2 Menit Mengatasi Kebiasaan Menunda

  • Senin, 18/01/2021 - 10:38 WIB

Hello Sobat Souja, kamu seringkali menunda suatu pekerjaan, tugas atau sebuah tanggung jawab? Kebiasaan menunda-nunda sesuatu jika semakin dituruti akan semakin membuat kita kepayahan. Menunda satu pekerjaan akan berakibat tertundanya pekerjaan yang lain. Menunda sebuah tugas bisa membuat kita kewalahan menyelesaikannya karena akan semakin membuat tugas kita menumpuk di menit-menit terakhir.

menunda
 
Sumber : Idntimes.com

Sebenarnya ada banyak cara dan tips yang bisa dicoba untuk mengatasi kebiasaan suka menunda. Salah satunya yang paling efektif adalah dengan menggunakan Aturan Dua Menit. Seperti yang dipaparkan James Clear dalam bukunya, Atomic Habits, "Ketika Anda memulai kebiasaan baru, kebiasaan itu harus dilakukan dalam kurang dari dua menit."

Aturan dua menit

mulai

Sumber : Okezone.com

Kenapa Aturan Dua Menit? Gagasannya adalah membuat kebiasaan kita dimulai semudah mungkin. Lebih lanjut lagi James Clear mengungkapkan bahwa siapa pun dapat bermeditasi selama satu menit, membaca satu halaman, atau membereskan baju yang sudah kering. Kebiasaan baru tak harus seperti tantangan.

Bila kita ingin mengubah kebiasaan suka menunda kita, maka coba terapkan aturan dua menit ini. Gerakkan tubuh dan mulai lakukan sesuatu selama dua menit saja dahulu. Aksi-aksi berikutnya mungkin menyulitkan, tapi dua menit pertamanya haruslah mudah.

Melakukan sesuatu selama dua menit bisa menjadi kebiasaan pembuka. Kadang kita menunda sesuatu karena merasa terlalu berat untuk melakukannya. Maka, untuk mengatasinya kita perlu mengawalinya dengan kebiasaan pembuka yang berupa aturan dua menit.

Tertarik untuk mulai mencoba dan mendapatkan manfaatnya? Semoga info ini bisa memudahkan Sobat Souja untuk mengatasi kebiasaan suka menunda.

 

 

 

Sumber Artikel : Fimela.com


About

CKH Group is Indonesian MICE company based in Central Jakarta. Driven by our core values and with our own vision to bring more good managements and idea in order to support the MICE industry demand that getting higher not only in Jakarta, but also other cities in Indonesia.