Susu Sapi atau Susu Kedelai, Mana yang Paling Baik untuk Tubuh?

  • Jumat, 16/10/2020 - 11:12 WIB
Hai, Sobat Souja! Kamu suka minum susu gak? Kaya akan nutrisi membuat susu dikonsumsi oleh banyak orang. Namun, sisi lain ada orang yang tidak bisa minum susu, karena alergi atau alasan lainnya. 

Melihat hal ini, produsen susu kemudian menawarkan alternatif selain susu sapi. 

Ada beberapa jenis susu yang beredar di pasaran seperti susu kedelai, susu almond, susu oat, susu beras, dan masih banyak lagi. 

Nah, banyaknya pilihan terkadang juga membuat orang bingung menentukan susu mana yang sebaiknya minum. 

Sebenarnya, pilihan jenis susu tergantung dari kebutuhan nutrisi dan pola diet masing-masing orang. 

Faktor lain seperti rasa dan tekstur juga perlu menjadi pertimbangan. 

Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan masing-masing jenis susu seperti yang dilansir laman Inverse. 

1. Susu sapi 
 
d 
Sumber: Tribun Manado 
 
Dari segi nutrisi, susu sapi bisa dikatakan lebih unggul. Susu sapi mengandung kalsium, protein, vitamin B12, vitamin A, vitamin D, riboflavin (B2), seng, fosfor, dan yodium. 

Kuantitas dan kualitas protein susu sapi juga tinggi.

Di dalam kandungan whey dan kasein susu sapi terdapat sembilan asam amino esensial yang memainkan peran penting dalam kesehatan tulang dan sumber kalsium. 

Akan tetapi, banyak orang yang alergi terhadap susu sapi sehingga tidak bisa mengonsumsinya. 

Begitu juga dengan mereka yang menjalani hidup vegan. 

2. Susu kedelai 
 
d
Sumber: Tokopedia 
 
Susu kedelai sering menjadi pilihan bagi orang-orang yang alergi susu sapi. Jenis susu ini terbuat dari kacang kedelai yang kaya akan protein nabati serta vitamin dan mineral lain. 

Susu kedelai juga sumber karbohidrat, vitamin B, dan kalsium. Dari segi nutrisi, susu kedelai tidak beda jauh bila dibandingkan dengan susu sapi. 
Bahkan suatu penelitian pada 2017 menyatakan nutrisi susu kedelai jauh lebih baik dibandingkan alternatif susu lain seperti susu almond, susu beras, dan susu kelapa. 

3. Susu almond 
 
dd 
Sumber: ProductNation 
 
Tak jauh berbeda, susu almond juga merupakan sumber protein nabati yang baik. Walaupun kandungan protein dan kalsium susu almond lebih rendah jika dibandingkan susu sapi. 

Di sisi lain, survei 2017 menyatakan susu almond cenderung rendah kalori, mengandung lemak tidak jenuh yang sehat, vitamin E, mangan, seng, dan kalium.

Namun, hal yang harus diperhatikan dari susu almond adalah kandungan gulanya. 

Sebab beberapa susu almond mengandung gula tambahan yang tinggi. Dan, kandungan ini tentunya bisa berdampak buruk bagi kesehatan. 

4. Susu gandum 
 
d 
Sumber: IDN Times 
 
Susu alternatif ini dibuat dengan mencampurkan oat dan air kemudian cairannya disaring. Susu gandum merupakan sumber serat, vitamin E, folat, dan riboflavin. 

Selain itu, susu gandum rendah lemak dan manisnya alami. 

Namun, kandungan karbohidrat pada susu gandum dua kali lebih banyak dari susu sapi sehingga kurang cocok untuk penderita diabates. 

Susu gandum cenderung rendah protein dan kalsium sehingga tidak cocok untuk anak-anak, dan mereka yang intoleransi terhadap gluten. 
 
5. Susu kelapa
 
d 
Sumber: Watyutink 
 
Susu kelapa termasuk susu yang rendah protein dan karbohidrat tapi tinggi lemak jenuh. Beberapa merek bahkan menambahkan gula. 

Oleh karenanya, bila ingin minum susu untuk mendapatkan nutrisi, susu kelapa bukan pilihan tepat. 

6. Susu beras 
 
d 
Sumber: medcom.id 
 
Terakhir ada susu beras yang secara alami tinggi karbohidrat dan gula. Hal ini membuat susu beras memiliki indeks glikemik tinggi sehingga tidak cocok untuk penderita diabetes. 

Susu beras termasuk jenis susu yang kemungkinan memicu alerginya rendah. Tapi bukan pilihan tepat untuk anak-anak karena kualitas gizinya yang rendah

Hmm, di antara 6 jenis susu di atas, kamu paling suka yang mana nih?

Sumber: Kompas.com 

About

CKH Group is Indonesian MICE company based in Central Jakarta. Driven by our core values and with our own vision to bring more good managements and idea in order to support the MICE industry demand that getting higher not only in Jakarta, but also other cities in Indonesia.