Punya Banyak Waktu Luang Tak Bikin Lebih Bahagia, Simak Penjelasannya

  • Selasa, 13/09/2022 - 10:48 WIB
Hi sobat Souja! Memiliki waktu luang di tengah-tengah kesibukan dan aktivitas yang padat sangat penting untuk mengisi kembali energi.
Selain itu, memanfaatkan waktu luang dengan berbagai hal yang yang menyenangkan juga dapat membantu kita melepaskan stres dalam hidup.
Meskipun waktu luang ini tampaknya sangat bermanfaat bagi kesehatan fisik dan mental, namun memiliki terlalu banyak luang ternyata tidak membuat kita menjadi lebih bahagia.
Lantas, mengapa punya waktu luang yang banyak justru membuat kita tidak lebih bahagia?
Seorang psikolog dan profesor di Sekolah Manajemen Anderson UCLA di Los Angeles, Cassie Holmes pun menjelaskannya lebih lanjut, sebagaimana dilansir dari laman CNBC berikut ini.
Penelitian yang dilakukan oleh Holmes bersama rekannya menghitung berapa banyak waktu luang yang dimiliki orang-orang dalam sehari untuk bersantai, menonton TV, berolahraga, atau bermain dengan teman.
Mereka pun menguji bagaimana jumlah waktu yang dihitung itu terkait dengan kepuasan orang-orang dalam hidup.
"Apa yang kami temukan adalah 2-5 jam waktu luang dalam sehari sangat ideal untuk meningkatkan kebahagiaan," kata dia.
"Namun, memiliki waktu luang kurang dari dua jam atau lebih dari lima jam sehari dapat menurunkan kebahagiaan," sambung dia.
Menurut Holmes, data penelitiannya menegaskan bahwa kekurangan waktu luang bisa membuat orang-orang merasa lebih tertekan, stres, dan kelelahan secara emosional.
Di sisi lain, secara teratur memiliki waktu luang yang berlebihan dalam sehari tanpa ada tujuan jelas juga bisa berdampak sama dengan kekurangan waktu luang
"Memiliki tujuan tidak mengharuskan bekerja dalam pekerjaan yang dibayar. Misalnya, pekerjaan sukarela yang tidak dibayar sering kali memberikan tujuan tertentu," ungkap dia.
"Selain itu, tugas-tugas yang diperlukan untuk menghasilkan rumah tangga yang berfungsi dengan baik atau untuk pengasuhan anak yang sukses juga dapat memberikan rasa pencapaian yang memuaskan."
"Namun, saya menyadari bahwa dalam kasus saya, pekerjaan memberi saya sumber tujuan yang signifikan," tambah dia.
Tidak hanya sekadar berapa waktu luang yang kita miliki, tetapi cara kita menghabiskannya juga sangat penting.
Kita memiliki 24 jam dalam sehari, tetapi cara kita memandang waktu adalah subjektif.
Hal ini penting karena berapa lama satu menit, satu jam, satu hari, atau satu dekade bisa menyadarkan apakah kita sudah memiliki waktu yang cukup.
Merasa yakin bahwa kita mampu menyelesaikan segala sesuatu yang ingin kita lakukan adalah definisi dari "waktu yang cukup".
"Saya belajar bahwa, bahkan dengan 90 menit waktu luang yang saya miliki dalam sehari, saya bisa membuat hari-hari saya terasa tidak terlalu berat dan lebih memuaskan," ujar Holmes.
Nah, untuk membuat kita merasa lebih kaya waktu tanpa menambah waktu luang ke dalam jadwal, Holmes pun merekomendasikan beberapa cara seperti:

1. Lebih sering bergerak
Aktivitas fisik telah terbukti menjadi cara yang efektif untuk meningkatkan kesehatan, kebahagiaan, dan harga diri.
Cobalah 30 menit olahraga per hari selama beberapa hari dalam setiap minggu.
"Kegiatannya tidak harus berat. Bisa hanya dengan jogging perlahan di luar atau berjalan kaki ke tempat kerja pun sudah cukup," kata Holmes.
"Setelah sesi, tulislah dalam jurnal tentang bagaimana perasaan kita.''
"Jadi, lain kali kita berpikir bahwa kita tidak punya cukup waktu untuk berolahraga, kita akan ingat bagaimana perasaan itu dan bahwa waktu yang kita miliki akan sepadan," jelasnya.

2. Berbuat baik kepada orang lain
Dalam salah satu studinya, Holmes menemukan bahwa memberikan waktu kepada orang lain dapat membuat kita merasa memiliki lebih banyak waktu luang.
Lakukan dua tindakan kebaikan secara acak, satu untuk seorang teman atau kenalan dan satu lagi untuk orang asing.
Ada pun ide yang dapat kita coba, termasuk:
• Memberikan pujian kepada seseorang.
• Membantu rekan kerja menyelesaikan tugas.
• Membawakan anggota keluarga makanan atau minuman yang lezat.
• Meninggalkan bunga atau catatan yang bagus untuk seorang teman.
"Terlepas dari apa pun tindakan kebaikannya, lakukanlah dengan tujuan semata-mata untuk memberi manfaat bagi orang lain dan jangan memikirkan atau mengharapkan imbalan atas kebaikan kita," Holmes memperingatkan.

3. Merasakan kekaguman
Holmes mengatakan, menemukan cara untuk mencapai perasaan kagum dalam hal apa pun dapat memperluas persepsi kita tentang waktu.
Dalam sebuah studi, para peneliti menunjukkan, dibandingkan dengan merefleksikan peristiwa yang membahagiakan, membayangkan kembali peristiwa yang menginspirasi kekaguman membuat orang merasa tidak terlalu terburu-buru.
Ini juga membuat mereka bersikap seolah-olah mereka memiliki lebih banyak waktu dan membuat mereka lebih bersedia menyumbangkan waktu mereka untuk sebuah kegiatan amal.
Cobalah untuk memasukkan salah satu dari pengalaman ini ke dalam hari-hari kita:
• Melakukan interaksi sosial
Baik melalui keintiman fisik, percakapan yang membuka mata, atau menggendong bayi yang baru lahir, hubungan interpersonal dengan orang lain dapat memperluas kita melampaui diri kita sendiri.
• Menghabiskan waktu berada di alam
Berjalan-jalanlah di taman atau alam bebas bisa membuat kita merasa tidak terlalu terburu-buru.
• Menyerap seni
"Saya ingat dengan jelas saat masih mahasiswa terpesona oleh karya "Starry Night" milik Vincent van Gogh," ujar Holmes.
"Pada awalnya, saya ingin sekali membuat catatan untuk esai saya. Tetapi berdiri di sana, mengintip visi sang seniman, saya terpesona dan tergerak melampaui kekhawatiran tentang waktu," jelas dia.
• Menyaksikan pencapaian orang lain
Inspirasi yang luar biasa dapat ditemukan dalam pencapaian setiap individu.
Menyaksikan prestasi atletik yang dilakukan dengan terampil, misalnya, dapat membuka mata kita terhadap kemungkinan-kemungkinan luar biasa dari umat manusia.
"Dan selama saat-saat kekaguman, sama sekali tidak ada yang terasa membatasi kita," imbuh Holmes.

Sumber: Kompas.com

About

CKH Group is Indonesian MICE company based in Central Jakarta. Driven by our core values and with our own vision to bring more good managements and idea in order to support the MICE industry demand that getting higher not only in Jakarta, but also other cities in Indonesia.