Mengenal Fenomena Spirit Doll, Sekedar Lifestyle atau Refleksi Kesepian?

  • Kamis, 06/01/2022 - 07:16 WIB
Sobat Souja, beberapa hari belakangan publik digemparkan dengan fenomena para pesohor tanah air yang merawat sebuah boneka, dikenal sebagai Spirit Doll. Para figur publik ini secara terang - terangan merawat boneka tersebut lalu dikenalkan sebagai anak sendiri. Lantas apa itu Spirit Doll jika dimaknai secara definitif? Melansir CNN Indonesia, Spirit Doll adalah boneka yang digunakan berkaitan dengan hal-hal spiritual atau ritual keagamaan seperti doa dan meditasi. Boneka ini sering diletakkan di altar, digunakan di geraja atau menjadi objek pengabdian. Boneka arwah dapat berupa patung tokoh suci, leluhur, malaikat, dewa dan dewi.


Belakangan, Spirit Doll digunakan sebagai metode penyembuhan atau healing. Proses penyembuhan ini dilakukan dengan membuat sendiri spirit doll sesuai dengan keinginan. Proses pembuatan dan merawat boneka ini diyakini dapat menyembuhkan batin seseorang. Saat ini, spirit doll yang populer dan banyak dimiliki adalah boneka yang menyerupai bayi dan dirawat seperti manusia. Boneka ini seolah memiliki arwah layaknya bayi atau manusia pada umumnya. Boneka arwah ini bahkan juga dijual secara daring. 


Menanggapi fenomena Spirit Doll, Ketua Program Studi Terapan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Rose Mini Agoes Salim menyebut bahwa tak ada yang salah dengan memainkan serta merawat boneka arwah atau spirit doll yang menyerupai seperti seorang bayi. Namun, ini bisa menjadi bahaya ketika sudah terjerembab dalam ruang halusinasi.  Menurut Rose Mini, bermain Spirit Doll sebenarnya tak berbeda dengan anak kecil yang bermain ragam bentuk boneka. Selama masih bisa membedakan realitas dan halusinasi ini tidak jadi masalah.


Oleh karena itu, dia menekankan penting untuk memastikan apakah orang yang bermain boneka arwah masih menganggap bonekanya sebagai benda mati atau justru telah dianggap sebagai sosok yang hidup dan memiliki perasaan selayaknya manusia. Senada dengan Rose Mini, Psikolog dari Universitas Gadjah Mada Koentjoro mengatakan, ketika orang yang memelihara boneka arwah kemudian bersikap seolah boneka itu anaknya sendiri maka ini sudah tergolong masalah. Apalagi, jika sampai membentak atau memarahi orang yang menyebut boneka itu benda mati, karena perilaku ini bisa dikaitkan dengan ganggungan psikologis. 


Sumber: CNN Indonesia



About

CKH Group is Indonesian MICE company based in Central Jakarta. Driven by our core values and with our own vision to bring more good managements and idea in order to support the MICE industry demand that getting higher not only in Jakarta, but also other cities in Indonesia.