Alasan Kita Rindu Sentuhan dan Mengatasinya

  • Sabtu, 23/05/2020 - 10:34 WIB

Sobat Souja, selama pandemi corona, menyentuh orang lain seakan menjadi hal yang anti untuk dilakukan. Dulu kita mungkin terbiasa berjabat tangan saat bertemu orang baru, mendorong teman saat tertawa lepas, memeluk sahabat, dan lainnya. Ada kekosongan yang terbuka selama adanya virus ini, yaitu sentuhan seseorang.

Orang mungkin menganggapnya sepele, tetapi mengurangi dan larangan untuk kontak fisik dengan orang lain ternyata dapat memiliki dampak nyata pada kesehatan mental. Hal ini sangat berdampak kepada orang yang hidups sendiri. Psikolog konseling Chloe Paidoussiss-Mitchell mengatakan bahwa untuk sebagian orang, hal seperti ini bisa memicu depresi, kecemasan dan perasaan kesal, sedih, merasa tersingkir, sendirian dan kesepian.

ilustrasi salaman
source: tribunnews.com

Psikoterapis Lucy Beresford menambahkan bahwa ktia menginginkan sentuhkan karena sentuhan adalah bagian dari kehidupan sejak awal lahir. Sentuhanlah yang menyampaikan cinta dan perhatian tanpa kata-kata. Sedangkan secara psikologis, sentuhan melalui pelukan, belaian, pijatan, dan pengasuhan yang terjadi pada kita ketika seorang bayi menyampaikan perasaan dirawat dan dicintai. Hal ini yang terus ada hingga dewasa sehingga sentuhan dari seseorang bisa membuat merasa dipuja, dicintai, atau dipercaya.

Secara fisiologis, beberapa penelitian menunjukan bahwa kontak skin-on-skin bisa melepaskan oksitosin atau hormon bahagia yang membantu ikatan ibu dengan bayi atau pasangan. Hal ini yang menjadi kontak fisik ibu dan anak menjadi penting. Penelitian lain menunjukan bahwa pelukan dapat mengurangi kadar hormon stress, kortisol, sambil memicu lepasnya hormon serotonin yang mengatur kebahagiaan.

ilustrasi pelukan
source: kompas.com

Bagi orang yang sangat taktil, Lucy menjelaskan bahwa bisa merasa tidak berdaya dan kehilangan bahkan seolah kehilangan orang yang dicintai dengan cara tertentu. Oleh karenanya, penting untuk memiliki cara baru untuk mempertahankan koneksi. Cara yang bisa dilakukan adalah "virtual hugs" saat sedang video call. Saat melakukan video call, kita bisa memberikan pelukan ke diri kita ke mereka dan pelukan mereka ke kita. Mungkin terdengar aneh, tetapi hal ini baik untuk orang yang membutuhkan pelukan sehingga bisa menjadi pelepas stress akan kebutuhan sentuhan.

Sedangkan Chloe, menyaraknkan untuk melakuakn meditasi atau yoga yang fokus untuk melepas hormon stress. Selain itu, orang bisa juga menghabiskan waktu di luar jika memungkinkan, berkebun, menonton burung atau mendengarkan sesuatu yang menenangkan. Ia merasa bahwa saat ini adalah yang tepat untuk merawat diri, bisa dengan mendengarkan podcast, melakukan perawatan tubuh, relaksasi pernapasan, dan lain sebagainya. Hal semacam ini ternyata bisa membantu kita dalam kebutuhan sentuhan yang dibutuhkan.

Sobat Souja tentu rindu dengan teman dan keluarga jauh saat tidak bsia mudik seperti ini. Memeluk dan bersalaman, silaturahmi harus tetap berlangsung walaupun kita sendiri. Kebutuhan sentuhan ternyata bisa sobat atasi dengan cara-cara tadi. Tentu menyenangkan kalau bisa memeluk orang yang disayang, sekalipun secara virtual.

source: huffpost.com


About

CKH Group is Indonesian MICE company based in Central Jakarta. Driven by our core values and with our own vision to bring more good managements and idea in order to support the MICE industry demand that getting higher not only in Jakarta, but also other cities in Indonesia.