-dulu-terkenal-di-luar-negeri?page=all#mobile-nav

About

CKH Group is Indonesian MICE company based in Central Jakarta. Driven by our core values and with our own vision to bring more good managements and idea in order to support the MICE industry demand that getting higher not only in Jakarta, but also other cities in Indonesia.