Yuk Kita Cegah Body Shaming di Media Sosial dengan Terapkan Tips Berikut ini!

  • Senin, 07/09/2020 - 08:09 WIB
Sobat Souja, seiring dengan tingginya frekuensi menggunakan media sosial maka interaksi dengan orang lain secara maya pun akan semakin intens. Media sosial menjadi tempat bagi individu saling berbagi setiap unggahan mulai dari status, penampilan Outfit of the Day (OOTD), berita atau informasi, foto, video hingga caption. Bentuk interaksi lewat komentar juga akan beragam, ada pujian bahkan komentar negatif mengenai tubuh kita (body shaming). Menurut Dr. Kedar Tilwe, Psikiater dan Seksolog di Hiranandani Hospital, India, platform media sosial bisa menjadi tempat yang mengerikan karena banyak orang tidak memberikan identitas aslinya lalu melayangkan komentar pedas, picik dan jahat. Seringkali pula komentar dari warganet tidak relevan dengan unggahan atau topik yang dibahas. 


Lebih lanjut, body shaming yang dialami seseorang bisa memicu penyakit kejiwaan seperti depresi, gangguan panik, gangguan kecemasan sosial, hingga gangguan dismorfik tubuh (obsesi berlebihan terhadap bagian tubuh yang dianggap memiliki kekurangan). Akibatnya perempuan, terutama di masa remaja lebih rentan mengalami body shaming di dunia maya. Lalu, adakah cara untuk mencegah body shaming di dunia maya? Simak tipsnya seperti dikutip melalui Kompas, 


Manfaatkan Sistem Media Sosial
Kesadaran media sosial adalah sesuatu yang perlu kita ketahui, mencakup kesadaran tentang protokol, tipe warganet, dan etika menggunakan media sosial. Sebagian besar media sosial memiliki kebijakan terkait konten dan sistem untuk melaporkan ujaran kebencian. Kita harus memanfaatkan kebijakan dan sistem yang berlaku di media sosial untuk melaporkan warganet yang melakukan tindakan body shaming


Personal Coping
Seperti apa pun citra tubuh kita, maka itu adalah urusan kita. Hal tersebut harus dijadikan kesadaran. Kita juga perlu menyadari perbedaan antara dunia maya dan dunia nyata. Dekatkan diri kepada keluarga atau teman, dan cobalah mengutarakan apa yang mengganggu kita. Jika kita sulit membicarakannya dengan orang lain, gunakan teknik relaksasi yang biasa kita lakukan. 


Minta Bantuan kepada Ahli
Jangan ragu untuk melakukan bimbingan dengan psikiater atau ahli kesehatan mental agar apa yang kamu pendam selama ini dapat ditangani oleh orang yang tepat. 


Melawan Balik
Platform media sosial pada dasarnya adalah komunitas atau jaringan. Jika kita melihat seseorang menjadi korban body shaming, kita bisa melawan pelaku dengan mengungkap identitasnya. Hal ini juga akan membuat korban merasa mendapat dukungan dan jaminan yang ia butuhkan. 


Tanamkan Pemahaman yang Benar
Menanamkan pemahaman bahwa body shaming terjadi di semua kelompok usia, tetapi biasanya dimulai sejak masa remaja. Tanamkan kesadaran mengenai body shaming kepada anak-anak melalui program kesadaran atau diskusi terbuka, atau berikan contoh yang membuat anak-anak menyadari bahaya body shaming. Agar kita bisa mencegah orang lain melakukan hal yang sama. 


Stay safe, sane and healthy Sobat Souja! 


Sumber: Kompas.com


About

CKH Group is Indonesian MICE company based in Central Jakarta. Driven by our core values and with our own vision to bring more good managements and idea in order to support the MICE industry demand that getting higher not only in Jakarta, but also other cities in Indonesia.