Mengenal Coronaphobia, Jenis Fobia Baru Saat Pandemi

  • Jumat, 26/02/2021 - 10:40 WIB
Sobat Souja, pandemi yang terjadi dalam 10 tahun terakhir tak dinyana menimbulkan ketakutan berlebihan atau disebut dengan fobia. Ya, fobia tersebut dikenal dengan Coronaphobia, yang merupakan ketakutan berlebihan terhadap paparan virus corona penyebab Covid-19. Meski belum menjadi diagnosis medis, istilah ini sudah banyak digunakan dalam jurnal ilmiah. Dikutip dari Metro UK, istilah ini pertama kali muncul dalam sebuah studi yang dipublikasikan pada Asian Journal of Psychiatry pada Desember 2020 lalu. Studi ini memiliki judul Understanding Coronaphobia


Pada penelitian tersebut, para peneliti mengidentifikasi tiga komponen utama dalam coronaphobia. Pertama, kekhawatiran terus-menerus sehingga menyebabkan gejala seperti jantung berdebar-debar, perubahan nafsu makan, dan pusing. Kedua, munculnya ketakutan. Ketiga, perilaku menghindar dari aktivitas sehari-hari. Coronaphobia membuat seseorang mungkin menghindari pergi ke tempat umum, menyentuh permukaan benda, dan berkumpul bersama di ruang tertutup. Mereka juga cenderung menunjukkan perilaku berulang seperti mencuci atau membersihkan tangan berkali-kali. Dengan kata lain, Coronaphobia ini dapat mengganggu kualitas keseluruhan aktivitas sehari-hari individu. 


Penelitian terbaru yang dipublikasikan di European Journal of Neurology mendapati seseorang dengan coronaphobia dapat membersihkan masker tiga kali sehari dengan metanol. Aktivitas ini justru membuatnya sakit parah karena sering menghirup uap berbahaya dari metanol. Peneliti menyarankan agar orang dengan coronaphobia dapat mencari terapi atau pengobatan karena ketakutan ini dapat mengganggu aktivitas. Selain itu, pakar menyarankan agar rutin membaca berita pandemi yang bersifat positif seperti perkembangan penelitian vaksin atau memantau jumlah pasien sembuh agar seseorang tidak menderita coronaphobia. 


Sumber: CNN Indonesia


About

CKH Group is Indonesian MICE company based in Central Jakarta. Driven by our core values and with our own vision to bring more good managements and idea in order to support the MICE industry demand that getting higher not only in Jakarta, but also other cities in Indonesia.