Sobat Souja, membeli makanan kaleng sering menjadi pilihan karena tahan lama, mudah disimpan dan mudah diolah, serta bisa dipadukan dalam berbagai sajian makanan. " />

Waspada Resiko Bahaya Mengonsumi Makanan Kaleng

  • Kamis, 18/11/2021 - 07:23 WIB
Sobat Souja, membeli makanan kaleng sering menjadi pilihan karena tahan lama, mudah disimpan dan mudah diolah, serta bisa dipadukan dalam berbagai sajian makanan. Namun tak sedikit pula yang meyakini bahwa makanan ini tidak baik bagi kesehatan dan mesti dihindari. Makanan kaleng merupakan makanan yang diawetkan dengan metode memasukkan dan menyimpan bahan pangan dalam wadah yang terbuat dari kaleng kedap udara. Melalui proses pengalengan tersebut, produk makanan tahan disimpan selama satu hingga lima tahun, dan tetap aman dikonsumsi. Beberapa jenis bahan pangan yang sering dijadikan makanan kaleng meliputi buah, sayur, kacang-kacangan, daging, dan ikan.
 
bahaya makanan kaleng
Source: akamaized.net
Banyak orang yang meyakini bahwa kandungan nutrisi makanan kaleng lebih rendah dibanding makanan segar atau makanan beku. Beberapa penelitian menemukan bahwa hal tersebut tidaklah selalu benar. Beberapa jenis nutrisi tetap terawetkan dengan baik di dalam makanan kaleng. Jenis nutrisi makro tidak terpengaruh oleh proses pengawetan makanan kaleng. Misalnya, seperti karbohidrat, protein, dan lemak. Demikian pula dengan mineral dan jenis vitamin yang larut dalam lemak, seperi vitamin A, D,E, serta K. Bahkan sejumlah jenis makanan kaleng malah mengandung nutrisi lebih tinggi. Misalnya, jagung dan tomat. Bahan-bahan makanan tersebut mengeluarkan lebih banyak antioksidan saat proses pemanasan. Meski begitu, vitamin yang larut dalam air bisa jadi berkurang atau rusak dalam proses pemanasan kaleng.

Metode pengawetan makanan dengan cara dikalengkan memang membuat harga makanan lebih murah, awet, dan praktis. Kandungan nutrisinya juga bisa tetap terjaga. Tetapi ada juga sejumlah risiko mengonsumsi makanan kaleng yang perlu kalian pertimbangkan. Apa sajakah itu? BPA merupakan zat kimia yang umum digunakan dalam produksi kemasan makanan. Contohnya, plastik dan kaleng. Beberapa penelitian menemukan bahwa ada risiko BPA yang terkandung dalam kaleng akan menempel alias mencemari makanan yang disimpan dalam kaleng tersebut. Tidak hanya itu, orang yang mengonsumsi makanan kaleng setiap hari mengalami peningkatan jumlah BPA dalam urinenya. Hal ini bisa mengakibatkan penyakit jantung, diabetes, dan disfungsi seksual pada laki-laki.
 
makan kaleng
Source: okezone.com
Selain itu, kerusakan Mengonsumsi makanan kaleng yang mengandung bakteri tersebut dapat menimbulkan kondisi botulisme, yaitu keracunan yang bisa menyebabkan kelumpuhan dan kematian jika tidak segera ditangani. Sebagian besar kasus botulisme dikatakan terjadi karena mengonsumsi makanan kaleng yang diproduksi oleh industri rumahan. Maka dari itu, yuk mari kita bersama pintar dalam memilih jenis makanan yang baik untuk pencernaan tubuh kalian ya Sobat Souja!

Sumber artikel: Sehatq.com 
 

About

CKH Group is Indonesian MICE company based in Central Jakarta. Driven by our core values and with our own vision to bring more good managements and idea in order to support the MICE industry demand that getting higher not only in Jakarta, but also other cities in Indonesia.