Yuk, Kenali 6 Hal yang Terjadi Pada Tubuh Jika Mengalami Stres!

  • Minggu, 24/05/2020 - 04:32 WIB
Sobat Souja, tanpa terasa dalam hitungan hari umat muslim akan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah. Sungguh tak pernah terbayangkan bahwa dunia akan menghadapi masa pandemi seperti sekarang. Kondisi demikian telah menciptakan sebuah fenomena The New Normal. Ya, mau tak mau masyarakat harus terbiasa dengan beraktivitas di rumah, atau melakukan segala sesuatunya dari dalam rumah untuk memutus mata rantai penyebaran virus. Di sisi lain, tidak semua individu mampu bertahan menjalani #dirumahaja. 


Terlalu lama berada di rumah membuat sebagian orang dilanda kecemasan dan stres. Stres timbul akibat perasaan terancam yang ada dalam diri. Saat otak mendeteksi sesuatu yang berbahaya, tubuh akan mengeluarkan mekanisme sistem pertahanan. Ancaman tersebut bisa datang dalam beragam bentuk. Namun, sayangnya tubuh tak bisa membedakan ancaman-ancaman tersebut. Secara psikologis, setiap ancaman akan direspons tubuh dengan cara yang sama. Masing-masing bagian tubuh sendiri umumnya memiliki respons berbeda terhadap stres. Yuk, kenali hal yang terjadi pada tubuhmu saat stres seperti dilansir melalui CNN. 


Detak jantung cepat
 
  
 
Jantung merespons stres dengan bekerja lebih keras akibat kenaikan tekanan darah. Pada beberapa kasus, respons seperti ini bisa berujung pada masalah kardiovaskular. Kasus broken heart syndrome, misalnya, yang merupakan kondisi serangan jantung yang timbul akibat peristiwa menyedihkan. Dalam jangka panjang, stres bisa lebih berbahaya buat jantung dan pembuluh darah. Kenaikan hormon stres bisa berakibat pada tekanan darah tinggi kronis dan berujung pada kekakuan arteri, gagal ginjal, dan gangguan fungsi seksual.


Imunitas dan pencernaan terganggu
 
  
 
Hormon kortisol yang makin meroket bisa berpengaruh pada sistem imun tubuh. Tubuh pun jadi lebih rentan terhadap penyakit. Tak hanya itu, masalah juga timbul pada pencernaan. Produksi hormon berlebih bisa masuk ke usus dan merusak mikroflora alami usus. Akibatnya timbul diare, konstipasi, dan sakit perut.


Otot tegang
 
  
 
Stres menimbulkan ketegangan pada otot. Seseorang tanpa sadar akan merasakan tegang pada rahang dan tangan yang mengepal saat stres. Di saat seperti ini, otot bersiap untuk tindakan cepat demi menghindari ancaman. American Psychological Association menyebutkan, ketegangan otot bisa menimbulkan masalah lain seperti sakit kepala, sakit leher, sakit punggung, hingga cedera jangka panjang. Ada juga yang mengalami masalah gigi akibat kebiasaan menggertak gigi akibat stres.


Berat badan turun
 
  
 
Dalam beberapa kasus, stres bisa menekan nafsu makan. Stres juga secara tidak langsung membuat berat badan turun. Namun, di luar itu, ada pula kondisi stres yang menyebabkan seseorang justru makan dalam porsi berlebih. 


Jerawat
 
  
 
Stres turut memengaruhi organ terbesar tubuh, yakni kulit. Tinjauan yang diterbitkan dalam Inflammation & Allergy Drug Targets mencatat, stres dapat memicu inflamasi seperti psoriasis, eksim, dan jerawat. Stres juga bisa membuat penyembuhan luka jadi membutuhkan waktu lama.


Kesulitan mengingat
 
  
 
Stres berkaitan dengan isu kognitif. Pada studi yang diterbitkan dalam jurnal Neurology pada 2018 lalu menyebut, orang berusia muda dan dewasa dengan kadar kortisol tinggi lebih cenderung mengalami masalah ingatan dan volume otak yang mengecil. Stres juga berpengaruh terhadap suasana hati. Di satu sisi, stres bisa membuat seseorang malas dan enggan mengerjakan sesuatu. Tapi di sisi lain, stres juga bisa mengakibatkan semangat seseorang semakin terpompa.


Indera semakin sensitif
 
  
 
Stres memicu pelepasan hormon dan zat kimia otak. Dua dari beberapa hormon itu dikenal dengan adrenalin dan kortisol. Adrenalin masuk ke pembuluh darah, membuatnya makin lebar sehingga oksigen lebih banyak masuk otak. Efeknya, Anda semakin waspada dan bisa menajamkan indera seperti pengecap, penciuman, dan pendengaran.


About

CKH Group is Indonesian MICE company based in Central Jakarta. Driven by our core values and with our own vision to bring more good managements and idea in order to support the MICE industry demand that getting higher not only in Jakarta, but also other cities in Indonesia.