Covid-19 Kembali Meroket, Perhatikan Juga Gejala di Perut

  • Selasa, 28/06/2022 - 10:33 WIB
Hai, Sobat Souja! Indonesia kembali dilanda kekhawatiran akibat kemunculan subvarian Omicron BA.4 dan BA.5. Keduanya membuat angka kasus Covid-19 terus melonjak.

Pada dasarnya, subvarian anyar satu ini punya karakter yang mirip dengan Omicron pada umumnya. Gejala yang ditimbulkan pun hampir sama dan cukup ringan.

Tak cuma saluran napas, Omicron juga diketahui memengaruhi sejumlah organ lainnya, termasuk saluran pencernaan.

Sejumlah studi menemukan bahwa varian Omicron juga memicu masalah pada sistem pencernaan. Seperti diantaranya mual, diare, dan sakit perut.

"Pada individu tertentu, Covid-19 memang dapat menyebabkan gejala gastrointestinal [pencernaan]. Meski tidak umum, tapi gejala itu nyata," ujar pakar penyakit menular dari John Hopkins Medical Center, Amesh A Adalja, mengutip Prevention.

Gejala sakit perut, lanjut Adalja, umumnya akan disertai dengan diare.

Ahli penyakit menular lain, William Schaffner mengatakan bahwa Omicron dapat dideteksi di feses dan bisa berkembang biak di selaput lendir yang melapisi saluran usus.

"Itu bisa menyebabkan peradangan dan kram, utamanya sakit perut," ujar Schaffner.

Gejala sakit perut ini umumnya tak terlalu serius. Gejala ini juga cenderung datang dan pergi saat seseorang terpapar Omicron.

Namun, bukan berarti sakit perut memastikan bahwa Anda positif Covid-19. Sakit perut juga bisa menandakan kondisi lainnya seperti infeksi pada dinding lambung atau gastroenteritis.

Selain masalah pencernaan, Omicron juga kerap menimbulkan gejala lain seperti berikut:

- batuk;
- pilek atau hidung tersumbat;
- kelelahan;
- sakit kepala dan pusing;
- demam.

Cara Mengatasi Gejala Sakit Perut Akibat Covid-19

Jika Anda dinyatakan positif Covid-19 dan mengalami sakit perut, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya. Berikut diantaranya.

1. Konsumsi makanan ringan

Schaffner merekomendasikan untuk menghindari makanan berat dan berminyak seperti piza dan gorengan. Pilihlah makanan yang lebih lembut di perut seperti pisang, roti panggang, dan lainnya.

2. Terhidrasi

Kedua adalah tetap terhidrasi. Konsumsi banyak air untuk menghilangkan racun dari saluran pencernaan.

Asupan air sangat penting, apalagi bagi Anda yang juga mengalami gejala diare. Diare membuat tubuh kehilangan banyak cairan dan bisa memicu dehidrasi.

3. Coba obat herbal

Masalah pencernaan seperti sakit perut dan mual bisa diatasi dengan obat-obatan alami. Misalnya saja teh peppermint atau minuman jahe hangat.

4. Konsumsi antasida

Histamin-2 blocker famotidine dapat membantu Anda saat mengalami masalah refluks dan sakit perut.

Beberapa uji klinis menemukan bahwa gejala pencernaan pada pasien Covid-19 yang mengonsumsi famotidine membaik dengan lebih cepat.

Masalah saluran pencernaan pada Covid-19 tidak bisa dianggap enteng. Jika sakit berlangsung atau tak membaik setelah 48 jam, segera konsultasikan dengan dokter.

Sumber: CNN Indonesia

About

CKH Group is Indonesian MICE company based in Central Jakarta. Driven by our core values and with our own vision to bring more good managements and idea in order to support the MICE industry demand that getting higher not only in Jakarta, but also other cities in Indonesia.