Batasi Sejak Dini, Berikut ini 5 Dampak Kurang Baik dari Mengonsumsi Garam!

  • Kamis, 21/10/2021 - 08:42 WIB
Sobat Souja, banyak ahli kesehatan di seluruh dunia yang menyarankan agar mulai membatasi konsumsi garam sejak dini agar tidak berdampak buruk terhadap kesehatan. Kementerian Kesehatan RI mengeluarkan pedoman konsumsi gula, garam dan lemak, di mana konsumsi garam per hari hanya boleh satu sendok teh atau setara 2.000 miligram natrium. Beberapa risiko kesehatan akibat terlalu banyak konsumsi garam termasuk masalah ginjal, mudah haus, dan tekanan darah yang lebih tinggi. Risiko kesehatan terlalu banyak garam. Berikut sejumlah risiko kesehatan akibat terlalu banyak garam yang dikonsumsi, mengutip Kompas.com, 


Berbahaya untuk Jantung
Mengonsumsi terlalu banyak garam juga dapat menyebabkan retensi cairan, yang dapat meningkatkan tekanan darah. Padahal, tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko utama serangan jantung, stroke dan gagal jantung. Terlalu banyak garam, dapat menyebabkan cairan menumpuk di sekitar jantung dan paru-paru, sehingga membuat jantung harus bekerja lebih keras. Tekanan darah tinggi yang tidak terkendali juga dapat merusak dinding arteri. Kondisi ini bisa menyebabkan penumpukan lemak, yang berpotensi memicu serangan jantung atau stroke. 


Sering Haus
Mendorong tubuh untuk minum lebih banyak air adalah cara tubuh untuk mencoba memperbaiki rasio natrium-air. Itulah mengapa ketika kita mengonsumsi terlalu banyak garam atau makan makanan tinggi garam, kita akan cenderung lebih mudah haus. Di sisi lain, jika tubuh tidak mengasup cairan setelah mengonsumsi garam dalam jumlah tinggi, kadar natrium dalam tubuh bisa naik di atas tingkat aman. Kondisi ini pada akhirnya dapat mengakibatkan hypernatremia. Hypernatremia dapat menyebabkan air keluar dari sel-sel tubuh dan masuk ke dalam darah sebagai upaya untuk mengencerkan kelebihan natrium. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan kebingungan, kejang, koma, bahkan kematian. 


Mengganggu Kinerja Ginjal
Ginjal menyaring lebih dari 120 liter darah setiap harinya. Organ ini juga berfungsi untuk menarik racun dan cairan yang tidak diinginkan dari sel-sel di seluruh tubuh, kemudian mengirimnya ke kandung kemih untuk dibuang melalui urine. Konsumsi garam berlebih dapat mempersulit ginjal untuk mengeluarkan cairan. Akibatnya, cairan bisa menumpuk dan meningkatkan tekanan darah. Jika tidak diatasi, kondisi ini bisa memicu penyakit gagal ginjal. 


Tekanan Darah Tinggi
Konsumsi makanan dengan terlalu banyak garam dalam jangka waktu lama bisa memicu sejumlah masalah kesehatan, termasuk tekanan darah tinggi atau hipertensi. Menurunkan kandungan garam dari pola makan bisa membantu menurunkan tingkat tekanan darah. Obesitas dan penuaan juga memperkuat efek peningkatan tekanan darah dari diet tinggi garam. 


Mengganggu Kualitas Tidur
Mengonsumsi terlalu banyak garam juga dapat memengaruhi kualitas tidur. Konsumsi makanan tinggi natrium di malam hari dapat menyebabkan gangguan tidur, karena terjadi peningkatan tekanan darah dan cairan. Akibatnya, seseorang akan menjadi gelisah ketika tidur, sering terbangun dan tidak merasa tubuh cukup istirahat ketika bangun di pagi hari. 


Sumber: Kompas.com

About

CKH Group is Indonesian MICE company based in Central Jakarta. Driven by our core values and with our own vision to bring more good managements and idea in order to support the MICE industry demand that getting higher not only in Jakarta, but also other cities in Indonesia.