5 Cara Masak Mi Instan yang Sehat, Menurut Ahli Gizi

  • Minggu, 10/10/2021 - 09:42 WIB
Hai, Sobat Souja! Daftar 10 mie instan terenak di dunia baru saja dirilis. Indomie, produk mi instan asal Indonesia, menandai dua tempat dalam kategori mie goreng instan terenak di dunia dalam daftar tersebut.

Berikut cara menyajikan mi instan yang lebih sehat.

Mi instan memang menjadi sajian favorit hampir sebagian besar orang. Selain karena harga yang murah, panganan ini juga menggugah selera dan enak dinikmati pada waktu-waktu tertentu.

Kala lapar di tengah malam, hujan turun, hingga saat bersantai menonton film di rumah.

Hanya saja, bayang-bayang mi instan sebagai makanan tidak sehat tak jarang membuat sulit untuk bisa menikmati tanpa rasa 'berdosa' atau bersalah.

Lalu, bagaimana agar tetap bisa menikmati mi instan yang sehat dan tanpa rasa bersalah?

Dokter spesialis gizi, Inge Permadhi mengatakan mi instan pada dasarnya merupakan karbohidrat. Makanan ini hampir sepenuhnya terbuat dari tepung.

Karbohidrat pada mi instan bukan hal yang buruk untuk dikonsumsi manusia. Meski begitu, perlu ada tambahan gizi lainnya agar lebih seimbang.

"Makanan sehat harus seimbang ada karbohidratnya, proteinnya, lemaknya. Nah, mi instan ini banyak karbohidratnya, kalau mau sehat harus ditambah protein, lemak, dan pendamping lainnya," kata Inge saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (7/10).

Berikut cara memasak mi instan agar lebih sehat sesuai anjuran ahli gizi.

1. Tambah sayuran

Mi instan memiliki banyak karbohidrat jenis simpleks. Karbohidrat ini sangat mudah diserap tubuh dan akan meningkatkan gula darah dengan cepat.

Namun tak perlu khawatir, Anda bisa menambahkan sayuran hijau agar sajian mi instan lebih seimbang. Berbagai jenis sayuran bisa ditambahkan saat Anda memasak mie instan.

"Tambah sayuran, bisa apa saja. Bayam, sawi, brokoli, tambahkan yang banyak. Ini juga akan lebih nikmat," kata Inge.

2. Lengkapi dengan protein

Saat memasak mi instan sebaiknya tambahkan putih telur tanpa kuningnya atau dada ayam agar mi yang dikonsumsi lebih bergizi.

Jika tidak bisa mengonsumsi protein hewani Anda juga bisa menambahkan tahu sebagai protein nabati pada mi instan yang dimasak.

"Menambahkan protein bisa menambah kelezatan mi dan tentunya membuat gizinya lebih seimbang," saran Inge.

3. Kurangi bumbu

Saat memasak mi instan sebaiknya kurangi takaran bumbu yang disediakan dalam bungkus mi tersebut. Ini untuk mengurangi kandungan garam yang bisa diserap oleh tubuh.

Inge juga sangat tidak merekomendasikan menambahkan bumbu masakan instan lainnya ke dalam mi instan yang akan Anda makan.

4. Ganti air rebusan

Mengganti air rebusan mi dengan air biasa saat akan dikonsumsi jauh lebih sehat. Hal ini untuk mengurangi larutan karbohidrat dari mi yang telah direbus dalam air tersebut.

"Sebagian karbohidrat yang ada di mie akan larut dalam air rebusan ketika dimasak. Mengganti airnya sedikit mengurangi karbohidrat yang dikonsumsi," kata Inge.

5. Masak dengan air mendidih

Tak sedikit orang yang memasak mi instan hanya dengan menyeduhnya menggunakan air panas. Ini memang tidak dilarang, tapi sebaiknya Anda memasak mi dengan air mendidih sesuai dengan tata cara memasak mie yang tercantum dalam kemasannya.

"Selain lebih sehat, mie yang dimasak dengan air mendidih di atas kompor juga pastinya terasa jauh lebih enak," kata Inge.

Itulah cara memasak mie instan agar lebih sehat sesuai saran ahli gizi.

Sumber: CNN Indonesia

About

CKH Group is Indonesian MICE company based in Central Jakarta. Driven by our core values and with our own vision to bring more good managements and idea in order to support the MICE industry demand that getting higher not only in Jakarta, but also other cities in Indonesia.