Hindari Hal-hal Ini Saat Bertengkar dengan Pasangan

  • Sabtu, 31/07/2021 - 08:55 WIB
Sobat Souja, pertengkaran dalam hubungan adalah hal lumrah. Meski terkesan negatif, bertengkar sebenarnya memberikan dampak positif. Konon, bertengkar bisa membuat hubungan kian sehat. Dengan bertengkar, sobat dan pasangan bisa saling mengenal satu sama lain. Ikatan hubungan pun semakin kuat. Capaian-capaian ini bisa sobat raih jika pertengkaran dilakukan dengan cara yang benar, yakni untuk menemukan solusi dan bukan sekadar melampiaskan emosi. Ada beberapa hal yang sebaiknya hindari saat bertengkar. Berikut mengutip Prevention.

1. Melempar hinaan
berantem
source: pexels

Dalam hubungan jangka panjang, bisa dipastikan sobat tahu kata-kata yang paling menyakitkan buat orang yang dicintai. Namun, sekesal apa pun saat bertengkar, jangan sampai keluar kata-kata hinaan terhadap pasangan. "Menghina itu benar-benar di luar batas. Ini hanya bisa melukai pihak lain, ini tidak memecahkan masalah," kata Susan Heitler, relationship expert sekaligus psikolog klinis. Sebaiknya fokus pada solusi, bukan untuk melihat seberapa efektif membuat orang lain terluka.

2. Mengungkit masa lalu
past
source: pexels

Pertengkaran menyoal hal sepele bisa merembet jadi pertengkaran hebat. Salah satu penyebabnya adalah saat seseorang mulai mengungkit kisah masa lalu, terlebih yang menorehkan kesedihan. Sebaiknya fokus pada kini dan di sini. Caranya, hindari penggunaan kata 'selalu' dan 'tidak pernah' misal, 'Kamu selalu begini' atau 'Kamu tidak pernah menurut'. Komplain dengan cara mengaitkan kejadian masa lalu malah membuat pasangan jadi bersikap defensif. Sampaikan komplain dengan fokus pada apa yang Anda rasakan. Cara ini akan membuat pasangan lebih mau mendengarkan dengan seksama.

3. Orang tua jadi 'back up'
stop
source: pexels

Keluhan seputar masalah rumah tangga ke orang tua hanya akan mengubah masalah pribadi jadi masalah publik. Sobat mendapat dukungan dari orang luar dan pasangan akan merasa diserang. Jika benar-benar ingin curhat, sebaiknya pilih orang yang bisa dipercaya seperti sahabat.

4. Ancaman untuk mengakhiri hubungan
pacar
source: pexels

Ancaman untuk mengakhiri hubungan bukan ide yang baik. Aksi ancaman bisa merusak kepercayaan dan membuat pasangan merasa ditinggalkan. "Jangan mengancam untuk pergi. itu mungkin satu hal yang paling toksik yang sobat lakukan," kata Monica O'Neal, psikolog klinis Harvard dan relationship expert. Pertengkaran bukan hadir untuk merusak kesepakatan yang sudah dicapai. Pertengkaran terjadi untuk membuka komunikasi akan hal baru, termasuk jika sobat atau pasangan tidak sepakat dengan sesuatu hal.

5. Melibatkan kontak fisik
fisik
source: pexels

Kontak fisik, apalagi kekerasan, sangat tidak disarankan saat bertengkar. Kontak fisik tidak harus berupa menampar, memukul, atau menendang. Ada kontak fisik atau gestur yang bisa mengintimidasi seperti menghalangi jalan keluar, berdiri dengan gestur mengintimidasi di depan pasangan, atau melempar barang sehingga menciptakan suasana tidak nyaman. Gestur memalingkan wajah dan memutar bola mata saat lawan bicara berbicara akan membuat pasangan merasa takut dan tidak terhubung. Sebaliknya, buat bahasa tubuh yang lebih terbuka dan menciptakan suasana aman buat sobat dan pasangan.

Yuk, perhatikan hal-hal ini kalau berantem dengan pasangan ya, Sobat!

Source: cnnindonesia.com

About

CKH Group is Indonesian MICE company based in Central Jakarta. Driven by our core values and with our own vision to bring more good managements and idea in order to support the MICE industry demand that getting higher not only in Jakarta, but also other cities in Indonesia.