Tips Atur Keuangan Bagi Para Freelancer

  • Jumat, 25/09/2020 - 09:32 WIB
Sobat Souja, freelancer merupakan salah satu jenis pekerjaan yang umumnya dikerjakan para millenials. Hal paling menarik dari menjadi freelancer adalah bisa bekerja dari mana saja dengan penghasilan lebih dari cukup. Kendati demikian, pengelolaan keuangan menjadi tantangan tersulit bagi para freelancer karena tidak memiliki penghasilan tetap per bulannya. Lantas bagaimana cara mengelola keuangan bagi freelancer? Simak tipsnya, yuk! 


Catat Pengeluaran dan Pendapatan
Mulai menjalani hidup sebagai pekerja lepas atau freelancer, dirimu pasti ingin tahu berapa banyak uang yang masuk dan berapa jumlah uang yang keluar. Salah satu hal yang haarus dilakukan adalah mengaudit situasi keuanganmu saat ini untuk mengetahui berapa pengeluaran bulanan rata-rata.


Antisipasi Pendapatan Masa Depan
Hal berikutnya adalah mulai melihat pekerjaan apa yang telah dijalani. Sebagian besar perusahaan menyebutnya sebagai perkiraan, di mana mereka bekerja untuk mengantisipasi berapa banyak pendapatan yang dapat mereka andalkan dalam beberapa bulan mendatang. Dirimu harus melakukan hal sama. Ketika berbicara tentang freelancing, beberapa bulan akan sangat sibuk dan lainnya mungkin akan berhenti. Dirimu pasti ingin merencanakan apa yang perlu dilakukan ke depan untuk bulan-bulan yang mungkin lambat itu.


Hidup dengan Aturan 10/40/50
Aturan 10/40/50 adalah bagaimana cara mengelola uang selama bertahun-tahun dan kecil kemungkinannya untuk gagal. Artinya, 10 persen dari pendapatanmu harus langsung ditabung. Lalu 40 persen dari penghasilan harus masuk ke akun lain khusus untuk pajak, sedangkan 50 persen dari pendapatan adalah untuk kebutuhan hidupmu, baik itu sewa rumah, makan, perjalanan atau lainnya. Alasan mengapa merekomendasikan orang membagi pendapatan mereka dengan cara ini, secepat mungkin adalah untuk menghindarkanmu dari penumpukan pajak atau kesulitan finansial lainnya.


Alokasikan Sebagian Pendapatan untuk Pengembangan Bisnis
Begitu banyak freelancer yang menggunakan uang dengan cara yang salah. Tetapi da biaya untuk menjadi bos bagi dirimu sendiri. Dan salah satu bidang yang akan kamu alami adalah dengan biaya paling besar adalah saat membangun hubungan bisnis yang bermakna. Ini berarti meluangkan waktu untuk bertemu dengan calon klien, pelanggan, mitra, dan lain sebagainya.


Selamat mencoba, Sobat Souja! 


Sumber: Fimela.com



About

CKH Group is Indonesian MICE company based in Central Jakarta. Driven by our core values and with our own vision to bring more good managements and idea in order to support the MICE industry demand that getting higher not only in Jakarta, but also other cities in Indonesia.