Tips Berlibur Agar Terhindar dari Risiko Penularan Corona

  • Jumat, 01/01/2021 - 10:29 WIB
Hai, Sobat Souja! Libur panjang di tengah pandemi kerap memicu lonjakan kasus positif Covid-19. Maka dari itu, setiap masyarakat dirasa perlu memastikan rencana berlibur agar tak justru terpapar virus corona.

"Sebenarnya yang paling ideal adalah liburan di rumah," ujar ahli penyakit dalam, dr Nugraheni Irda, dalam keterangan resmi Primaya Hospital yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (24/2).

Namun, jika memang tetap harus bepergian atau sudah terlanjur merencanakan agenda berlibur, Anda diharapkan untuk mengikuti sejumlah tips berikut.

Hindari berlibur di zona merah
 
 
d 
Sumber: Deutch Welle 

Kasus positif Covid-19 semakin meningkat di sejumlah provinsi seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sumatra Utara, Bali, dan Kalimantan Selatan. Sejumlah kota atau kabupaten di dalamnya bahkan berstatus zona merah.

"Hindari wilayah-wilayah tersebut untuk berlibur. Pasalnya, wilayah-wilayah tersebut memiliki banyak destinasi wisata yang menarik sehingga nanti banyak wisatawan yang berkunjung," ujar Nugraheni.

Cek status zona merah pada tempat yang akan dikunjungi. Sebisa mungkin hindari daerah dengan status zona merah untuk mengurangi risiko keterpaparan virus corona.

Pilih area terbuka
 
d 
Sumber: BBC News 

Anda juga disarankan untuk memilih lokasi wisata dengan area terbuka seperti pegunungan, situs-situs budaya, pantai, kebun, berkemah di kaki gunung, dan lain sebagainya.

"Tentunya tempat terbuka lebih baik dibandingkan ruang tertutup dari segi penularan," ujar Nugraheni. Di area terbuka, udara segar terus bergerak dan silih berganti membantu menyebarkan mikro partikel sehingga kepadatan virus berkurang.

Sangat penting untuk selalu menghindari tempat keramaian dan mencari tempat wisata yang selalu menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Tetap menjaga jarak
 
 d
Sumber: Wired 

Pada dasarnya, aktivitas-aktivitas yang berpotensi menularkan Covid-19 selama berlibur adalah berkumpul, tidak menjaga jarak, kontak dengan banyak orang terlalu lama, dan menggunakan fasilitas publik bersama.

Bagaimana dengan aktivitas berenang, baik di pantai ataupun kolam renang?

"Sebenarnya hal yang paling baik adalah menghindari tempat-tempat seperti ini," ujar ahli penyakit dalam Mohammad Irfan.

Jika harus menggunakan fasilitas publik, lanjut Irfan, yang harus selalu diingat adalah tetap menjaga jarak minimal 1,5 meter dari pengunjung lainnya. "Sebisa mungkin air tidak tertelan atau masuk ke hidung. Segera mandi bersih setelah melakukan aktivitas di dalam air," kata dia.

Selektif mencari tempat makan
 
d 
Sumber: Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health 
 
Aktivitas makan di restoran tentu tak akan lepas dari agenda berlibur. Irfan menyarankan untuk mencari tempat makan yang bersih dengan pelayan yang menggunakan masker dan menyediakan tempat cuci tangan. Penting juga untuk mencari tempat makan yang mengatur tempat duduk.

Cari juga tempat makan di area terbuka, hindari ruangan ber-AC dan sempit. Selain itu, Irfan juga menyarankan untuk membawa alat makan sendiri yang lebih aman dan bersih.

"Boleh buka masker saat makan, tapi segera gunakan masker kembali setelah makan. Jangan berhadapan langsung dengan orang lain saat makan," imbau Irfan.

Pastikan istirahat dan gizi yang cukup
Bagi masyarakat yang melakukan perjalanan jauh, pastikan telah beristirahat cukup pada malam hari sebelumnya.

Konsumsi banyak air mineral selama perjalanan dan hindari minuman berpemanis atau bersoda. Anda juga disarankan tetap membawa suplemen dan obat-obatan yang rutin dikonsumsi.

Sumber: CNN Indonesia

About

CKH Group is Indonesian MICE company based in Central Jakarta. Driven by our core values and with our own vision to bring more good managements and idea in order to support the MICE industry demand that getting higher not only in Jakarta, but also other cities in Indonesia.