Hai Sobat Souja, apakah kalian suka mengalami kendala pendengaran akibat kotoran telinga yang menumpuk? Kotoran telinga merupakan gumpalan lunak
" />

Tips Membersihkan Kotoran Telinga Secara Alami

  • Jumat, 20/11/2020 - 09:25 WIB
Hai Sobat Souja, apakah kalian suka mengalami kendala pendengaran akibat kotoran telinga yang menumpuk? Kotoran telinga merupakan gumpalan lunak yang diproduksi secara alami oleh kelenjar minyak di liang telinga. Gumpalan yang terdapat pada liang telinga berperan dalam melindungi telinga dan menghambat pertumbuhan kuman. Hal tersebut tidak akan menimbulkan gangguan apabila tidak menumpuk. Meski demikian, tak jarang kotoran di liang telinga berlebihan dan menyumbat telinga hingga menyebabkan gangguan pendengaran. Oleh karena itu, kita seringkali mengeluarkan kotoran tersebut dengan berbagai cara seperti menggunakan cotton bud, jari kelingking, dan lain sebagainya. Lalu, gimana sih cara membersihkannya yang efektif dan menggunakan bahan alami? Yuk, kita simak infonya di bawah ini ya.
 
1. Minyak Kelapa
 
coconut oil
Source: okezone.com
Cara membersihkan telinga yang pertama ialah dengan menggunakan minyak kelapa. Hal ini dikarenakan minyak telinga memiliki kandungan rantai medium asam lemak. Sehingga hal tersebut berfungsi efektif dalam membantu melawan infeksi dan bakteri yang terdapat pada telinga. Panaskan sedikit minyak kelapa dan gunakan pipet tetes untuk memasukkan minyak ke liang telinga. Setelah itu tunggu sekitar lima menit dan bersihkan menggunakan kapas pembersih telinga.
 
2. Minyak Almond
 
almond oil
Source: medkomtek.com
Cara membersihkan telinga berikutnya ialah menggunakan minyak almond. Kandungan yang terdapat pada minyak almond dapat membantu melunakkan kotoran yang telah mengeras. Sehingga hal ini dapat memudahkan kotoran telinga keluar dengan sendirinya. Minyak almond ini dapat digunakan dengan cara memasukkannya ke liang telinga memakai pipet tetes. Kemudian diamkan selama beberapa menit sebelum Anda mengeluarkan kotoran yang terdapat di dalam telinga.
 
3. Baking Soda
 
baking soda bahan
Source: kompas.com
Salah satu cara membersihkan telinga secara alami yaitu menggunakan baking soda. Pasalnya baking soda merupakan bahan yang berfungsi efektif dalam menghilangkan kotoran telinga. Cara menggunakannya cukup mudah, campurkan baking soda ke dalam air dan tuangkan beberapa tetes ke liang telinga. Setelah itu diamkan beberapa saat sebelum Anda membersihkannya dengan kapas.
 
4. Air Garam
 
salty water
Source: doktersehat.com
Air garam memiliki kandungan yang dapat melarutkan kotoran telinga yang mengeras. Sehingga air garam dapat membantu membersihkan kotoran telinga secara alami. Caranya mudah, campurkan garam satu sendok makan ke dalam air. Rendam kapas pada larutan air garam tersebut dan teteskan sedikit di dalam telinga. Kemudian jaga air agar tidak keluar selama beberapa menit.
 
5. Minyak Zaitun
 
olive oil
Source: cloudinary.com
Cara membersihkan telinga lainnya ialah menggunakan minyak zaitun. Kandungan anti bakteri yang terdapat pada minyak zaitun berfungsi efektif dalam menjaga kesehatan telinga. Selain itu, minyak ini juga dapat melunakkan kotoran yang mengeras di liang telinga. Untuk menggunakan minyak zaitun ini caranya cukup mudah, masukan beberapa tetes minyak zaitun menggunakan kapas dan diamkan selama beberapa menit. Lakukan cara ini secara berulang hingga kotoran di dalam telinga keluar dan bersih.

Nah, itu dia Sobat Souja beberapa bahan alami yang sangat efektif untuk digunakan dalam membersihkan kotoran telingamu. Jadi Sobat harus lebih berhati-hati lagi ya, karena jika salah dalam membersihkan telinga maka dapat menyebabkan kotoran tersebut semakin terdorong ke dalam telinga. Tidak hanya itu, membersihkan liang telinga menggunakan alat-alat yang tidak semestinya juga dapat membahayakan dan merusak telinga. Semoga bermanfaat ya!

Sumber artikel : Merdeka.com
 

About

CKH Group is Indonesian MICE company based in Central Jakarta. Driven by our core values and with our own vision to bring more good managements and idea in order to support the MICE industry demand that getting higher not only in Jakarta, but also other cities in Indonesia.