Apa Saja 5 Warna Keberuntungan di Tahun 2022 Menurut Feng Shui?

  • Rabu, 19/01/2022 - 10:40 WIB
Sobat Souja, tahun 2022 disebut juga sebagai tahun Macan Air. Memasuki tahun baru Imlek, tentu ada harapan besar yang digantungkan. Pada ilmu kuno Tiongkok hal ini diatur dalam Feng Shui termasuk beberapa warna yang diklaim dapat meningkatkan keberuntungan. Catat apa saja warnanya dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari makeup, pakaian, hingga apapun dalam aktivitasmu, siapa tahu keberuntungan segera memihak kamu. Simak yuk! 


Merah
Penggunaan warna merah akan memacu semangatmu di tahun 2022 untuk lebih giat mengejar mimpi dan cita-cita. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan pulasan warna lipstik pada bibir, sehingga warna merah bisa diandalkan setiap saat. 


Kuning
Selain melambangkan keceriaaan, warna ini juga identik dengan kebijaksanaan dan kerapian, sehingga diharapkan bisa membantu kamu dalam memutuskan suatu hal yang besar. 


Biru
Biru identik dengan warna yang menenangkan. Dan di tahun ini, warna biru sangat disarankan dipakai. Hal ini sebagai simbol untuk tingkatkan keberuntungan dalam mencari pekerjaan. Cobalah pakai warna ini saat sedang melakukan wawancara pekerjaan.


Hitam
Pada tahun 2022 ini, hitam diartikan sebagai kebijaksanaan dan kehidupan sosial. Warna ini sangat cocok dipakai di sejumlah elemen, salah satunya pakaian. Kamu pun bisa menggunakan batu kristal hitam untuk menetralisir energi negatif yang ada. 


Cokelat
Warna cokelat adalah lambang elemen bumi. Elemen yang identik dengan stabilitas ini memiliki nuansa yang hangat. Kamu akan merasa lebih tenang dan bijaksana ketika menggunakan warna ini. Selain itu, saat dipakai dalam aktivitas sehari-hari, maka warna coklat akan memancarkan sisi dewasa dirimu yang semakin meningkatkan rasa percaya diri.


Sumber: Fimela

About

CKH Group is Indonesian MICE company based in Central Jakarta. Driven by our core values and with our own vision to bring more good managements and idea in order to support the MICE industry demand that getting higher not only in Jakarta, but also other cities in Indonesia.