Frutarian, Diet yang Cuma Makan Buah Setiap Hari, Sehat Enggak Sih?

  • Jumat, 20/05/2022 - 08:45 WIB
Hai, Sobat Souja! Buah-buahan dikenal sebagai makanan sehat yang dapat membantu menurunkan berat badan dan mencegah berbagai penyakit. 

Belum lagi rasanya yang segar dan nikmat membuat sebagian orang memilih memakan buah setiap hari. 

Bahkan, ada salah satu diet yang disebut sebagai "frutarian" yang hanya menerapkan konsumsi buah (termasuk kacang-kacangan) tanpa diimbangi dengan makanan lain. 

Sejumlah tokoh disebut-sebut pernah menjalani diet frutarian. Sebut saja Steve Jobs, pendiri brand ternama, Apple. 

Menurut laman Walter Isaacson's Jobs Biography, Steve terkadang hanya makan wortel dan apel selama berminggu-minggu. 

Alasan ini pula yang menjadikan perusahaannya diberi nama Apple, lantaran terdengar "menyenangkan, bersemangat, dan tidak mengintimidasi". 

Sejumlah selebritas, blogger dan youtuber ternama juga kerap terlihat memilih gaya hidup satu ini, karena dianggap sebagai pola makan yang sehat. 

Apakah diet yang satu ini aman dilakukan? 

Melansir laman The List, diet hanya makan buah atau frutarian dapat berdampak pada ketidakseimbangan nutrisi pada tubuh dan memicu berbagai masalah penyakit. 

Kate Patton MEd, RD, CSSD, LD, ahli gizi dari Cleveland Clinic mengatakan, diet yang satu ini bisa memicu tubuh kekurangan nutrisi. 

"Diet buah memiliki risiko besar kekurangan gizi," kata dia.

Membatasi tubuh hanya mengonsumsi buah dapat membuat tubuh menjadi tidak seimbang. 

Bahkan jika kita menambahkan beberapa kacang-kacangan atau biji-bijian, kita akan tidak akan merasa kenyang dan tubuh akan memberi sinyal seperti "ada yang salah". 

Risiko diet frutarian pada tubuh 

Berikut ini adalah risiko ketika makan buah setiap hari yang akan terjadi pada tubuh, jika tidak diimbangi dengan asupan makanan lain. 

1. Kekurangan vitamin D 

Menurut laman Mayo Clinic, Vitamin D secara alami ditemukan dalam susu, sereal, dan ikan berlemak seperti salmon, mackerel, dan sarden. 

Nutrisi tersebut tidak akan tercukupi jika hanya mengonsumsi buah-buahan saja. Tanpa vitamin D, tubuh tidak bisa menyerap kalsium dan magnesium dengan baik. 

Vitamin D juga berperan penting untuk kekuatan tulang, sesuatu yang kita butuhkan sepanjang hidup. Selain itu, tanpa vitamin D, tulang akan lebih sulit sembuh dari cedera. 

Vitamin D juga penting untuk kesehatan sel yang kuat. Ini adalah anti-inflamasi dan membantu menjaga sistem kekebalan tubuh. Meskipun ada suplemen Vitamin D yang tersedia, suplemen tersebut sering memiliki aditif yang dilarang oleh diet buah. 

2. Memicu tubuh merasa kelaparan 

Tanpa beberapa tingkat protein dan lemak, tubuh kita mungkin akan merasa sering kelaparan. 

Ini dapat menyebabkan sistem penting dalam tubuh mati saat kita memasuki mode "bertahan hidup".

Sebenarnya, perut yang merasa kelaparan tidak akan terjadi jika hanya makan buah dalam beberapa hari. 

Tapi untuk jangka waktu yang cukup lama, tubuh akan bekerja keras dengan kondisi kekurangan nutrisi. 

Gejala seperti lemah, letih, lesu, depresi, sembelit, kedinginan atau bahkan kerontokan rambut bisa dialami. 

3. Mengganggu sistem pencernaan 

Meski beberapa buah memiliki manfaat untuk melancarkan pencernaan. Tapi jika tidak diimbangi dengan makanan lain, maka dampaknya bisa mengganggu sistem pencernaan. 

Pada dasarnya prebiotik (bakteri baik) itu seperti pupuk di dalam usus. Ada hampir 1.000 jenis bakteri di usus yang berkontribusi pada pencernaan. 

Bakteri ini melapisi usus dan membantu mencerna dan menyerap nutrisi dari makanan dengan benar. 

Bakteri usus bertanggung jawab atas kesehatan, suasana hati, dan fungsi otak yang baik. 

Tanpa adanya makanan lain dalam usus, bakteri baik akan merasa kebingungan untuk berfungsi sebagaimana mestinya. 

Sehingga, beberapa masalah pencernaan dan gangguan usus bisa dialami. 

Fungsi penyerapan nutrisi menjadi terhambat dan justru manfaat kesehatan dari buah-buahan tidak bisa maksimal.

4. Rambut dan kuku menjadi rapuh 

Masih bicara soal penyerapan nutrisi. Di dalam tubuh, diperlukan gizi lain seperti kalsium, zat besi, seng dan asam lemak omega tiga. 

Nutrisi tersebut kebanyakan tidak dapat ditemukan di dalam buah. Ini memainkan peran penting dalam kesehatan rambut dan kuku. 

Jika hanya mengonsumsi buah, maka hal itu bisa membuat rambut dan kuku mudah rapuh dan menimbulkan masalah kesehatan baru. 

5. Massa otot melemah 

Protein yang terkandung pada buah sangat sedikit. Meski diet buah memungkinkan kita untuk mengonsumsi biji-bijian dan kacang-kacangan, tapi nutrisi itu belum cukup untuk tubuh orang dewasa. 

Terlebih jika kita termasuk orang yang aktif dan menjalani diet buah. Tubuh memerlukan lebih banyak protein untuk memulihkan dan membangun massa otot. 

Ketika kebutuhan protein tidak terpenuhi dengan baik, maka dampaknya bisa membuat massa otot melemah. 

Otot akan lebih mudah cedera, mengembangkan pembengkakan sampai kelemahan fisik. 

6. Mengembangkan gangguan pankreas 

Diet frutarian dapat berisiko menyebabkan gangguan pankreas. Aktor Ashton Kutcher, yang memerankan Steve Jobs dalam film "Jobs" sempat mencoba diet satu ini. 

Dua hari menjelang syuting, Kuthcer dilarikan ke rumah sakit karena menderita gangguan pankreas. 

"Saya merasakan sakit yang luar biasa. Tingkat pankreas saya rusak dan menakutkan," kata dia.

Selain itu pada 2003, Steve Jobs didagnosa menderita kanker pankreas. 

Dokternya menawarkan untuk melakukan operasi, tapi Jobs memilih untuk menyembuhkan dirinya sendiri dengan diet buah dan wortel yang tetat. 

Meski pada akhirnya memilih untuk menjalani operasi, tetapi kanker sudah menyebar ke tulangnya. Jobs meninggal karena kanker pankreas pada tahun 2011. 

Tak ada cara terbaik untuk mencegah berbagai masalah datang akibat diet hanya makan buah.

Satu-satunya cara adalah melengkapi kebutuhan nutrisi yang seimbang. Sebab, buah-buahan saja belum mampu mencukupi kebutuhan tubuh akan nutrisi lain.

Sumber: Kompas.com

About

CKH Group is Indonesian MICE company based in Central Jakarta. Driven by our core values and with our own vision to bring more good managements and idea in order to support the MICE industry demand that getting higher not only in Jakarta, but also other cities in Indonesia.