Cara Mengubah Sisa Makanan Tahun Baru Jadi Kompos Tanaman

  • Sabtu, 08/01/2022 - 11:03 WIB
Hai, Sobat Souja! Perayaan Natal dan tahun baru kerap meninggalkan banyak sisa makanan. Alih-alih jadi sampah, Anda bisa memanfaatkan sisa makanan ini menjadi kompos untuk tanaman di rumah.

Dikutip dari Healthline, pengomposan adalah proses mengubah bahan organik, seperti daun dan sisa makanan agar terurai menjadi pupuk atau tanah yang bernutrisi.

Membuat kompos bisa dilakukan dengan cara yang mudah dan sederhana. Cara termudah adalah menggunakan tempat sampah kompos yang bisa dibeli secara daring. Anda bisa menyimpannya di bawah wastafel atau rak cuci piring di rumah.

Alat pengomposan ini bisa mengubah sisa makanan menjadi pupuk yang kaya nutrisi hanya dalam beberapa jam. Hasil pengomposan ini akan menjadi pupuk alami.

Dikutip dari Bungalow, Anda bisa langsung menggunakan hasil kompos ini untuk tanaman di rumah. Selain membantu melestarikan bumi, cara ini juga bisa membuat Anda lebih hemat karena tidak harus membeli pupuk untuk tanaman di rumah.

Anda bisa menambahkan kompos pada tanaman di pot yang ada di halaman rumah atau balkon Anda.

Apa saja yang bisa dibuat menjadi kompos?

Terdapat sejumlah sisa makanan yang bisa dibuat menjadi kompos, yakni:

1. Kulit buah
2. Buah dan sayuran busuk
3. Ampas kopi dan filter kertas
4. Cangkang telur
5. Kulit kacang
6. Rambut dan bulu
7. Kertas, karton, dan koran robek.

Selain itu, juga terdapat beberapa hal yang mesti dihindari untuk dicampur dalam kompos. Misalnya kotoran hewan peliharaan karena mengandung bakteri atau parasit berbahaya. Begitu juga dengan tulang atau sisa daging, ikan, dan unggas karena menghasilkan bau dan bisa menarik hama.

Selain itu, produk susu, kenari, lemak, hingga minyak goreng juga tak bisa dibuat kompos karena mengandung bakteri berbahaya dan mengundang hama.

Selain menggunakan pot kompos, Anda juga bisa membuat kompos di halaman rumah. Berikut cara membuat kompos di halaman rumah.

1. Tentukan tempat

Hal pertama yang harus dilakukan adalah menentukan tempat tumpukan untuk sampah kompos. Jika Anda memiliki halaman, pilih lokasi luar ruangan yang memiliki banyak drainase. Penting juga untuk memilih area yang mudah diakses tetapi jauh dari hewan, termasuk hewan peliharaan dan satwa liar.

Sebagai alternatif, Anda dapat menggunakan wadah kompos, yaitu wadah yang dirancang untuk memudahkan memutar dan mencampur bahan pengomposan.

2. Mulai menambahkan materi

Setelah memilih lokasi, Anda bisa langsung menambahkan bahan atau sampah yang akan dibuat kompos. Anda bisa menumpuknya dengan membuat lapisan sampah.

Tambahkan bahan hijau dan bahan cokelat untuk menjaga keseimbangan dan mengoptimalkan proses dekomposisi. Bahan hijau terdiri dari sisa makanan, sedangkan bahan cokelat merupakan bahan yang kaya karbon seperti cabang, kertas, jerami, dan serpihan kayu. Pastikan menambahkan sedikit air ke setiap lapisan agar tetap lembap.

3. Balikkan campuran dengan teratur

Anda harus membalik tumpukan secara teratur untuk memastikan pengomposan merata. Untuk melakukannya, gunakan sekop atau garpu rumput untuk memutar agar distribusi dan kelembapan merata.

Anda harus membalik tumpukan setiap 4-7 hari. Saat kompos mulai matang, Anda bisa mengurangi intensitas membalikkan kompos.

4. Menggunakan kompos

Diperlukan waktu mulai dari beberapa minggu hingga satu tahun agar bahan terurai sepenuhnya, tergantung pada berbagai faktor, seperti ukuran tumpukan, bahan yang digunakan, tingkat kelembapan hingga iklim.

Saat siap digunakan, kompos akan berwarna coklat tua, mirip dengan tanah dan memiliki bau serta bebas dari material yang besar. Anda bisa menggunakan kompos dengan mencampurnya dalam tanah pot dan menaburkannya di atas permukaan tanah.

Anda juga bisa menyeduh kompos dengan merendam sedikit kompos dalam air selama 24-48 jam. Kemudian, saring campuran tersebut dan semprotkan ke tanaman untuk memasok nutrisi yang bermanfaat dan meningkatkan pertumbuhan tanaman Anda.

Sumber: CNN Indonesia

About

CKH Group is Indonesian MICE company based in Central Jakarta. Driven by our core values and with our own vision to bring more good managements and idea in order to support the MICE industry demand that getting higher not only in Jakarta, but also other cities in Indonesia.