Resep Lebaran: Es Podeng Enak Buat Segarkan Silaturahmi Lebaran

  • Sabtu, 07/05/2022 - 08:20 WIB
Hai, Sobat Souja! Meski bentuknya sama dengan es krim-es krim lain pada umumnya, tetapi es podeng memiliki rasa gurih berbeda.

Rupanya es krim satu ini terbuat dari santan sehingga memberikan citarasa gurih berbeda dengan es krim dari susu sapi.

Kata 'podeng' dalam bahasa Madura berarti putar atau 'puter' sehingga es podeng juga disebut es puter. Penamaan ini sesuai dengan cara pembuatan es podeng secara tradisional yakni dibuat dengan mesin putar manual.

Es podeng sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. Dikutip dari laman Indonesia Kaya, dulu es krim hanya dinikmati oleh kalangan tertentu. 

Kemudian muncul modifikasi es krim dengan santan.

Akan tetapi, Anda tetap bisa menikmati es podeng lezat buatan sendiri, cocok untuk buka puasa atau disajikan saat Lebaran. Simak resep es podeng ala santan Kara berikut.

Bahan:

70 g susu kental manis

150 ml santan

300 g gula pasir

1 sendok makan garam

2 sendok makan tepung maizena

1 lt air

Ketan hitam:

150 g ketan hitam

1,2 l air

1/2 sendok teh garam

1 sendok teh vanili bubuk

Topping:

1 lembar roti, potong dadu

1 buah alpukat, potong dadu

Agar-agar warna merah, serut

kacang tanah, sangrai

Coklat meses

Cara membuat:

1. Cuci bersih ketan hitam, masak bersama air, garam dan vanili hingga air surut. Sisihkan.
2. Siapkan panci, masukkan susu kental manis, santan, gula pasir garam, dan tepung maizena. Kemudian panaskan hingga mendidih.
3. Tuang ke dalam cetakan, tunggu hingga dingin, baru masukkan ke freezer selama 24 jam.
4. Keluarkan es dari cetakan, lalu haluskan dengan chopper atau food processor hingga bentuknya menyerupai salju. Kemudian masukkan kembali ke freezer selama 6 jam.
5. Setelah 6 jam, keluarkan lalu kerok menggunakan scoop, letakkan pada mangkuk saji.
6. Setelah 3-4 scoop, letakkan topping dan sajikan.

Sumber: CNN Indonesia

About

CKH Group is Indonesian MICE company based in Central Jakarta. Driven by our core values and with our own vision to bring more good managements and idea in order to support the MICE industry demand that getting higher not only in Jakarta, but also other cities in Indonesia.