Terapkan 3 Prinsip Konmarie Saat Decluttering Make Up

  • Kamis, 29/04/2021 - 11:24 WIB
Hai, Sobat Souja! Decluttering make up punya banyak manfaat dan perlu dilakukan secara rutin. Coba metode Konmarie untuk metode beres-beres yang ringkas dan praktis. 

Tren dan gaya hidup masa kini membuat banyak orang menjadi penimbun alias hoarder. Alih-alih membeli karena butuh, banyak yang kerap membeli barang karena menyukainya. 

Hal ini juga kerap dialami para pecinta kosmetik. Tak heran kemudian banyak produk serupa berjejer di meja rias. 
Padahal, biasanya item tersebut sudah tak lagi terpakai atau malah kadaluarsa dimakan usia. Lama-lama ini juga menjadi sampah dan menumpuk debu di sudut rumah. 

Kabanyakan sulit menyortir barang-barangnya karena merasa masih sayang menyimpannya. Ada pula yang merasa tak punya banyak waktu untuk memilah mana yang akan disimpan dan dibuang. 

Metode Marie Kondo yang sebelumnya booming untuk beres-beres ruangan juga bisa dilakukan koleksi item make up kita. Berikut adalah 3 prinsip dasar untuk melakukannya seperti yang dilansir dari The Huffinton Post: 

What to Chuck 

Tren make up bergerak cepat dan padat dengan produk yang sebenarnya serupa. Hal ini yang menjadi penyebab banyak yang memiliki produk yang mirip satu sama lainnya. 

Padahal setiap item memiliki masa pakai yang terbatas setelah pertama kali dibuka. Sisihkan produk yang sudah tak terpakai atau mirip, saat proses bersih-bersih ini. 

Barang tersebut kemudian bisa didonasikan gagar berguna di pemiliknya yang baru. Misalnya saja memberikan make up yang sudah kadaluarsa ke para perias jenazah.  

Bisa pula dengan memberikan koleksi make up atau skin care ke teman terdekat atau panti asuhan wanita.

Kalau merasa produk tersebut masih bernilai bisa dengan menjualnya lewat Facebook atau Instagram. Saat ini banyak peminat make up preloved  khususnya dari merk high end. 
Jangan pertahankan suatu produk hanya karena merasa dulu dibeli dengan harga mahal. Sebaiknya alihkan nilai uang tersebut menjadi sesuatu yang lebih realistis. 

2. What to Keep 

Jo Jacob, salah satu profesional organizer dari Benella mengatakan jika penting untuk mengetahui apa saja yang sudah dimiliki. Hal ini untuk menghentikan kebiasaan kita membeli barang dan membuat meja rias dan ruangan makin berantakan. 

"Saat item disimpan bersama, Anda dapat melihat apa saja yang dimiliki," ujarnya. 

Tidak ada faedahnya memiliki banyak produk yang serupa sekaligus. Misalnya saja berderet lipstik merah dan berbagai jenis maskara yang masa pakainya sangat pendek. 
Seleksi beberapa produk tersebut dan donasikan kepada yang membutuhkan. 

3. How To Organise 

Bagaimana cara penyimpanan produk juga membantuk proses decluttering. Simpan make up yang dipakai sehari-hari dalam pouch kain yang mudah dibawa. Jangan lupa cuci pocuh tersebut secara rutin untuk menjaga kebersihannya. 
Kelompokkan item make up sesuai dengan kemiripannya dalam wadah yang sesuai. Misalnya eyeliner, pensil alis dan berbagai make up dalam bentuk pen dalam toples atau penyimpanan berbentuk tabung. 

Sedangkan kosmetik yang jarang dipakai atau untuk acara tertentu bisa disimpan dalam wadah akrilik tertutup dan disimpan di laci. Cara ini membuatnya tidak mudah terpapar debu dan tidak memenuhi meja rias. 

Selain wadah dari akrilik, make up storage dari bambu juga sangat direkomendasikan. Namun Jacob mengingatkan jika sangat penting untuk memilih wadah yang sesuai dengan koleksi make up dan hemat ruang.

Sumber: kompas.com

About

CKH Group is Indonesian MICE company based in Central Jakarta. Driven by our core values and with our own vision to bring more good managements and idea in order to support the MICE industry demand that getting higher not only in Jakarta, but also other cities in Indonesia.