Rekomendasi Novel Karya Penulis Indonesia

  • Jumat, 22/05/2020 - 06:44 WIB

Sobat Souja, 17 Mei diperingati sebagai Hari Buku Nasional atau Harbuknas. Tanggal ini bertepatan dengan tanggal berdirinya perpustakaan nasional. Hari peringatan ini ada sejak tahun 2002 dan ditetapkan oleh Abdul Malik Fadjar, Menteri Pendidikan yang menjabat saat itu. Tanggal ini berbeda dengan peringatan Hari Buku Dunia yang diperingati setiap 23 April.

Hari buku Nasional dijadikan sebagai peringatan dengan tujuan untuk meningkatkan minat baca masyarakat sekaligus menaikkan penjualan buku. Hal ini sejalan dengan bagaimana tinggilnya melek huruf di indonesia tetapi tingkat minat baca masih rendah. Hal ini disadari oleh Malik Fadjar, bahwa meningkatkan kegemaran membaca menjadi sulit di era yang serba digital. Menurutnya membaca bisa menambah pengetahuan baru dan meramalkan masa depan.

Penerbit buku pada tahun 2015 mencapai 1.328 penerbit. Namun, kini hanya tinggal 711 penerbit yang aktif atau 54 persennya saja. Kategori aktif yang dimaksud adalah rutin menerbitkan buku minimal 10 judul buku dalam setahun. Penerbit pun melirik e-book karena dominasi digital itu. Namun, angka penjualan e-book juga masih minim yaitu kurang dari dua persen. Meski begitu penerbit yang aktif sekitar 20 persennya mulai merambah e-book.

Kesulitan meningkatkan kegemaran membacam memang butuh kerja sama pemerintah dan bagaimana anak atua orang tersebut mau mengembangkan dirinya. Membaca buku juga bisa menjadi pilihan yang baik saaat pandemi ini selain binge-watching yang menghabiskan kuota internet. Dilansir dari Goodreads yang dikutip Kompas.com, Berikut ada novel-novel terbaik karya penulis Indonesia yang menarik dibaca selama di rumah:

1. Tetralogi Buru Karya Pramoedya Ananta Toer

tetralogi buru
source: kompas.com
 
Tetralogi ini berjudul Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca. Karya ini ditulis oleh Pram saat diasingkan di Pulau Buru selama 14 tahun sejak 1965.Tetralogi ini dibuka dengan novel Bumi Manusia dan Minke sebagai tokoh utamanya. Novel ini menceritakan pergolakan Minke sebagai seorang bumiputera keturunan priyayi Jawa di era kolonialisme Belanda.

2. Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari

ronggeng dukuh paruk
source: mojokstore.com

Ronggeng Dukuh Paruk merupakan gabungan dari tiga buku seri Dukuh Paruk, yaitu Ronggeng Dukuh Paruk, Lintang Kemukus Dini Hari dan Jantera Bianglala yang ditulis oleh Ahmad Tohari. Novel ini bercerita tentang Srintil yang terpilih menjadi ronggeng baru menggantikan ronggeng yang sebelumnya meninggal 12 tahun sebelumnya. Untuk Dukuh kecil itu, Ronggeng adalah perlambang. Namun malapetaka politik tahun 1965 membuat dukuh tersebut hancur, baik secara fisik maupun mental. Karena kebodohannya, mereka terbawa arus dan divonis sebagai manusia-manusia yang telah mengguncangkan negara ini.

3. Tetralogi Laskar Pelangi karya Andrea Hirata

tetralogi laskar pelangi
source: pinterest

Tetralogi Laskar Pelangi ini diawali dengan novel Laskar Pelangi, kemudian Sang Pemimpi, Edensor, dan Maryamah Karpov. Tetralogi ini mengisahkan kehidupan Andrea Hirata. Melalui tokoh Ikal, Ia membawa pembaca menelusuri belitong seperti anak yang bermain dengan teman-temannya. Selain itu, ada tokoh Lintang, seorang kuli kopra cilik yang genius dan dengan senang hati bersepeda 80 kilometer pulang pergi untuk ke sekolah dan bertemu teman-temannya.

4. Trilogi Negeri 5 Menara Karya Ahmad Fuadi

trilogi negeri 5 menara
source: karousell.com

Trilogi ini terdiri dari novel berjudul Negeri 5 Menara, Ranah 3 Warna, dan Rantau 1 Muara. Novel ini menceritakan Alif yang lahri dipinggir Danau Maninjau dan tidak pernah menginjak tanah di luar Minangkabau. Ibunya ingin dia menjadi Buya Hamka walau Alif ingin menjadi Habibie, dengan setengah hati dia mengikuti perintah Ibunya: belajar di pondok. Alif pun terkagum dengan kata  man jadda wajada. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses.

5. Daun yang Jatuh tak Pernah Membenci Angin Karya Tere Liye

daun jatuh tak pernah membenci angin
source: goodreads.com

Tere Liye membawa tema cinta sebagai narasi utama pada novel ini. Ia menggunakan bahasa yang puitis dan indah dalam novel ini dan sangat tepat kalau ingin merenungkan makna "cinta". Ia menceritakan seseorang yang seakan menjadi malaikat untuk keluarganya dan ia mencintainya namun merasa tak layak.

Nah, novel-novel ini bisa kalian baca selama pandemi ini. Beberapa Pameran buku online juga sempat diadakan baik itu Patjar Buku Merah, Big Bad Wolf, dan lainnya. Novel ini juga bisa kalian temukan secara onlien dari layanan ipusnas atau ijakarta yang menyediakan layanan pinjam buku secara online. Selamat Membaca!


Source: kompas.com, www.idntimes.com


About

CKH Group is Indonesian MICE company based in Central Jakarta. Driven by our core values and with our own vision to bring more good managements and idea in order to support the MICE industry demand that getting higher not only in Jakarta, but also other cities in Indonesia.