Yuk, Cek Mitok Keliru Seputar Telur Ini!

  • Minggu, 18/10/2020 - 10:00 WIB
Sobat Souja, telur jadi pilihan makanan bagi banyak orang. Namun, di balik kepopulerannya, ada banyak mitos tentang telur yang tersebar di masyarakat.
Telur dikenal sebagai salah satu sumber protein terbaik. Selain sebagai sumber protein, telur juga mempunyai banyak kandungan nutrisi lainnya yang diperlukan tubuh, mulai dari vitamin A, B5, B12, B2, D, E, K, B6, asam folat, fosfor, selenium, kalsium, dan seng. Namun sayang, di luar sana, banyak kesalahpahaman tentang telur yang beredar. Mulai dari cara mengonsumsi, penampilan, keamanan, hingga nilai gizi. Berikut beberapa mitos soal telur, melansir Insider.

Mitos 1: Telur mentah mengandung protein yang lebih baik daripada dimasak
telur
source: pexels
 
Beberapa orang percaya bahwa telur mentah mengandung protein yang lebih bergizi daripada telur yang dimasak terlebih dahulu. Kandungan protein dalam telur mentah adalah fakta. Namun, menelan telur mentah berisiko memicu masalah kesehatan lain. Dalam kondisi mentah, semua makanan termasuk telur, berpotensi mengandung bakteri Salmonella yang bisa memicu infeksi pada tubuh. Selain itu, ahli juga mengatakan bahwa tubuh manusia dapat menyerap hampir dua kali lipat protein dalam telur yang dimasak alih-alih yang dikonsumsi dalam kondisi mentah.

Mitos 2: Telur dengan warna gelap lebih bergizi
telur
source: pexels
 
Warna telur tidak berhubungan dengan berapa banyak nutrisi yang terkandung di dalamnya. Jadi, Anda tak perlu membedakan telur dari segi warna cangkangnya.

Mitos 3: Tak sengaja makan kulit telur bisa berbahaya
telur
source: pexels
 
Bukan hal yang tak mungkin bahwa cangkang telur bisa ikut masuk ke dalam adonan saat memasak. Namun, bukan berarti itu berbahaya. Tak sengaja menelan cangkang telur mungkin hanya akan terasa tidak menyenangkan, tapi tidak berbahaya hingga menimbulkan masalah kesehatan tertentu. Kendati demikian, mengonsumsi cangkang telur dalam jumlah banyak dan besar berpotensi melukai kerongkongan.

Mitos 3: Bercak darah pada telur adalah tanda pembuahan
telur
source: pexels
 
Bercak darah pada kuning telur bukan pertanda bahwa telur telah dibuahi dan akan menetas. Bintik merah umumnya menjadi tanda pembuluh darah yang pecah saat telur terbentuk dalam ayam betina. Namun, bintik-bintik merah ini terbilang jarang terjadi. Bintik merah juga bisa disebabkan oleh faktor genetik ayam dan kekurangan vitamin A. USDA menyebut, bercak darah juga tak berarti telur tidak aman untuk dikonsumsi. Pastikan Anda memasaknya dengan benar.

Mitos 4: Tak aman untuk mengonsumsi telur lewat dari batas tanggal konsumsi pada kemasan
telur
source: pexels
 
Sebagian besar produsen mencantumkan batas tanggal konsumsi pada kemasan. Namun, bukan berarti lewat dari tanggal tersebut membuat telur menjadi rusak. Biasanya, jika disimpan di dalam lemari pendingin, telur akan tetap aman dikonsumsi selama empat hingga lima pekan setelah batas tanggal penggunaan dalam kemasan, meski dengan rasa yang kurang segar. Namun, sobat disarankan untuk membuang saat telur sudah menimbulkan bau busuk.

Mitos 5: Tali putih kecil pada kuning telur harus dilepas sebelum memasak
telur
source: pexels
 
Terkadang, saat memecahkan telur, sobat akan menemukan benda kecil berwarna putih seperti tali yang menempel pada kuning telur. Untaian putih ini disebut dengan 'chalaze' yang membantu menahan kuning telur tetap berada di tempatnya. Melepaskan tali putih sebelum sobat memasaknya adalah opsional. Tali putih ini tetap aman saat telur dimasak dengan benar.

Itu dia mitos soal telur yang patinya salah kaprah. Pastikan kamu mengecek mitos ini terlebih dahulu sebelum percaya, ya.

source: cnnindonesia.com

About

CKH Group is Indonesian MICE company based in Central Jakarta. Driven by our core values and with our own vision to bring more good managements and idea in order to support the MICE industry demand that getting higher not only in Jakarta, but also other cities in Indonesia.