5 Kandungan Skincare yang Aman untuk Ibu Hamil dan Menyusui

  • Minggu, 21/11/2021 - 11:37 WIB
Hai, Sobat Souja! Hamil dan menyusui bukan berarti tak boleh terlihat cantik. Ibu hamil dan menyusui pun butuh skincare agar wajah tetap terlihat segar.

Namun, tak sembarang skincare yang bisa digunakan. Ada beberapa kandungan skincare yang aman untuk ibu hamil.

Perlu diketahui, bahan-bahan tertentu, termasuk yang ada di dalam produk skincare, dapat diserap ke dalam tubuh dan masuk memengaruhi janin bayi. Beberapa bahan terbilang aman, namun beberapa yang lain dapat memberikan dampak buruk bagi janin.

Masalah Kulit saat Hamil

Banyak ibu hamil mengalami perubahan kondisi kulit. Hormon tertentu bisa jadi biang keroknya.

Beberapa perempuan umumnya mengalami masalah kulit yang memburuk seiring waktu kehamilan. Mengutip Healthline, beberapa masalah kulit yang umum terjadi pada ibu hamil di antaranya kulit kering, kulit yang menggelap atau melasma, dan jerawat.

Orang yang mengidap gangguan pada kulit sebelumnya seperti eksim dan psoriasis juga bisa mengalami perubahan gejala, baik membaik atau memburuk.

Sayangnya, perubahan kulit yang mengganggu itu dapat memengaruhi hal lain seperti munculnya stretch mark, spider veins, pertumbuhan rambut, hingga kerontokan rambut.

Kandungan Skincare yang Cocok untuk Ibu Hamil

Kandungan skincare tertentu yang digunakan saat hamil dapat memengaruhi perkembangan janin. Beberapa kandungan skincare yang tidak aman untuk ibu hamil dan perlu dihindari di antaranya sebagai berikut:

- retinoid
- asam salisilat dosis tinggi
- hidrokuinon
- ftalat
- formaldehida
- tabir surya berbahan kimia seperti oxybenzone
- benzoil peroksida

Kandungan-kandungan di atas dapat memberikan, efek dari ringan hingga parah pada janin.

Maka dari itu, gunakan kandungan skincare yang aman untuk ibu hamil berikut, demi menjaga kesehatan si jabang bayi. Berikut mengutip berbagai sumber.

1. Asam glikolat

Jika Anda rentan berjerawat, maka Anda disarankan untuk menghindari produk mengatasi jerawat berbasis retinoid. Sebagai gantinya, gunakan produk dengan bahan asam glikolat, sebagai kandungan skincare yang cocok untuk ibu hamil dan menyusui.

Asam glikolat dalam jumlah kecil ditemukan aman untuk ibu hamil. Mengutip Healthline, kandungan ini dapat membantu mengurangi garis-garis halus, mencerahkan kulit, mengatasi jerawat, dan mengurangi hiperpigmentasi.

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) mencatat bahwa asam glikolat dan asam azelaic aman untuk mengobati jerawat selama kehamilan.

2. Vitamin C

Vitamin C merupakan senyawa antioksidan yang dapat meningkatkan vitalitas kulit dengan melindungi kulit dari kerusakan dan mempertahankan kolagen. Produk anti-aging berbahan vitamin C diklaim aman untuk ibu hamil.

Selain vitamin C, agen antioksidan lain yang aman untuk ibu hamil adalah vitamin E, vitamin K, vitamin B3, dan teh hijau.

3. Asam hialuronat

Jika janin membutuhkan banyak air, maka janin akan menariknya dari tubuh Anda. Selain menyebabkan perubahan hormon, hal tersebut juga dapat memicu kulit kering.

Selain minum banyak air, produk pelembap yang mengandung minyak kelapa, cocoa butter, dan asam hialuronat dapat membantu meningkatkan hidrasi.

Tak hanya itu, asam hialuronat juga dapat membantu mengatasi stretch mark. Lembapkan zona rawan stretch mark dengan membantu meregangkan kulit secara alami.

4. Tabir surya berbasis mineral

Perlindungan kulit dari paparan sinar matahari merupakan salah satu hal penting dalam langkah perawatan kulit jangka panjang. Penggunaan tabir surya menjadi salah satu caranya.

Hingga saat ini, keamanan penggunaan tabir surya berbahan kimia pada ibu hamil masih diragukan. Ibu hamil disarankan untuk menggunakan tabir surya berbasis mineral yang melindungi kulit dari paparan sinar matahari.

Mineral yang biasa terkandung dalam tabir surya di antaranya zync oxide dan titanium dioxide.

5. Klindamisin dan eritromisin

Sebagai skincare, klindamisin dan eritromisin bisa digunakan baik secara mandiri atau dikombinasikan dengan agen lainnya dalam hal mengobati jerawat. Kandungan ini diklaim aman untuk ibu hamil.

Mengutip NCBI, studi yang meneliti penggunaan klindamisin oral atau topikal tak melaporkan adanya peningkatan risiko malformasi janin pada ibu hamil trimester pertama. Hal yang sama juga ditemukan pada kehamilan trimester kedua dan ketiga.

Ibu hamil bisa menjadikan perawatan kulitnya sebagai rutinitas harian. Lakukan rutinitas ini pada pagi dan malam hari. Jangan lupa untuk pilih produk yang aman.

Berikut rutinitas perawatan kulit pada ibu hamil, mengutip Healthline.

1. Cuci muka dengan air hangat dan pembersih yang ringan.
2. Aplikasikan toner pada wajah.
3. Aplikasikan tabir surya berbasis mineral.
4. Oleskan pelembap yang sesuai dengan jenis kulit Anda.
5. Oleskan krim mata, jika perlu.
6. Untuk mencegah stretch mark, oleskan juga pelembap pada perut, pinggul, dan paha.
7. Untuk ritual malam, gunakan serum.

Demikian kandungan skincare yang aman untuk ibu hamil. Jika ragu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Sumber: CNN Indonesia

About

CKH Group is Indonesian MICE company based in Central Jakarta. Driven by our core values and with our own vision to bring more good managements and idea in order to support the MICE industry demand that getting higher not only in Jakarta, but also other cities in Indonesia.