5 Kebiasaan Ramah Lingkungan Ternyata Buruk bagi Bumi

  • Minggu, 06/06/2021 - 09:37 WIB
Ramah lingkungan didefinisikan tidak berbahaya bagi lingkungan. Namun sayangnya beberapa hal yang kita pikir sudah eco-friendly nyatanya lebih banyak merugikan daripada menguntungkan lingkungan.

Hai, Sobat Souja! Berikut ini beberapa kebiasaan ramah lingkungan terburuk yang kita lakukan. Dan apa yang sebaiknya kita lakukan melansir dari rd.com;

Wamenparekref Angela Tanoesoedibjo Dorong Edukasi Gaya Hidup Ramah Lingkungan lewat Pameran Bumi Rumah Kita

1. Salah mendaur ulang
 
d 
Sumber: IDN Times 

Konsep recycling adalah mulia jika dilakukan dengan benar, tapi sayangnya banyak yang melakukannya dengan salah. Misalnya tidak membersihkan sisa makanan dari wadah yang dapat didaur ulang atau berpikir jika semua plastik bisa didaur ulang yang membuat peralatan mecet di pusat daur ulang. 

"Kurangnya pengetahuan tentang mendaur ulang menyebabkan lebih banyak kerusakan lingkungan," ujar Manajer Keberlanjutan dan Inovasi Tsunami Sport, merek olahraga berbasis lingkungan.

2. Cangkir kopi kertas dapat didaur ulang
 
d 
Sumber: Jeda ID 
 
Ternyata sebagian besar cangkir kopi kertas sekali pakai bukanlah kertas sama sekali, melainkan inti kertas yang dilapisi film plastik. Karena terlihat seperti kertas, kita akan mengira bisa didaur ulang, tapi sebenarnya film plastik tak bisa didaur ulang sebagai kertas atau plastik. 

"Mungkin kita harus mempertimbangkan untuk tidak menggunakan sama sekali dan tetap membawa cangkir sendiri saat membeli kopi," ujar Pemimpin Redaksi DIVEIN.com Torben Lonne.

3. Melupakan reduce dan reuse (mengurangi dan menggunakan kembali)
 
d 
Sumber: Aestra 

Recycling hanyalah salah satu dari 3 R berkelanjutan yaitu reducing dan reusing. Mengurangi berarti mengonsumsi lebih sedikit sumber daya alam dari bumi, termasuk membeli lebih sedikit barang (meski dengan godaan "ramah lingkungan). 

Reusing berarti tidak membuang barang dan harus bisa digunakan lagi. Apakah sudah menerapkan hal ini?

4. Menggunakan kantong kertas
 
d 
Sumber: Paper Mart Blog 
 
Apakah kertas lebih baik dari plastik? Benar, dalam arti kertas terdegradasi jauh lebih cepat dari plastik. Masalahnya adalah produksi kantong kertas menghasilkan lebih banyak karbon yang dipancarkan ke atmosfer ketimbang produksi kantong plastik, menurut life coach Jamie Bacharach.

Selain itu produksi kertas memerlukan penebangan pohon dan deforestasi memiliki dampak lingkungan yang menghancurkan. Sebab itu kampanye membawa kantong sendiri digalakkan dan cukup berhasil hingga sekarang.

5. Memanggang yang salah
 
d 
Sumber: Whirpool 

Kita mungkin berpikir beralih dari alumunium foil ke kertas perkamen untuk melapisi loyang dapat membantu lingkungan karena foil membutuhkan waktu 400 tahun untuk terurai. Nyatanya perkamen bukanlah benar-benar kertas.

Kertas perkamen adalah kertas yang dilapisi dengan silikon yang membuatnya tidak dapat didaur ulang atau dibuat kompos. Pendiri Humble Suds Jennifer Parnell menyarankan kita untuk berinvestasi dalam alas kue silikon yang menjadi trik hebat

Semoga lima tips di atas membantumu, ya, Sobat Souja!

Sumber: Fimela.com

About

CKH Group is Indonesian MICE company based in Central Jakarta. Driven by our core values and with our own vision to bring more good managements and idea in order to support the MICE industry demand that getting higher not only in Jakarta, but also other cities in Indonesia.