7 Cara Membuat Anak Terbiasa Makan Makanan Sehat

  • Minggu, 05/09/2021 - 10:42 WIB
Hai, Sobat Souja! Salah satu kunci daya tahan tubuh anak yang kuat adalah asupan yang bernutrisi tinggi. Orang tua wajib mengajarkan dan membiasakan anak mengonsumsi makanan bernutrisi untuk meningkatkan sistem imun anak.

Daya tahan tubuh yang kuat penting agar anak memiliki pertahanan diri terhadap penyakit. Apalagi saat ini sebagian anak sudah mulai Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Risiko terinfeksi virus pun semakin tinggi.

Oleh karena itu, penting untuk memastikan anak mengonsumsi makanan sehat yang baik untuk kesehatan. Orang tua bisa melakukan sejumlah cara membuat anak terbiasa makan makanan sehat berikut ini.

1. Biarkan anak membantu menyiapkan makanan

Anak-anak bisa diajak ke dapur dan terlibat dalam proses menyiapkan makanan. Anak usia TK misalnya bisa diajak memilik sayur dengan warna-warna yang menarik untuk dijadikan sup. Anak usia SD bisa membantu mengaduk atau mengukur bahan.

Melansir dari Very Well Family, membiasakan anak terlibat di dapur membuat mereka mengerti proses pengolahan makanan dari bahan hingga ke meja makan. Dengan begitu, mereka akan lebih bertanggung jawab terhadap makanan yang dikonsumsi.

2. Pahami porsi sesuai keinginan anak

Jangan marahi anak jika makan tak sesuai porsinya. Seperti orang dewasa, anak juga mengalami perubahan nafsu makan. Jika nafsu makan anak tak kunjung membalik lebih dari tiga hari segera periksa ke dokter

Sediakan pilihan makanan sehat yang menggugah selera agar nafsu makan anak meningkat. Biarkan anak eksplorasi dengan rasa juga tekstur makanan. Jadikan makan sebagai pengalaman yang menyenangkan, bukan menimbulkan trauma.

3. Ajak anak fokus pada makanannya

Sebaiknya biasakan anak untuk fokus saat makan. Artinya, anak duduk dan menikmati aktivitas makan, bukan makan sambil menonton televisi atau mengakses gawai. Makan dibarengi dengan distraksi seperti ini membuat anak sulit mendeteksi rasa kenyang sehingga rentan membuatnya makan berlebihan (overeating).

Kemudian, ingatkan anak untuk mengunyah makanan dengan perlahan. Cara ini juga bisa membantu anak mendeteksi rasa lapar dan kenyang. Beri jarak 15 menit setelah porsi pertama sebelum memutuskan memberikan porsi kedua. Jeda waktu ini memberikan kesempatan otak untuk mengolah rasa kenyang.

4. Makan bersama sesering mungkin

Buat aktivitas makan semenyenangkan mungkin salah satunya dengan makan bersama seluruh anggota keluarga. Situasi menyenangkan di meja makan menumbuhkan pemahaman bahwa makan bersama adalah itu sesuatu yang ditunggu-tunggu.

Buat anak yang masih dalam program MPASI, makan bersama keluarga. Ini sekaligus mengajarkan anak cara makan, memegang sendok, dan minum dengan gelas.

5. Sarapan

Sebagian anak masih belajar dari rumah. Namun bukan berarti kebiasaan sarapan dihilangkan atau digeser jadi 'brunch'. Tetap biasakan sarapan meski dengan menu-menu praktis dan sederhana semisal segelas susu, pisang, atau sandwich.

Melansir dari Healthy Food, sarapan akan jadi bekalnya beraktivitas, berat badan terkontrol, dan tidak mudah lemas saat sekolah.

6. Atur camilan sehat

Camilan mampu melengkapi kebutuhan kalori harian anak. Berikan anak kesempatan untuk memilih camilan mereka selama seminggu. Tentukan jenis camilan yang sehat dan nikmat dikonsumsi anak. Pergantian pilihan camilan per minggu juga tidak akan membuat mereka bosan.

Di samping itu, berikan camilan di waktu yang tepat. Jangan sampai camilan dikonsumsi terlalu dekat dengan jam makan besar.

7. Tidak memberikan label 'buruk' pada makanan

Sebaiknya orang tua tidak melabeli makanan tertentu sebagai makanan 'jahat', 'buruk' atau label negatif lain. Cukup berikan perlakuan spesial bahwa makanan-makanan ini hanya dikonsumsi di momen tertentu.

Misalnya konsumsi permen, makanan manis, atau cake pada waktu tertentu saja. Batasi pula konsumsi garam dan lemak pada anak

Sumber: CNN Indonesia

About

CKH Group is Indonesian MICE company based in Central Jakarta. Driven by our core values and with our own vision to bring more good managements and idea in order to support the MICE industry demand that getting higher not only in Jakarta, but also other cities in Indonesia.