Serupa tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Baking Soda dan Baking Powder

  • Rabu, 07/04/2021 - 09:43 WIB
Hai, Sobat Souja! Baking soda adalah bahan dapur yang sering disertakan dalam resep memasak. Begitu pula dengan baking powder. 

Keduanya memiliki nama yang mirip, oleh karena itu sering dikira sama padahal keduanya berbeda. 

Lalu, apa perbedaan baking soda dan baking powder? 

Baking soda 

Baking soda atau soda kue adalah bahan yang kerap digunakan di dalam bahan makanan yang dipanggang, seperti kue dan biskuit. 

Menurut Healthline, secara formal baking soda dikenal sebagai natrium bikarbonat dan merupakan bubuk kristal putih yang secara alami bersifat basa. 

Baking soda akan menjadi aktif ketika dicampur dengan bahan atau cairan asam. 

Setelah aktivasi, bahan ini akan memproduksi karbon dioksidan dan manfaat baking soda adalah membuat makanan yang dipanggang menjadi ringan dan empuk. 

Itulah mengapa resep yang menyertakan baking soda sering kali juga mencantumkan bahan asam, seperti buttermilk atau jus lemon. 

Baking powder 

Tak seperti baking soda, baking powder adalah zat ragi lengkap. Maksudnya, bahan ini mengandung basa (natrium bikarbonat) dan asam yang dibutuhkan agar makanan bisa mengembang. 

Tepung jagung juga biasanya ditemukan di dalam bubuk pengembang. Tepung jagung ini ditambahkan sebagai penyangga untuk mencegah asam dan basa aktif selama penyimpanan.

Asam dalam bubuk pengembang bereaksi dengan natrium bikarbonat dan melepaskan karbon dioksida setelah dicampur dengan cairan.

Saat resep meminta kita untuk menggunakan bubuk pengembang, kemungkinan besar yang dimaksud adalah bubuk pengembang jenis "double-acting".

Maksudnya, bubuk tersebut menciptakan reaksi terpisah, yakni jika digabungkan dengan cairan pada suhu kamar dan setelah campuran dipanaskan.

Sementara "single-acting" lebih umum digunakan oleh produsen makanan dan biasanya tidak tersedia untuk penggunaan rumah tangga.

Penggunaan baking soda dan baking powder
Jika masih bingung, baking soda dan baking powder punya fungsi berbeda.

Baking soda digunakan jika resep juga menyertakan bahan asam, seperti buttermilk, jus buah-buahan sitrus, krim tartar, atau lainnya.

Sebaliknya, baking powder biasanya digunakan jika resep tidak mengandung bahan asam, karena bubuk tersebut sudah mengandung asam yang dibutuhkan untuk menghasilkan karbon dioksida.

Untuk menghasilkan makanan panggang yang baik atau sesuai keinginan, kita perlu menemukan keseimbangan yang tepat antara asam dan basa.

Menurut laman ThoughtCo. baking soda bersifat basa dan akan menghasilkan rasa pahit kecuali jika diimbangi dengan keasaman bahan lain, seperti buttermilk.

Sementara resep yang menggunakan baking powder sering kali menggunakan bahan-bahan lain yang memiliki rasa netral, seperti susu.

Beberapa resep mungkin memerlukan baking soda dan baking powder untuk mendapatkan tekstur adonan yang diinginkan. 

Berapa lama baking soda dan baking powder awet disimpan? 
Ini bergantung pada kondisi penyimpanannya. 

Menurut Simply Recipes, baking soda umumnya bisa bertahan cukup lama selama disimpan pada ruang yang sejuk dan kering. 

Sementara baking powder umumnya bertahan hingga tiga bulan atau satu tahun. 

Jika lingkungan penyimpanannya lembap, ketika baking powder dibuka maka produk itu tidak akan bertahan lebih dari beberapa bulan saja. 

Jika Anda hanya menggunakan produk-produk ini sesekali saja, membeli produk dengan kemasan kecil bisa menjadi cara agar produk tidak mudah rusak.

Sumber: Kompas.com

About

CKH Group is Indonesian MICE company based in Central Jakarta. Driven by our core values and with our own vision to bring more good managements and idea in order to support the MICE industry demand that getting higher not only in Jakarta, but also other cities in Indonesia.