Hai, Sobat Soulja! Terkadang hal yang paling sulit saat menabung adalah me" />

8 Tips Menabung, Dijamin Efektif!

  • Selasa, 02/08/2022 - 10:05 WIB

Hai, Sobat Soulja! Terkadang hal yang paling sulit saat menabung adalah memulainya. Simak 8 tips menabung yang efektif dan efisien. Dijamin anti gagal!

 

Perencanaan finansial (financial planning) sangat dibutuhkan dalam membangun kebiasaan menabung yang baik dan benar. Melansir dari Bank of America pada Jumat (24/6/2022), berikut tips yang bisa Anda terapkan untuk mencapai tujuan menabung, baik untuk untuk jangka pendek ataupun jangka panjang.

 

s Sumber: Kompas

 

1. Catat Pengeluaran

Langkah pertama untuk mulai menabung adalah mencari tahu berapa banyak uang yang telah Anda belanjakan. Catat semua pengeluaran Anda, mulai dari kebutuhan sehari-hari, seperti makanan hingga tagihan bulanan rutin. Catat seluruh pengeluaran keuangan Anda dengan cara yang dirasa paling mudah, misal sesederhana menggunakan pensil dan kertas, atau menggunakan spreedsheet, atau bahkan menggunakan aplikasi pelacak pengeluaran yang tersedia di PlayStore atau AppStore.

 

Setelah Anda mengetahuinya informasi di setiap pengeluaran, maka selanjutnya Anda dapat mengurutkannya sesuai kategori lalu menjumlahkannya. Cek juga kartu kredit dan laporan mutasi bank Anda untuk memastikan apakah Anda telah menginput keseluruhan pengeluaran dengan benar.

 

2. Sisipkan Rencana Berhemat

Setelah Anda mengetahui apa saja yang telah Anda belanjakan dalam sebulan, Anda dapat mulai membuat anggaran atau budgeting. Anggaran yang Anda buat harus menunjukkan berapa jumlah pengeluaran dan penghasilan Anda. Dengan demikian, Anda dapat merencanakan berapa banyak uang yang harus dikeluarkan dan tentunya untuk membatasi pengeluaran yang berlebihan.

Pastikan untuk memperhitungkan pengeluaran secara teratur. Tapi, perlu diingat bahwa tidak semua harus dilakukan setiap bulannya, seperti perawatan mobil.

Terakhir, rencanakan berapa jumlah yang Anda tabung. Besarannya bisa 15 hingga 20 persen dari penghasilan Anda. Sertakan juga target menabung secara riil agar Anda dapat berhemat secara nyaman.

 

3. Kurangi Pengeluaran

Jika Anda tidak dapat menabung sebanyak yang Anda inginkan, mungkin sudah waktunya untuk mengurangi pengeluaran. Identifikasi hal-hal yang dirasa dapat dikurangi dengan cara mencari alternatif lain.

Berikut beberapa ide  untuk mengurangi pengeluaran:

  • Cari aktivitas gratis : Untuk menemukan hiburan gratis atau murah, anda bisa mendaftar acara yang dibuat oleh sebuah komunitas.
  • Tinjau tagihan berulang: Batalkan langganan dan keanggotaan yang tidak Anda gunakan—terutama jika layanan tersebut harus diperpanjang secara otomatis.
  • Periksa biaya makan di luar VS memasak di rumah: Anda bisa membiasakan diri untuk memasak sendiri di rumah. Apabila ingin makan di luar, tentunya cari restoran yang menyediakan promo
  • Tunggu sebelum Anda membeli: Kadang kita tidak bisa membedakan antara keinginan dan kebutuhan jika dihadapkan oleh suatu barang.

 

4. Tetapkan tujuan tabungan

Salah satu cara terbaik untuk menghemat uang adalah dengan punya tujuan. Mulailah berpikir apa sebenarnya tujuan Anda menabung. Apakah itu untuk jangka pendek satu sampai tiga tahun) ataukah jangka panjang (empat tahun atau lebih).

Kemudian perkirakan berapa banyak uang yang Anda perlukan dan berapa lama waktu yang diperlukan bisa menabung memenuhi target tersebut.

  • Tujuan umum jangka pendek: Dana darurat (biaya hidup tiga sampai sembilan bulan), liburan atau uang muka mobil
  • Tujuan umum jangka panjang: Uang muka untuk rumah atau proyek renovasi, pendidikan atau pensiun anak Anda.

 

5. Tentukan Prioritas Keuangan 

Setelah mengetahui pengeluaran dan pendapatan Anda, secara tidak langsung tujuan akan mengikuti bagaimana Anda mengalokasikan tabungan.

Misalnya, jika Anda tahu Anda akan perlu mengganti mobil Anda dalam waktu dekat, Anda bisa mulai menyisihkan uang untuk membeli mobil sekarang. Pastikan untuk terus mengingat tujuan jangka panjang, seperti persiapan dana pensiun.

 

6. Pilih Produk yang Tepat

Ada banyak rekening tabungan dan investasi yang cocok untuk tujuan jangka pendek dan jangka panjang. Anda dapat memilihnya sesuai kebutuhan.

Perhatikan baik-baik semua opsi dan pertimbangkan saldo minimum, biaya, suku bunga, risiko, dan seberapa cepat Anda membutuhkan uang. Berikut pilihannya:

Produk untuk Tujuan jangka pendek

  • Sebuah rekening tabungan
  • Sertifikat deposito, yang mengunci uang Anda untuk jangka waktu tertentu pada tingkat yang biasanya lebih tinggi daripada rekening tabungan.   

Produk untuk Tujuan jangka panjang

Jika Anda menabung untuk masa pensiun atau pendidikan anak Anda, pertimbangkan:

  • Simpanan dana pensiun
  • Sekuritas, seperti saham atau reksa dana.

7. Sistem Auto Debet

Hampir semua bank menawarkan transfer otomatis antara rekening giro dan tabungan. Anda dapat memilih kapan, berapa banyak, dan ke rekening mana harus mentransfer uang atau bahkan membagi setoran langsung, sehingga setiap gaji, sebagiannya akan terpotong dan langsung masuk ke rekening tabungan Anda.

 

8. Perhatikan Nominal Tabungan

Tinjau anggaran Anda dan periksa progress keuangan yang Anda tabung setiap bulan. Itu akan membantu Anda tidak hanya berpegang pada rencana tabungan pribadi Anda, tetapi juga mengidentifikasi dan memperbaiki suatu masalah.

Memahami cara menghemat uang tentu dapat menginspirasi Anda untuk memilih strategi yang efektif untuk mencapai tujuan dengan lebih cepat. Tetapkan tujuan jangka pendek yang kecil dan dapat dicapai untuk sesuatu yang menyenangkan dan melampaui anggaran bulanan Anda, seperti membeli smartphone baru atau hadiah liburan. Mencapai tujuan yang lebih kecil dan menikmati hadiah yang telah Anda simpan, dapat memberi Anda dorongan psikologis, membuat hasil menabung lebih cepat dan memperkuat kebiasaan.

 

Selamat menabung, Sobat Soulja!

 

Sumber: Bisnis.com



About

CKH Group is Indonesian MICE company based in Central Jakarta. Driven by our core values and with our own vision to bring more good managements and idea in order to support the MICE industry demand that getting higher not only in Jakarta, but also other cities in Indonesia.