Jangan Lakukan 4 Kesalahan Ini Ketika Wawancara Kerja Virtual

  • Kamis, 15/10/2020 - 11:36 WIB
Hai, Sobat Souja! Banyak orang kehilangan pekerjaan di tengah masa pandemi. Oleh karena itu, mencari pekerjaan baru menjadi hal yang cukup umum dalam beberapa bulan terakhir. 

Tak hanya mereka yang kehilangan pekerjaan, ada banyak pula lulusan-lulusan baru yang memang sedang mencari pekerjaan. 

Namun, rekrutmen yang dilakukan mungkin berbeda dari sebelumnya, terutama untuk sesi wawancaranya. Saat ini, mayoritas wawancara kerja dilakukan secara virtual. 

Kepala Akuisisi Bakat Global untuk Zoom, Phil Haynes, telah mewawancarai banyak sekali kandidat sejak awal pandemi. 

Setidaknya, ada empat kesalahan umum yang biasa dilakukan kandidat ketika melakukan wawancara kerja virtual, di antaranya: 

1. Terlalu gelisah dan banyak melihat ponsel 
 
d
Sumber: theglobeandmail.com
 
Ketika wawancara kerja secara langsung, banyak melihat ponsel secara diam-diam tentu tidak akan pernah dilakukan. Ingatlah, wawancara video tetaplah sebuah wawancara tatap muka. Jadi, baik kamu sedang berbicara atau mendengarkan, cobalah tetap menghidupkan suasana. 

"Tunjukkan dengan bahasa tubuhmu bahwa kamu mendengarkan lawan bicara," katanya, seperti dilansir CNBC. 

Mengangguklah, bila perlu condongkan tubuh ke depan, senyum dengan tulus dan pertahankan gerakan seminimal mungkin. 

2. Mata bergerak menjelajahi layar 
 
d 
Sumber: i.westuc.com 
 
Kita semua memiliki kecenderungan untuk melihat sedikit ke bawah, yakni ke layar bukan kamera. Bahkan, menurut Hayes, para eksekutif di Zoom terkadang juga menghadapi kesulitan ini. 

Namun, intinya adalah cobalah berusaha untuk menjaga kontak mata.

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk berlatih, yaitu cobalah menatap kamera dan anggaplah kamera itu adalah manusia. Kamu juga bisa mengatur ulang letak kotak bicara pewawancara agar berada di dekat kamera, sehingga ketika melihat pewawancara kamu akan tetap seperti melihat ke kamera. 

Haynes juga menyarankan untuk membiasakan diri untuk tidak menampilkan pandangan diri selama rapat. Mengapa? Karena orang-orang memperhatikan. 

"Jika melihat diri sendiri, kamu akan cenderung menyesuaikan kacamata, membetulkan rambut, membetulkan posisi. Tanpa pandangan diri itu, kamu akan lebih cenderung berfokus pada siapa pun yang berbicara," katanya.  

3. Terlihat khawatir terhadap hal yang tidak bisa dikendalikan 
 
d 
Sumber: www.humanresources.net 

Menurut Haynes, mimpi buruk setiap pencari kerja adalah terjadinya beberapa kecelakaan lingkungan rumah yang tidak terduga, misalnya suara bayi menangis, suara dering telepon yang kencang dan mengganggu, dan lainnya. Ketika hal itu terjadi, situasi wawancara tidak pernah bagus. 

Jangan pernah memperlihatkan dirimu panik dengan hal-hal yang tidak bisa dikendalikan. Haynes justru mengatakan situasi wawancara selama masa pandemi justru lebih mengalir begitu saja. 

Misalnya, ia pernah mewawancarai seseorang dengan anaknya yang berusia dua tahun di pangkuannya. 

"Dalam banyak hal, aturan pandemi telah membuat proses wawancara "lebih kaya dan lebih jujur". Mereka benar-benar meningkatkan kemampuan kami untuk menilai dan melihat seseorang yang sebenarnya," kata Haynes. 

4. Terlihat bosan dan tidak antusias 
 
d 
Sumber: flexjobs.com 

Jika kamu tidak secara spesifik memberikan contoh tentang bagaimana dirimu mengidentifikasi dan memperbaiki masalah, perekrut mungkin akan meninggalkan sesi wawancara dengan halaman catatan yang kurang baik. Misalnya, memberi catatan bahwa kamu tidak punya keterampilan khusus. 

Pertimbangkan terlebih dahulu pertanyaan apa yang akan kamu ajukan, dan luangkan waktu untuk menyiapkan jawaban yang menarik yang akan membuat pewawancara tetap terlibat dalam obrolan. 

Pikirkan kisah pekerjaanmu yang terdahulu, bagaimana pola kerjanya begitu membuat stres dan membutuhkan suatu cara penyelesaian yang cerdas dan tak biasa. 
Ingat semua detail dan sederhanakan menjadi beberapa kalimat. Sampaikan pengalaman yang berkaitan dengan pekerjaan yang kamu lamar. 

Untuk membuatnya sempurna, berlatihlah bercerita sebelum wawancara sesungguhnya dimulai.   

Hal yang biasa diabaikan 

Meski pandemi sudah berlangsung selama beberapa bulan, masih ada saja orang-orang yang mengabaikan hal penting ketika melakukan wawancara virtual. Beberapa hal yang dimaksud, antara lain: 

Menemukan tempat yang tenang dengan sinyal WiFi yang bagus, pencahayaan yang layak dan latar belakang yang tidak mengganggu. 

Mengenakan pakaian yang pantas. Warna solid biasanya lebih disukai, jangan gunakan yang terlalu cerah atau bergaris. 

Mematikan suara ponsel dan siapkan semua yang kamu butuhkan tetap dalam jangkauan, seperti air, kertas, pulpen, resume, dan lainnya. 

Jika menggunakan Skype atau Google Hangouts, pastikan nama pengguna sesuai. 

Gabung rapat sebelum waktu yang ditentukan dan jangan terlambat, terutama jika kamu menggunakan platform yang belum kamu kenal sebelumnya. 

Rileks dan menjadi diri sendiri. 

Nah, sekarang kamu sudah mengetahui tips dan apa saja yang perlu dihindari ketika melakukan wawancara kerja virtual. Semoga berhasil, ya!

Sumber: kompas.com

About

CKH Group is Indonesian MICE company based in Central Jakarta. Driven by our core values and with our own vision to bring more good managements and idea in order to support the MICE industry demand that getting higher not only in Jakarta, but also other cities in Indonesia.